RIAUBOOK.COM - Pemerintah memutuskan membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut salah satu mahasiswa Universitas Riau Aditya Putra Gumesa, pembubaran ormas HTI ini menjadi penanda bahwa pemerintah hari ini alergi terhadap umat Islam.
"Pasalnya pembubaran HTI tidak mendasar dan syarat akan kepentingan politik belaka," ujar Aditya, mahasiswa smester VI Prodi PPKn Universitas Riau.
Terkait dengan dasar pemerintah yang membubarkan HTI adalah karena ideologi khilafah bertentangan dengan Pancasila, Aditya menganggap khilafah sama sekali tidak bertentangan dengan pancasila.
"Ideologi khilafah yang dibawa oleh HTI adalah ideologi yang dianut secara individual tidak ada sama sekali ingin melakukan kudeta yang selama ini dituduhkan," kata Aditya yang juga mantan Menteri Sosial dan Politik BEM Universitas Riau, ketika berbincang dengan RiauBook.com melalui pesan WhatsApp.
Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas.
"Mencermati pertimbangan itu, maka pemerintah perlu ambil langkah tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017), seperti dilansir dari Kompas.com.
Selain itu, Wiranto juga menyebut bahwa keberadaan HTI secara nyata menimbulkan benturan di masyarakat dan membahayakan keutuhan bangsa Indonesia. (RB/Kpc/yp)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…