RIAUBOOK.COM - Sungai Bungo menambah daftar panjang obyek wisata yang dimiliki Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, dan kali ini terdapat panorama alam yang eksotis.
Berada di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Destinasi Wisata Sungai Bungo ini berada di kaki Gunong Bonsu dan masuk dalam kawasan hutan tropis Kabupaten Rohul. di Kawasan Destinasi Wisata Sungai Bungo ini terdapat, sungai yang airnya merupakan aliran dari Gunong Bonsu.

Selain itu, sepanjang jalan menuju obyek wisata Sungai Bungo ini, anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Dimana disana terdapat hutan tropis yang belum pernah dijamah manusia. Cuacanya yang cukup dingin ditambah lagi dengan pemandangan bukit yang indah akan memanjakan diri anda yang berkunjung ke sana.

Tidak hanya itu, dua kilometer dari Sungai Bungo, anda akan menjumpai air terjun Sungai Bungo. Airnya yang jernih dan dingin akan melepas kepenatan anda selama beraktifitas sehari-hari. dan yang tak kalah pentingnya, bagi anda yang hobi dengan olahraga offroad. Di sana juga terdapat lintasan sepeda motor offroad yang dapat memacu adrenalin anda.
Jadi, jika anda berminat untuk berwisata di Destinasi Wisata Sungai Bungo ini, jaraknya dari Ibukota Pasir Pengaraian hanya 15 kilometer. Dan untuk biaya anda tidak perlu ragu, karena obyek wisata ini terbuka untuk umum dan tidak ada pungutan biaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rohul, Hj Yurikawati SSos melalui Kabid Pariwisata, H Mastur SSos MSi menjelaskan, Destinasi Wisata Sungai Bungo tersebut termasuk 9 obyek wisata yang akan dikembangkan Pemkab Rohul. Dimana kawasan obyek wisata tersebut memliki potensi alam yang menakjubkan.
"Kawasan Sungai Bungo termasuk 9 obyek wisata yang akan dikembangkan oleh Pemkab Rohul. Selain, panorama alamnya yang indah tanah di sana juga cukup subur. Jadi, sangat menarik bagi masyarakat luar yang ingi berekreasi ke sana," kata H Mastur, Sabtu (22/4) di Pasir Pengaraian.
Lanjutnya, dinamakan dengan Sungai Bungo karena di kawasan ini terdapat perkampungan yang dinamakan kampung Sungai Bungo. Perkampungan tersebut dihuni mayoritas suku asli yang jumlahnya hanya berkisar 115 orang atau 37 kepala keluarga (KK).
Kata H Mastur lagi, karena infrastruktur jalan belum diaspal, jalan menuju obyek wisata tersebut baru dapat dilalui kenderaan roda dua. Sambungnya, sepanjang jalan menuju kesana, pengunjung akan merasakan hawa yang sejuk karena kawasan yang berbukit.

Selanjutnya, obyek wisata Sungai Bungo ini juga sangat cocok bagi para pecinta alam dan petualang. Akses jalan Sungai Bungo ini, langsung berbatasan dengan Sumatera Barat yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktu selama 2 jam. "Dan bagi yang hobi olahraga sepeda motor offroad, jalur lintasannya yang berbukit sangat cocok untuk para Raider," sambungnya.
Dikisahkannya, akses jalan Sungai Bungo ini pula yang dulunya dilalui Pahlawan Tuanku Tambusai bersama pasukannya jika hendak menuju Sumatera Barat. "Akses jalan Sungai Bungo ini bisa dijadikan rekam jejak perjuangan Pahlawan Tuanku Tambusai pada zaman penjajahan Belanda,"
H Mastur juga menerangkan, pihaknya akan berencana untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat tempatan untuk menambah wawasan untuk wisata kuliner. Hal ini guna, menarik minat masyarakat luar untuk datang ke obyek wisata Sungai Bungo tersebut.
Lebih dari itu, H Mastur menyampaikan, beberapa waktu yang lalu, tim penilai dari UNRI dan UIR yang merupakan utusan dari Balitbang Provinsi telah datang ke Rohul, guna melakukan penelitian dan mempelajari obyek wisata yang dimiliki daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk, salah satunya Obyek Wisata Sungai Bungo.
"Nantinya hasil penelitian mereka akan dilaporkan kepada Balitbang Provinsi. Mudah-mudahan hasil penelitian mereka membawa dampak yang baik untuk mendukung obyek wisata yang ada di Rohul," harapnya.
Dalam pada itu, jelasnya rata-rata masyarakat tempatan di perkampungan Sungai Bungo sehari-hari bekerja sebagai bertani. Tanahnya yang subur dan hawa yang sejuk membuat tanaman kopi, aren dan karet tumbuh subur di sana.
Ketika ditanya langkah seperti apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk memajukan obyek wisata Sungai Bungo tersebut. Mastur menjawab, pembangunan sarana penunjang, seperti sarana kesehatan dan pendidikan kepada mereka warga tempatan sangat dibutuhkan untuk pengembangan obyek wisata ini.

Sarana kesehatan sangat diperlukan karena jarak dari ibukota kabupaten dengan lokasi obyek wisata Sungai Bungo ini masih lumayan jauh. Sementara itu, sarana pendidikan dibutuhkan agar warga tempatan lebih berwawasan dan mengenal lebih dalam masyarakat luar daerah yang ingin berwisata.
"Perlu kerjasama dengan sektoral agar disana didirikan puskesmas pembantu. Hal ini berguna, jika ada pengunjung yang sakit tidak terlalu jauh untuk berobat ke Pasir Pengaraian, karena jarak tempuh yang lumayan jauh," pintanya.
Dirinya optimis, obyek wisata Sungai Bungo ini dapat menambah PAD Rohul dan menunjang perekonomian masyarakat, jika sarana penunjang ditambah lagi dengan pembinaan kepada masyarakat tempatan dapat dilaksanakan.
"Setelah itu tinggal pembenahan terhadap sarana pendukung lainnya. Ini dapat menambah PAD dan menunjang perekonomian masyarakat. baik di perdagangan, hotel dan lain sebagainya," urainya. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…