RIAUBOOK.COM - Dalam upaya penyelamatan surat berharga serta dokumen penting peninggalan milik Kerajaan Siak, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak telah melakukan Restorasi (Mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula) sebanyak 607.000 lembar jenis surat penting milik Istana Siak yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.
Sudah barang tentu, ini menjadi arsip kerajaan dan memiliki nilai sejarah yang tinggi karena sudah ada dan dibuat sejak Kesultanan Siak pertama yaitu semasa Dipertuan Besar Sultan Siak Abdul Jalil Syah Raja Pertama atau dikenal dangan nama Raja Kecik berkuasa pada tahun 1723-1746 M sampai dengan Sultan Siak yang ke II yaitu Sultan Syarif Qasim.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak Wan Fazri Auli mengatakan dalam upaya merawat agar tidak terjadi kerusakan, menyimpan baik di file, Sofcopy, dan Hard Copy serta di kertas sudah dilakukan sejak tahun 2011 hingga tahun 2016. Dari total 607.000 lembar yang sudah mengalami pemulihan sebanyak 34.000 lembar surat, Rabu (06/04/2017).
Tahun 2017 ini pihaknya telah menyelamatkan 1.500 lembar surat penting milik Kerajaan Siak.
"Usia penulisan surat ada yang ditulis pada tahun 1819, 1826, 1828 serta tahun 1918," kata Fazri.
Menurut Fazri, saat ini masih tahap penyelamatan dokumen dan dalam proses dan diuji oleh ahli media, jika sudah melewati tahap uji ahli media maka dokumen tersebut berbentuk Mikro file kemudian baru didaftar di lembaga ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).
"Kita tidak mau di kemudian hari dokumen penting yang sangat bersejarah ini hilang," katanya lagi.
Kata Fazri, ia mengacu Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pasal 6 ayat 1 mengamanatkan bahwa penyelenggaraan kearsipan nasional merupakan tanggung jawab Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai penyelenggara kearsipan nasional.
Di pasal lain menjelaskan tentang ketentuan pidana Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan/atau memiliki arsip negara untuk kepentinggan pribadai atau orang lain, maka dapat dipidana paling lama 5 tahun, atau denda paling banyak Rp. 250 juta.
"Saat ini yang menjadi gendala adalah kita belum memiliki payung hukum yang kuat atau Perda yang mengatur tentang kearsipan daerah, namun kita berupaya tahun ini Peraturan Daerah tentang kearsipan sudah siap dan berharap sudah disahkan oleh Dewan Kabupaten Siak," kata Fazri.
Dengan adanya Perda Kearsipan, Fazri berharap dokumen bersejarah seperti ini dapat disimpan, diarsip di bawah naungan lembaga yang ia pimpin saat ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak karena dinas nya lah yang lebih paham secara teknis bagai mana memelihara, merawat dokumen bersejarah dan juga dokumen Negara.
Sementara itu, Kepala Seksi Preservasi Aqusisi dan Arsip Sarifah Suryani mengungkapkan Sultan Siak orangnya sangat pintar. Ini terlihat dari tata bahasa dan kata-kata yang digunakan di setiap surat sangat indah. Kemudian memiliki tulisan yang indah dan Sultan Siak sangat hobi berkirim surat baik kepada bawahan, keluarga dan juga kepada sahabatnya yang ada di luar negeri.
Sarifah juga menjelaskan yang menjadi kendala oleh pihaknya adalah keterbatasan SDM dalam memiliah surat tersebut, karena di dalam dokumen kerajaan ini terdapat beberapa bahasa seperti ditemukan surat berbahasa Inggris, Belanda, Arab, Prancis dan Belgia. Untuk mengatasi masalah tersebut pada tahun 2017 ini, pihaknya akan mendatangkan ahli bahasa. Kemudian pada masa Sultan Siak memimpin, Kerajaan Siak memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan besar yang ada di luar negeri.
"Pada tahun 2017 dari total 607.000 lembar jenis surat penting milik Kerajaan Siak yang sudah di scan sebanyak 34 ribu lebih," kata Sarifah.
Saat ditanyakan tentang bantuan pusat, yakni menjelaskan dari 34 ribu dokumen atau surat penting tersebut, dinasnya mendapat bantuan dari ANRI pusat sebanyak 428 lembar surat yang telah di restorasi. Tahapan restorasi yang sangat penting adalah penyelamatan dokumen menggunakan tisu Jepang.
"Tisu Jepang ini setelah di temple di dokumen lama maka tulisan yang tidak nampak akan menjadi jelas. Dengan ditempel tisu Jepang, dokumen dapat bertambah usiannya 100 tahun," terangnya.
"Minat masyarakat Kabupaten Siak masih rendah dalam membaca buku, sehingga ini menjadi persoalan bagi pemerintah agar bagi mana masyarakat gemar membaca buku," pungkasnya. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…