RIAUBOOK.COM - Nama Amien Rais yang muncul dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) telah mengusik Partai Amanat Nasional (PAN). Munculnya nama sang pendiri partai ini pun dianggap aksi kriminalisasi yang berlebihan. Karenanya, pihak partai bakal menyiapkan 35 advokat untuk membela Amien Rais.
Ketua Pusat Advokasi Hukum PAN Jabar, Abdulrrahman T Pratomo menjelaskan, keterangan penerimaan uang dari Sutrisno Bachir yang secara terbuka sudah diakui Amien Rais sama sekali tidak terkait dengan perkara korupsi yang sedang ditangani KPK.
"Tetapi kabar yang berkembang, seolah Amien Rais menerima Rp600 juta dari aliran uang itu. Ini harus diluruskan, karena sudah masuk ranah pembunuhan karakter beliau (Amien Rais)," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Selasa (6/6/2017).
Dijelaskannya juga, keluarga besar PAN mengetahui kedermawanan Sutrisno Bachir melalui yayasannya. Selain itu, dana yang diterimas itu rutin dan sifatnya dana bantuan operasional lantaran Amien Rais kerap memenuhi berbagai agenda ceramah di penjuru Indonesia. Dan uang yang dipergunjingkan sejumlah pihak juga bukan berjumlah Rp600 juta.
Untuk itu, pihaknya bakal menyambangi KPK untuk mengetahui sejauh mana orientasi hukum yang dimaksud KPK hingga menjadi pemberitaan negatif ke tengah masyarakat. ‎Namun begitu, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berlangsung. Tapi jika ada indikasi muatan politis, pihaknya tak segan untuk memberikan perlawan kepada pihak yang mengincar Amien Rais.
‎"Untuk itu kami menyiapkan 35 orang advokat untuk mendampingi beliau menghadapi upaya kriminalisasi itu," katanya.
Plt Ketua DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmad mengatakan, dengan ‎adanya dugaan kasus yang menjerat tokoh PAN tersebut mengusik keluarga besar PAN Jabar. Terseretnya nama Amien Rais oleh KPK membuatnya berasumsi jika penegakan hukum tebang pilih.
Menurutnya, ada pemelintiran isu yang berkembang dari kasus yang menjerat Amien Rais ini. Pasalnya, keterangan Sutrisno Bachir soal bantuan dana kepada Amien Rais tak ada kaitannya dengan perkara hukum yang ditangani KPK.
Jika pemelintiran isu ini terus berlanjut, kata Hasbullah, DPW dan seluruh DPD PAN se-Jawa Barat siap turun sebagai bentuk perlawanan. Menurutnya, keterangan aliran dana itu muncul di persidangan, tidak ada di BAP.
Hal itu membuat banyak pihak menilai sumir. Apalagi ketika tidak ada kaitan, menimbulkan kesan dipaksakan dan ada yang memaksakan. "Kami menyaksikan beliau (Amien Rais) adalah garda terdepan gerakan reformasi di Indonesia yang sukses menerangi yang gelap," jelasnya.
Pengabdian Amien Rais terhadap negeri ini, menurutnya, telah memberikan kontribusi besar mulai dari era keterbukaan, kebebasan pers, hingga pembatasan kekuasaan dua kali.
"Itu karena beliau berani melakukan amandeman perundang-undangan demi membela rakyatnya. Termasuk ikut melahirkan KPK," pungkasnya. (sindo)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…