RIAUBOOK.COM - Akibat selalu dijanjikan dan dijanjikan, membuat puluhan warga Dusun Muara Sako, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali mendatangi DPRD Pelalawan, untuk mengadukan nasib mereka.
Puluhan warga masyarakat ini kecewa dengan tindakan PT Kalyla, yang sekarang berubah menjadi PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu, terhadap kondisi dusun mereka yang tetap gelap gulita, padahal hampir lima tahun alat pengeboran gas bumi di tiga lokasi di Dusun Muara Sako bekerja siang dan malam.
"Mereka janjikan listrik akan menerangi dusun muara sako. Tidak itu saja jalan juga siap mereka perbaiki. Tapi faktanya, sudah lima tahun dusun muara sako menjadi daerah tertinggal di kabupaten pelalawan," ujar Atan Lung pada Ruaubook.com usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Pelalawan dengan PT EMP Bentu.
Hasil pantauan Media ini disaat RDP , terlihat perwakilan masyarakat Atan Lung, memaparkan kondisi dusun muara sako yang masih gelap gulita ditambah lagi kondisi jalan yang sering tenggelam bila hujan datang serta dana CSR yang merupakan kewajiban perusahaan tidak jelas arah tujuannya dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
"Tidak ada satupun yang dapat kami banggakan dari muara sako ini, padahal hasil bumi yang disedot oleh PT EMP Bentu menghasilkan DBH yang cukup lumayan bagi Pemkab pelalawan," ujar Atan lagi.
Begitu menerima keluh kesah Warga Muara Sako, Pimpinan RDP Komisi Gabungan DPRD Pelalawan, Monang Pasaribu, langsung mempertanyakan komitmen PT EMP Bentu terhadap kesejahteraan warga masyarakat di wilayah operasional mereka. "Tolong dijawab seluruh harapan warga terhadap komitmen yang telah disepakati sebelumnya," sebut Monang Pasaribu.
Menanggapi seluruh tuntutan warga muara sako tersebut GPA Menejer PT EMP Bentu Amru Mahali didampingi Khairul Hadi (Act AM), Joni Ricbs (Maint Supertenden), Argo Cahyono (GPA PT EMP Bentu) dan M Hans Hardi (Humas Menejer), menyebutkan bahwa diawal progres listrik yang diajukan tidak tercantum didalamnya trafo dan maintenence. "Makanya hingga aat ini listrik tersebut belum dapat dipakai mengaliri arus kerumah warga," ujar Amru.
Namun begitupun kata Dia lagi, PT EMP sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN terkait penyaluran arus listrik yang ada di Muara Sako. "Mereka hanya tinggal menungu trafo. Bila itu ada PLN akan memasukan arus secepatnya," kata Amru.
Kembali ditambahkannya lagi, bahwa trafo sudah di progres pihak pimpinan PT EMP Bentu. "Tinggal menunggu proses pengadaannya, paling lama enam bulan," terangnya lagi.
Selanjutnya terkait kondisi jalan pihak PT EMP Bentu berjanji akan siap memperbaiki kondisi jalan di muara sako. "Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Pelalawan, terkait perawatan jalan tersebut," ungkap Amru.
Mempertegas kembali komitmen Dana CSR, Amru Mahali akan membawa hal ini kepihak menejemen terkait program yang cocok untuk menaikan taraf ekonomi warga muara sako. "Kita akan coba diskusikan dengan pemerintah setempat dan juga akan memberikan peluang bagi warga yang ingin mengabdi di PT EMP Bentu apabila nanti pihak.perusahaan membutuhkan," jelasnya.
Mengakhiri RDP Komisi Gabungan DPRD Pelalawan, Pimpinan Rapat Monang Pasaribu, mengharapakan bahwa apa yang telah menjadi komitmen hari ini agar dapat direalisasikan secepatnya. "Tolong ini diperhatikan. Kalau bisa hanya tiga bulan mengapa harus sampai enam bulan, walaupun kita tahu semua itu menggunakan prosedur anggran," Monang Pasaribu mengakhiri. [RB/ton]
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…