RIAUBOOK.COM - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kerap tidak mampu mengantisipasi gangguan listrik yang terjadi di wilayah itu hingga menimbulkan keresahan masyarakat.
Bupati Inhil HM Wardan kemudian bereaksi, dia bersama sejumlah pejabat pemerintahan setempat pada Selasa (30/5/2017) menggeruduk kantor PLN Tembilahan.
Namun bupati mengaku sempat kecewa, karena kedatangannya itu tidak langsung dihadapkan dengan Manajer PLN Tembilahan, Iwan Eka Putra.
"Manajer sedang berada di lokasi pembangkit listrik di Parit 4, Tembilahan Hulu," kata seorang staf PLN Tembilahan yang ditemui Wardan.
Tanpa menunggu lama, Wardan pun segera menyusul ke lokasi yang disebutkan karyawan tersebut untuk menemui Iwan Eka Putra.
Iwan Eka Putra, sebagai orang yang bertanggung jawab di PLN Rayon Tembilahan, sendiri, tak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat didatangi Wardan. Terpantau saat itu, Iwan dengan beberapa orang stafnya tergopoh-gopoh menyambut Wardan.
Wardan yang datang di dampingi oleh Asisten II Rudiansyah, Kasatpol PP T M Syaefullah dan Kabag Ekonomi H Mansyur, begitu sampai di PLTD Parit 4, segera diajak Eka meninjau mesin pembangkit. Seraya tinjauan itu, Eka, menjelaskan apa yang terjadi disana sehingga sempat menimbulkan keresahan di masyarakat Tembilahan, khususnya tadi malam.
Seperti yang dijelaskan Eka, untuk pasokan listrik bagi Tembilahan dan sekitarnya saat ini sebenarnya tidak ada masalah lagi. Ketersediaan pasokan saat ini, katanya, bahkan jauh diatas kebutuhan rata-rata.
"Untuk pasokan kita saat ini sebenarnya sudah lebih dari cukup. Beban yang diperlukan itu 14,5 MW, sementara total persediaan kita saat ini sudah mencapai 27,5 MW. Pasokan ini tersedia dari mesin kita yang lama sebanyak 12,5 MW dan mesin baru sebanyak 15 MW," Eka menjelaskan.
Untuk itulah dikatakannya, bahwa pemadaman yang sempat terjadi di Tembilahan, bukan karena pemadaman bergilir namun karena ada gangguan teknis saja. Hal ini jelasnya, akibat adanya keperluan teknis untuk penyesuaian mesin pembangkit baru.
"Persoalan tadi malam murni karena permasalahan teknis. Hal ini bukan hanya sisi mesin tetapi juga dari sisi kontrol atau proteksi yang masih perlu direset karena ini merupakan mesin baru jadi masih perlu penyesuaian. Pemadaman bergilir untuk Tembilahan itu tidak ada," dia menegaskan.
Hingga saat ini, dikatakan Eka bahwa pihaknya masih terus melakukan kontrol pada gangguan teknis tersebut. Saat ditanya sampai kapan kontrol ini berlangsung, Eka tak bisa memastikannya. Dia hanya menjawab bahwa gangguan tersebut saat ini sedang diupayakan selesai secepat mungkin.
"Kalau bisa kita upayakan hari ini bisa selesai. Saat ini, kita masih terus melakukan review dan evaluasi terhadap mesin-mesin yang ada. Termasuk penghitungan-penghitungan proteksinya dan alat-alat ukurnya juga. Dan saat ini semuanya lagi diperiksa kembali dan diuji satu per satu," katanya.
Bupati Wardan sendiri, meminta kepada Eka agar perbaikan yang kini sedang terus dilakukan pihak PLN untuk dapat dikerjakan secara maksimal. Dengan begitu diharapkan Wardan, agar pasokan listrik dari PLN ke masyarakat dapat segera normal kembali.
"Saya telah pintakan kepada PLN agar hal ini dapat ditangani dengan segera. Hal ini tentu agar masyarakat kita jangan terganggu lagi dengan pemadaman listrik yang mendadak seperti tadi malam," kata Wardan menegaskan.
Disamping itu Wardan juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan serta keamanan dan ketertiban. Saat ini ungkap Wardan, dia telah memantau langsung keadaan PLN Tembilahan dan benar dalam kondisi kontrol teknisinya.
"Kita harap masyarakat untuk tetap tenang. Saya tadi sudah lihat langsung bahwa saat ini PLN dengan teknisinya terus mengupayakan bagaimana pasokan listrik kita normal kembali," demikian Wardan. (Adv/Diskominfo)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…