RIAUBOOK.COM - Adanya peristiwa persekusi terhadap seorang sopir taksi online, menjadi viral di dunia maya. Pihak PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adisutjipto pun mengadakan rapat dan akhirnya memberi pernyataan.
Menurut Angkasa Pura, yang menghukum sopir online itu adalah para sopir taksi dan rent car bandara.
"(Yang melakukan) Sopir taksi pure, sopir taksi yang memang sudah sebulan ini selalu merasa dirugikan oleh taksi online yang tidak bekerjasama dengan kami (PT AP I)," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, di kantornya Jalan Raya Yogya - Solo, Senin (19/6/2017).
Agus melanjutkan, pihaknya mengetahui kejadian itu melalui CCTV dan kemudian langsung mengamankan sopir online yang berinisial F tersebut.
"Kami amankan, lalu kami data. Ternyata dia tidak ada data, setelah itu kami lepas dan sekarang akan kami benahi di dalamnya," tuturnya.
Agus menegaskan bahwa memang tidak diperbolehkan transportasi berbasis online mengambil penumpang dari kawasan Bandara.
Sebelumnya, saat diwawancara, Humas Paguyuban Pengemudi Online Yogyakarta, Daniel, menceritakan bahwa pengemudi F diminta turun dari mobil dan dihukum agar melepaskan pakaiannya oleh petugas provost.
Diwawancara sebelumnya, Humas Paguyuban Pengemudi Online Yogyakarta, Daniel, menuturkan kepada detikcom bahwa peristiwa ini terjadi pada Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, sopir taksi online berinisial F tersebut menurunkan penumpangnya di Terminal B.
"Saat itu macet sekali di sana, lalu dia dapat orderan terus diambil. Seharusnya naik di depan imigrasi. Tapi karena macet, dan ternyata penumpangnya ada di situ (Terminal B), dia (penumpang) lihat plat nomor kok cocok, langsung naik," jelas Daniel.
Di Bandara Adisutjipto, kata Daniel, ada perjanjian antara taksi online dan konvensional. Dalam perjanjian itu, transportasi online hanya diperbolehkan menaikkan penumpang di depan kantor Imigrasi Yogyakarta yang letaknya sekitar 200 meter dari Bandara Adisutjipto.
Daniel melanjutkan, saat penumpang naik mobilnya, F tidak bisa langsung melarangnya.
"Pas itu juga, ada provost yang minta F turun, lepas baju dan minta maaf," imbuhnya.
"Penumpangnya sudah bilang kalau dia yang salah, tapi yang di sana sudah tidak peduli," kata Daniel. (dtc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…