RIAUBOOK.COM - Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Riau menanggapi perstiwa penangkapan sekaligus penembakan terhadao gembong narkoba di Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu yang ternyata pelakunya adalah oknum polisi dan.
"Kami tahu, selama ini oknum tersebut sudah dijadikan target operasi dari pihak Polda Riau. Pernyataan tersebut dikatakan Kapolda Riau, Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara, pada saat ekspose di depan Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru beberapa waktu lalu," kata Larshen Yunus, aktivis Granat Riau lewat pesan elektronik yang diterima RiauBook.com, Jumat (9/6/2017).
Ia mengaku saat ekspose pengungkapan gembong narkoba itu sempat hadir. Dikatakan, bahwa kejadian ini merupakan pertanda atas ancaman yang menimpa Negeri Melayu Riau.
"Sudah jauh-jauh hari kami berikan masukan pada BNN maupun kepolisian, bahwa untuk menghadapi ini semua haruslah melibatkan masyarakat, dalam hal ini LSM yang memang konsen dengan persoalan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," katanya.
"Jangan bermain sendiri, berapa kali kami datangi BNNP Riau, namun justru tidak terlihat adanya itikad baik dan kurang sepaham apabila berkorelasi dengan ORMAS/LSM. Mereka terkesan acuh tak acuh," kata Larshen Yunus.
Pada saat kegiatan ekspose tersebut, beberapa fungsionaris aktivis Granat Riau juga memantau penjelasan dari Kapolda, Kabid Humas maupun dari Direktur Reserse Narkoba Polda Riau.
Dari hasil tangkapan itu, katanya, pihak Polda Riau mengamankan hampir 8 kilogram narkoba jenis sabu dan lebih dari 7 ribu butir pil Happy Five (H5).
Atas penangkapan itu, pihaknya mengharapkan agar sudah seharusnya aparat yang berwenang, termasuknya pemda untuk lebih serius lagi dalam menanggapi persoalan tersebut.
Penanganan yang selama ini dilakukan menurut dia ternyata masih belum maksimal, yang menyedihkan lagi, ternyata gembong yang tertembak tersebut adalah oknum anggota Polri dan yang bersangkutan dinas di wilayah hukum Polres Bengkalis, dengan pangkat brigadir.
"Ini tentu berita yang sangat menyedihkan bagi institusi kepolisian. Disinyalir, bahwa kasus ini merupakan rentetan dari kasus yang pertama, pada saat penangkapan tersangka di Daerah Kota Dumai.Modus operandinya juga sama," kata Larshen Yunus.
Karena itu, Fungsionaris Aktivis Granat Riau mendesak agar pihak Kompolnas juga bersikap atas kejadian ini.
"Kami tidak bisa menafikkan, bahwa kasus seperti ini juga bagian dari peran serta oknum-oknum aparat kepolisian," katanya.
Menurut dia, masih banyak polisi yang nakal dan berkeliaran di luar sana. Tidak heran lagi, jika oknum polisi yang saat ini masih bertugas di jajaran Polsek, Polres maupun Polda juga ternyata menjadi "sutradara" atas kejadian-kejadian seperti itu. (RB/rls)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…