RIAUBOOK.COM - Briptu Eryando Dwi Putra, anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menjadi korban penyiraman air keras saat menyamar pembeli narkoba.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang AKBP Yanuar mengungkapkan, pasien dirawat intensif di ruang VIP dengan kontrol tim medis. Kondisinya semakin membaik dan tetap dalam keadaan sadar.
"Ya, sudah jauh membaik dari kemarin. Perlu waktu lama untuk sembuh total," ungkap Yanuar, Minggu (11/6/2017) dilansir RiauBook.com dari merdeka.
Yanuar memperkirakan tim medis tidak akan melakukan tindakan operasi di bagian terparah. Korban mengalami luka bakar akibat siraman air keras di wajah kanan, bahu kanan, dan lengan kanan.
"Kalau dilihat dari kondisinya sekarang, sepertinya tidak perlu (operasi), kita lihat perkembangan nanti," ia berujar.
Diberitakan sebelumnya, Briptu Eryando bersama seorang informan hendak bertemu dengan bandar narkoba berinisial DT di bawah Jembatan Ampera Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Jumat (9/6) pukul 20.00 WIB. Korban sebelumnya telah sepakat bertemu dengan pelaku dan bermaksud menjebak pelaku dengan melakukan undercover buy atau menyamar sebagai pembeli.
Begitu menunggu di lokasi, korban dan informan bernama Angkut diserang enam anak baru gede (ABG). Korban Briptu Eryando terkena siram air keras yang mengakibatkan mengalami luka bakar di wajah sebelah kanan, dan bahu kanan sampai lengan kanan.
Sementara informan Angkut mengalami luka bacok di kening dan jari tangan kanan. Kedua korban sempat dirawat ke Rumah Sakit Bari Palembang dan akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang. (RB/merdeka)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…