Full Day School Tidak Pantas!

Riau Book- Di setiap Negara memiliki konsep tersendiri mengenai pendidikannya, mulai dari tujuan, kurikulum pendidikan, bahkan sampai sarana dan prasaran di rancang sedemikian rupa guna meningkatkan mutu Pendidikan di suatu Negara tak terkecuali Negara Indonesia. Dalam pendidikan di Indonesia arah dan kebijakan tentunya berdasarkan Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Demi meningkatkan mutu pendidikan banyak langkah yang dilakukan pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru bergabung Kabinet Kerja Jilid II setelah menggantikan Anies Baswedan membuat gebrakan baru di awal masa kerjanya, Full Day School konsep yang ditawarkan oleh Mendikbud. Full Day School akan di terapkan pada jenjang SD dan SMP.

Langkah ini diambil melihat banyak para orang tua murid yang bekerja seharian penuh dan pulang bekerja hingga sore hari bahkan larut malam. Tujuan dari Full Day School ini agar peserta didik selepas pelajaran sekolah tidak sendiri di rumah dan terhindar dari prilaku-prilaku yang menyimpang kemudian segala aktivitas mereka bisa di pantau oleh guru selama berada di sekolah. Selain itu peserta didik selama di Sekolah akan ada diadakan kegiatan-kegiatan yang memiliki manfaat seperti mengaji, mengerjakan tugas sekolah, kegiatan Ekstrakulikuler dan sebagainya.

Namun ide yang diusung oleh Mendikbud ini tentu dirasa belum pantas di terapkan, mengapa demikian. Ada beberapa hal yang menurut saya harus di perhatikan, apalagi Full Day School ini diterapkan pada jenjang SD dan SMP. Pertama Anggaran Pendidikan, Penerapkan Full Day School tentu akan memerlukan biaya tambahan, seperti Kebutuhan konsumsi siswa yang harus di penuhi oleh pihak sekolah, pasal nya jam sekolah yang diterapkan biasanya hanya Dari Pukul 07.00 — 12.00 WIB untuk SD, sedangkan SMP dari pukul 07.00-13.00 WIB, berubah hingga sampai pukul 17.00 WIB. Tentunya peserta didik harus membutuhkan makan siang sebagai pengisi tenaga mereka yang seharian lelah mengikuti pelajaran. Biasanya peserta didik pulang ke rumah sudah bisa makan siang.

Pihak sekolah harus bertanggung Jawab dalam menyiadakan kebutuhan peserta didiknya jika Full Day School di terapkan. Kemudian banyak sekolah di Indonesia yang memiliki ruangan belajar yang jumlah nya terbatas, biasanya pihak sekolah membagi jadwal masuk pagi dan siang, dan apabila Full Day School di terapkan tentunya sekolah yang tidak memiliki ruangan yang terbatas harus menambah ruang kelas untuk menampung peserta didiknya. Kedua, yang harus diperhatikan, tidak semua peserta didik memiliki ekonomi menengah keatas. Banyak peserta didik yang sepulang sekolah membantu orang tua bekerja untuk memuhi biaya sehari-hari dan biaya sekolahnya. Penerapan Full Day School ini di terapkan secara menyeluruh di sekolah, tentunya hal yang dikhawatirkan akan menggagu pekerjaan Siswa, dan ujung-ujungnya akan ada siswa yang putus sekolah.

Ketiga, Full Day School ini banyak menambah kegiatan-kegiatan yang dapat menguras tenaga peserta didiknya. Tentunya ini akan menggangu kesehatan sebagian peserta didik yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak seperti anak-anak normalnya. Peserta Didik juga membutuhkan istrirahat yang cukup, jika dipaksa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut tentunya akan membuat peserta didik jatuh sakit.

Keempat yang harus di perhatikan adalah jumlah Guru yang terbatas di sekolah. Banyak Sekolah-sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidiknya. Jika penerapan Full Day School ini tanpa di imbangin jumlah guru yang akan mengawasi peserta didiknya tentu ini akan menjadi permasalahan dan proses belajar mengajar dalam Full Day School tidak akan efisien.

Penerapan Full Day School ini harus ditinjau kembali. Tidak semua orang tua peserta didik bekerja hingga sampai malam. Jika penerapan Full Day School akan merampas sebagian waktu peserta didik dengan orang tuanya. Memang banyak sekolah-sekolah yang berada di kota sudah menerapkan Full Day School dan hasilnya sangat baik, tapi penerapan Full Day School ini harus ada standarisasi bagi sekolah yang akan menerapkan ini, baik dari segi sarana prasarana sekolah dan kapasitas tenaga pengajarnya.

