RIAUBOOK.COM - Konflik negara-negar di Timur Tengah yang memutuskan hubungan dengan Qatar bakal berdampak pada sektor pariwisata Indonesia. Hal ini disebabkan, banyak wisatawan mancanegara (wisman) dari Timur Tengah yang plesir ke Indonesia dengan Qatar Airways.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (7/6/2017) malam menjelaskan, Qatar Airways punya penerbangan ke Jakarta dan Bali. Kemudian bulan Oktober mendatang, terbang ke Medan.
"Qatar Airways adalah maskapai milik negara Qatar dengan home base di Doha. Dari hub international airport di Doha itu, tahun 2016 saja mengangkut sekitar 400.000 orang ke Indonesia. Penumpang yang diangkut Qatar Airways ke Indonesia komposisinya sebagai berikut: Eropa 62%, Middle East 33%, Afrika dan Amerika 5%," ujar Arief.
"Angka 33% itu cukup besar. Anggap saja sekitar 100.000 penumpang dari Middle East, yang sekitar 70%-nya atau 70 ribu adalah turis yang naik Qatar Airways," lanjutnya.
Meski begitu, rute penerbangan Qatar Airways ke Eropa dan Amerika tidak terganggu alias masih berjalan normal. Qatar Airways pun masih terbang ke Indonesia, tidak ada penutupan rute.
"Pak Menhub Budi Karya Sumadi sudah menyampaikan bahwa tidak ada pencabutan lisensi buat Qatar Airways terbang ke Indonesia. Sampai Rabu, 7 Juni 2017 ini juga masih ada penerbangan ke Bali dan Jakarta. Kalau dari pemerintah Indonesia, tidak akan mengutak-atik slot dan lisensi" urai Arief.
Namun tetap saja, maskapai Qatar Airways sendiri sudah menjadi salah satu maskapai terbaik dunia. Turis dari Timur Tengah yang negaranya memutus hubungan dengan Qatar, tidak bisa lagi naik pesawatnya.
Maskapai-maskapai yang asal negaranya juga memutus hubungan dengan Qatar, tidak bisa terbang via Doha menuju Indonesia. Jangan sampai angka kunjungan turis dari Timur Tengah ke Indonesia bakal lebih turun lagi.
Seperti di ketahui, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Qatar dituding mendukung terorisme yang membahayakan kawasan Timur Tengah. Berbagai sisi terkena imbas, termasuk soal penerbangan.
Maskapai Qatar Airways dilarang terbang ke negara-negara tersebut, pun sebaliknya. Bandara Doha di Kota Doha, Qatar yang menjadi salah satu hub di kawasan Timur Tengah juga tak boleh didatangi maskapai-maskapai dari Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman dan Mesir contohnya Etihad, Emirates, Fly Dubai dan Gulf Air. Belum ada kepastian sampai kapan terus berlanjut. (dtc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…