RIAUBOOK.COM - Gunung Merapi di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi sebanyak empat kali pada Minggu (4/6/2017). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Marapi (2.891 mdpl) pada radius 3 kilometer dari puncak (kawah).
"PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius 3 km dari kawah atau puncak," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers.
Berdasarkan laporan PVMBG yang disampaikan kepada Posko BNPB, sebut Sutopo, letusan pertama gunung api yang ada di Sumatera Barat itu terjadi pukul 10:01 WIB, kolom abu tebal dengan tekanan sedang mengepul mencapai ketinggian 300 meter.
Letusan kedua pada pukul 10:22 WIB mencapai ketinggian 700 meter dari puncak. Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman dari Pos Marapi di Kota Bukittinggi yang berjarak 14 km di barat laut puncak.
Pada pukul 11.56 WIB, hembusan terakhir Gunung Marapi. Cuaca di sekitar Marapi cerah dan tidak ada tanda-tanda letusan vulkanik.
Pukul 13.06 WIB terjadi letusan ketiga dengan tinggi asap letusan 200 meter, amplitudo dua milimeter dengan gempa durasi 13 detik. Selanjutnya letusan keempat pukul 15.15 WIB dengan tinggi asap 250 meter, amplitudo delapan milimeter dan lama gempa 43 detik.
"Erupsi ini termasuk tipe vulkanian kecil berupa lontaran bom vulkanik yang menyebar sekitar kawah, juga disertai kepulan abu hitam tebal yang menyebar sesuai arah angin. Erupsi ini merupakan ciri khas G. Marapi yang jarang disertai awan panas dan letusan berlangsung dalam waktu singkat," sebutnya.
"Hujan abu tipis terjadi di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Letusan yang terjadi adalah wajar karena status Waspada. Tidak ada peningkatan status gunungapi. Statusnya Waspada (level II) sejak 3 Agustus 2011 hingga sekarang," tambah dia.
Menurut Sutopo, hingga saat ini tidak ada masyarakat yang mengungsi karena permukiman warga berada di luar dari radius 3 km sehingga kondisinya dari gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat itu.
Dia menyebutkan, pasca letusan, kondisi Gunung Marapi tetap tenang. "Tidak terlihat adanya kenaikan aktivitas vulkanik. BPBD Kabupaten Solok dan BPBD Tanah Datar terus berkoordinasi dengan aparat setempat sekaligus mengambil upaya antisipasi," ujarnya.
BPBD ucap dia, melakukan pemantauan dampak letusan khususnya sebaran abu vulkanik.
"Masyarakat diimbau tetap tenang. Tidak terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan menyampaikan peringatan dini lebih lanjut jika kondisi aktivitas gunung meningkat dan membahayakan," sebutnya. (kcm)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…