Menurut saya yang terpenting saat ini bagaimana mentri pendidikan dan kebudayaan harus mampu melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia. Banyak daerah-daerah yang jauh dari kota/kabupaten yang masih minim dan jauh dari kata layak. Baik dari segi sarana dan prasarana, tenaga pendidik, dan hal yang menunjang proses belajar dan mengajar. (RB/yp)

Penulis adalah Menteri Sosial dan Politik BEM Universitas Riau: Aditya Putera Gumesa

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

DBH Turun, Harus Ada Solusi untuk Pendapatan Daerah

Riau Book- Dana Bagi Hasil ( DBH ) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan…

Foto

Diantara 59 Tahun Riau Berdiri dan Suku Pedalaman Riau

Riau Book- Tepat pada tanggal 9 Agustus 2016, Riau menginjak usianya yang ke- 59 Tahun. Sederet persiapan disetiap daerah di…

Foto

Pokemon Ini Membuat Gamers Menjadi Lupa Diri

Riau Book- Akhir-akhir ini dunia dimarakan dengan permain Pokemon Go termasuk di Indonesia salah satunya, hal ini seharusnya menjadi perhatian…

Foto

Kawal Reklamasi

Riau Book- Pasca reshuffle kabinet kerja, banyak pendapat yang beranggapan bahwa pergantian pengurus yang dilakukan merupakan besar dari pengaruh politik…

Foto

Seharusnya Gubri Tegas!

Riau Book- Rendahnya Realisasi penggunaan APBD Provinsi Riau oleh Pemerintah provinsi Riau menjadi sorotan publik, Satuan Kerja Perangkat Daerah (…

Foto

Mereformasi Lembaga Politik dan Ekonomi

Riau Book- Di era terbuka saat ini dengan digaungkannya semangat konsolidasi demokrasi menguatnya fungi parlemen dalam sistem pemerintahan Indonesia adalah…

Foto

Jokowi Bermain Aman

Riau Book-Reshuffle kabinet banyak menuai tanggapan oleh rakyat Indonesia, tuntutan untuk di segerakan adanya reshuffle kabinet menuai sambutan hangat…

Foto

Kohati HMI Badko Riau-Kepri Sesalkan Keputusan SP3 15 Perusahaan

Riau Book- Pasca empat bulan dilantiknya Supriyanto sebagai Kapolda Riau, sungguh menjadi sebuah ironi bagaimana proses "ajaibnya" sehingga dikeluarkan kebijakan…

Foto

Mengkaji (Budaya) Perjalanan

Riau Book - Beberapa waktu lalu, di waktu senggang, saya iseng mencari penelitian-penelitian tentang backpacking di Indonesia. Hasilnya mengejutkan. Saya…

Foto

Hari Anak Nasional, BEM Unri: Lindungi dan Penuhi Hak-hak Anak

Riau Book- Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. Ke depan, anak-anak Indonesia diharapkan dapat terpenuhi segala…

Foto

Keluarkan Pernyataan Sikap, BEM Unri: "Jokowi Harus Copot Kapolda Riau"

PERNYATAAN SIKAP BEM UNIVERSITAS RIAU"Menagih Janji Jokowi & Copot Kapolda Riau"Assalammulaikum Wr. WbHidup Mahasiswa!!! Hidup Rakyat Indonesia!!!Riaubook- Hari ini Wakil…

Foto

Banyak Terjadi Musibah Longsor di Inhil, Bupati Wardan Harus Cari Solusi

Riau Book - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, harus mencari solusi mengatasi kejadian longsor dan selalu menyebabkan kerugian…

Foto

Dosa-dosa Kemerdekaan

Riau Book - Sekitar 21 tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tapatnya tahun 1924, telah berdiri sebuah perusahaan minyak raksasa, Caltex…

Foto

Bagaimana Mau Menggali Potensi Desa, Kalau Dana DMIJ Terlalu Banyak Untuk Pelatihan

Riau Book - Program Pemerintah Inhil Dana Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) memang terdengar begitu besar, yang dipercaya bisa pendongkrak…

Foto

Pasca Raya BKD Inhil Akan Tindak Tegas Pegawai yang Bolos Dihari Pertama Masuk Kerja

Riau Book - Paska libur lebaran Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Fauzar menyatakan pihaknya akan memberikan…

Foto

Di Inhil, Pendamping Desa Program (DMIJ) Tidak Hadir 10 Hari Berturut-turut Diminta Untuk Mundur

Riau Book - Tidak hadir selama 10 hari berturut-turut ditempat bertugas (Desa, red) Pendamping desa Program Desa Maju Inhil Jaya…

Foto

DPRD Inhil Ingatkan Pemerintah Agar Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Harus Sesuai Jadwal

Riau Book - Wakil Ketua DPRD Inhil, DR Ferryandi ingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) agar dalam melaksanakan berbagai…

Foto

Menpan RB Bakal Terbitkan Aturan soal "Open House" Pejabat Negara

Riau Book - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan kementeriannya akan menerbitkan kebijakan yang mengatur penyelanggaraan…

Foto

Bom Solo Berkaitan dengan Bom Madinah?

Riau Book — Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengecam bom bunuh diri yang terjadi di Mapolreta Surakarta, tadi pagi. Peristiwa…

Foto

HM Wardan Mengapresiasi dan Nilai FAKDI Bisa Memberikan Pemikiran Kemajuan Inhil

Riau Book — Hadiri acara wacana pembentukan Forum Alumni Kepala Desa Inhil (FAKDI), Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengapresiasi…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan