RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata yang ada di berbagai wilayah kabupaten, terkhusus Ombak Bono di Pelalawan dan Pantai Rupat di Bengkalis.
"Kami terus melakukan upaya-upaya untuk menggaet investor, promosi wisata juga terus dilakukan," kata Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman dibubungi RiauBook.com dihubungi lewat telepon, akhir pekan kedua Mei 2017.
Kata dia, memang ada banyak objek wisata potensial di Riau, namun dari sejumlah kawasan potensial wisata di Riau itu, hanya bono dan Pantai Rupat yang masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
"Kalau ditanya apakah pemerintah mendukung, tentu pemerintah mendukung seratus persen pembangunan di lokasi wisata alam itu, namun dilihat dulu aturannya," katanya.
Ia jelaskan, bahwa sejauh ini memang Ombak Bono dan Pantai Rupat yang baru masuk status KSPN sesuai dengan PP Nomor 50 tahun 2010.
Sementara kawasan lainnya termasuk ada beberapa lokasi wisata alam air terjun dan Sungai Subanyang masih berada di kawasan lindung Marga Satwa.
"Untuk itu, maka kemudian alternatif pengembangan wisatanya adalah wisata petualang, bukan untuk wisata keluarga pada umumnya," kata dia.
Sementara untuk bono, lanjut dia, memang sudah menjadi magnet wisata strategis dan andalan bagi Pemerintah Provinsi Riau.
Bahkan, demikian Fahmizal, Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menyediakan lahan sekitar 600 hektare untuk pengembangan kawasan wisata alam bono yang telah dikenal hingga mancanegara.
"Maka tentu kami mendorong dan mendukung perusahan untuk berinvestasi di lokasi wisata tersebut, untuk menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata," katanya.
Tentu, lanjut dia, dalam pengembangannya, desain arsitektur berkaitan dengan bangunan, harus berdekatan dengan aspek kearifan lokal atau "local wisdom".
Yang dimaksud "local wisdom" menurut Fahmizal adalah pembangunan yang benar-benar bermuatan lokal, atau bercirikhas Melayu dan bersahabat dengan alam.
"Jangan pula desain arsitekturnya malah khas daerah lainnya seperti Bali, tentu tidak sesuai," demikian Fahmizal.
Dia katakan, bahwa selama ini pihaknya telah bertemu dengan sejumlah calon investor untuk pengembangan wisata di Riau, beberapa sudah menyatakan ketertarikan.
Siapa pihak investor yang dimaksud dan berasal dari negara mana? Fahmizal masih belum bersedia mengungkapkannya.
"Yang jelas ada beberapa investor asing yang sudah menyatakan ketertarikan mereka terhadap bono dan Pulau Rupat," katanya. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…