RIAUBOOK.COM - Satu lagi tokoh agama ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Kali ini, Polda Metro Jaya memanggil ustadz Alfian Tanjung sebagai tersangka pada Rabu (31/5/2017) besok.
"Besok Rabu dipanggil sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (30/5/2017).
Argo tidak merinci sangkaan apa yang dikenakan pada Alfian. Namun, sebelumnya pada Kamis (18/5/2017) lalu, penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Alfian terkait cuitannya yang menyebut kader PDIP sebagai PKI. Hanya saja, Alfian tidak bisa hadir dan meminta penjadwalan ulang.
Sedangkan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto membeberkan alasan penetapan tersangka berikut penangkapan dan penahanan ustadz Alfian Tanjung. Yakni dugaan penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Tanjung dilaporkan oleh seorang warga atas ceramahnya di Masjid Al Mujahiddin Surabaya pada 26 Februari 2017.
"Di video ceramah yang kami terima, transkripnya menyebutkan bahwa 'Jokowi adalah PKI, Cina PKI, Ahok harus dipenggal kepalanya dan Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI'. Ini fatal untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Belum lagi jika anak-anak sampai menyaksikan video itu lalu mencontohnya," kata Ari di Bareskrim Polri, Selasa (30/5/2017).
Sementara itu, Kanit III Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polsa Metro Jaya Kompol James Hutajulu mengatakan pihaknya sedianya memintai keterangan dari Alfian terkait laporan dari pihak PDIP.
"Terkait laporan PDIP (yang) disebut oleh beliau dalam akun Twitternya bahwa PDIP 85 persen isinya kader PKI," ucap James.
Sebelumnya, Alfian sempat disomasi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke polisi terkait ceramahnya yang menyinggung soal Partai Komunis Indonesia. Teten meminta Alfian Tanjung menarik ucapannya dan meminta maaf. Karena tak ada respons, Teten melapor ke Bareskrim pada Jumat (27/1/2017) lalu.
Dalam ceramah yang tersebar di situs YouTube, Alfian Tanjung menyebut beberapa nama. Dia menyebut rapat-rapat di Istana saat ini dipimpin sederet kader-kader PKI. (dtc/okz)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…