RIAUBOOK.COM- Explore Riau Community (XRC), komunitas pecinta pariwisata di Riau kian agresif memperkenalkan pariwisata berbasis budaya lokal, salah satunya yang ada di Kuala Terusan, Kabupaten Pelalawan.
Kali ini kepada 28 mahasiwa yang berasal dari Singapore Management University(SMU) Singapura dan Wharton Shool University of Pennylvania, Philadelphia Amerika.
Ketua XRC Rudi Fajar menjelaskan, kegiatan wisata yang ditaja oleh XRC ini merupakan promosi wisata sekaligus memberikan edukasi kepada khalayak yang datang ke Riau khusunya kabupaten Pelalawan.
Kata dia, di Sungai Kuala Terusan 28 mahasiswa didampingi profesor yang menjadi dosen pembimbingya diajak mengelilingi sungai menggunakan perahu motor kayu dan melakukan aktivitas belajar membatik dengan corak atau motif melayu Riau di Rumah Batik Bono yang merupakan galeri batik Riau andalan kabupaten Pelalawan.
"28 mahasiswa dan para profesor yang berasal dari Singapura dan Amerika itu, sangat senang menerima ramahnya sambutanpara masyarakat lokal dengan kearifan budaya lokal setempat, dan mereka jugakagum melihat kondisi alam yang masih asri.
Selain itu mereka disajikan pegelaran silat lokal, belajar batik tulis dengan motif ciri khas melayu dan mencicipi berbagai kuliner yang disuguhkan masyarakat setempat," kata ketua XRC Rudi Fajar.
"Para pengunjung juga sangat menikmati pemandangan rumah panggung di perkampungan, disini para mahasiswa yang ikut dapat melihat secara langsung kondisi kampung yang masih kental dengan kearifan budaya lokalnya," masih kata Rudi Fajar.
Rudi juga menjelaskan, para mahasiswa yang berkunjung itu juga dapat melihat proses pembuatan atau pengasapan ikan Salai sambil menikmati minuman air kelapa hijau yang disajikan warga sekitar, Aktifitas ini merupakan kegiatan ekonomi masyarakat Pelalawan, sekaligus bisa memberikan edukasi kepada pengunjung yang melihatnya.
"Semoga kegiatan yang dilakukan XRC ini dapat membantu memberikan kontribusi kepada pemerintah provinsi Riau yang sedang giat-giatnya mempromosikan pariwisata," kata Rudi Fajar.
Komunitas merupakan bagian dari Pentahelix, yaitu lima unsur sebegai penentu kesuksesan pariwisata. Dengan rumus ABCGM,Academician, Business, Community, Government, Media(Akademisi, Pelaku Bisnis, Komunitas, Pemerintah, Media, red). Lima unsur itu harus kompak, saling mendukung dalam membangun iklim kondusif.
Sektor pariwisata saat ini merupakan bagian dari beberapa sektor yang menjadi andalan pemerintah Indonesia untuk menghasilkan devisa negara. Oleh karena itu pemanfaatan, pengembangan, pengelolaan, promosi di sektor pariwisata haruslah mendapat perhatian serius dari Akademisi, Pelaku Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…