RIAUBOOK.COM - Bupati Siak H Syamsuar telah berpamitan dengan masyarakat di 14 Kecamatan di Kabupaten Siak, mulai dari Kecamatan Sabak Auh (8/1/19) lalu hingga ke ke Kecamatan Bunga Raya (1/2/19). Pamitan beliau tersebut juga merupakan silaturahmi dengan masyarakatnya menjelang beliau dilantik sebagai Gubernur Riau periode 2019-2024 19 Februari mendatang di Istana Negara.
Beliau membawa istrinya Misnarni Syamsuar, ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Sekda Siak TS Hamzah, serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Siak. Dari acaranya tersebut, Syamsuar juga melakukan peresmian beberapa proyek pembangunan di masing-masing daerah yang beliau kunjungi.

Di Sabak Auh, beliau meresmikan Agrowisata BJ Go Green tepatnya di bawah jembatan Sultan Abdul Djalil Rahmadsyah, atau jembatan teluk Mesjid, selain itu beliau juga meresmikan air bersih bantuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral yang ada di Kampung Rempak, juga meresmikan beberapa proyek pembangunan di Sabak Auh.

Pamitan kedua dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Dalam (10/1/19) pagi, disana beliau meresmikan 13 proyek pembangunan baik dari dana APBD Kabupaten sampai dana APBN. Diantaranya peresmian rumah layak huni dibeberapa kampung. Disana juga beliau mendapat aspirasi dari masyarakat, bawa sesuai dengan janji beliau sewaktu kampanye Pilgubri dulu, beliau penegak berjanji jika itu terpilih beliau akan memindahkan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II ke Kabupaten Siak.
"Insha Allah, kita sudah bicarakan ini dengan bapak Presiden Jokowi, beliau berjanji akan merealisasikan rencana itu jika ia terpilih kembali menjadi Presiden RI," kata Syamsuar saat itu.

Di hari yang sama, beliau melakukan silaturahmi dan pamitan di Kecamatan Kerinci Kanan, disana Bupati Siak dua periode itu meresmikan Rumah Sakit tipe D, dengan rumah sakit itu menjadi harapan besar bagi Masyarakat, karena Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu Kecamatan dengan jarak tempuh yang jauh ke pusat Ibu Kota Kabupaten, rumah sakit itu juga dilengkapi dengan beberapa dokter spesialis.
Sepekan setelah itu, (17/1/19) beliau ke Kecamatan Koto Gasib, beliau disambut antusias masyarakat disana, dengan jumlah ratusan masyarakat yang hadir, beliau menyampaikan kembali bahwa beliau komit untuk memperjuangkan Bandara SSK II itu pindah ke Kabupaten Siak. Selain itu, beliau juga meresmikan GOR di Tasik Seminai dan beberapa proyek lainnya.
Sorenya di hari yang sama, masyarakat Kecamatan Mempura dikunjungi oleh mantan Camat Siak itu, meski diguyur hujan lebat, tidak menyurut hati masyarakat untuk datang. Diakhir acara, salah seorang ibu-ibu terlihat menangis saat bersalaman dengan Syamsuar, beliau sedih karena Syamsuar sebentar lagi akan meninggalkan Siak.
"Saya sedih pak, bapak Kejap lagi meninggalkan kami," kata ibu itu, dengan logat melayunya.
(21/1/19), masyarakat Kecamatan Sungai Apit disambangi Syamsuar, Kecamatan kelahiran ketua DPRD Siak itu juga Bupati Siak H Syamsuar meresmikan beberapa proyek pembangunan, salah satunya peresmian balai seni di Kampung Sungai Kayu Ara, uniknya masyarakat setempat memberi nama balai seni tersebut dengan nama Misnarni Syamsuar, yakni nama dari Istri Syamsuar.
http://www.riaubook.com/adminrb/admin_foto.php?aksi=nonaktif&id=2080
Disitu juga beliau menyempatkan diri untuk mengunjungi Pondok Pesantren yang ada di Kampung Lalang, beberapa aspirasi yang disampaikan pengurus Pondok Pesantren direspon langsung oleh Syamsuar, beliau berjanji akan merealisasikan apa yang menjadi aspirasi dari pengurus Pondok Pesantren tersebut.
Sorenya, beliau berkunjung ke Kecamatan Pusako, tepatnya di Kampung Sungai Limau, meski diguyur hujan lebat, tidak menyulut hati masyarakat untuk datang, masyarakat menunggu kabar bahagia dari Syamsuar tentang pembagian program lahan TORA. Bak gayung bersambut, Syamsuar menjelaskan sebanyak 4000 TORA dibagi ke masyarakat, Syamsuar menghimbau agar masyarakat yang memperoleh lahan TORA tersebut agar tidak menjualnya.
Kemudian dilanjutkan ke Kecamatan terjauh di Kabupaten Siak, Kecamatan Kandis. Sebelum Syamsuar dilantik menjadi Gubernur Riau Februari mendatang, dan akan meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Siak, Syamsuar meninggalkan Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan kedepannya.
"Tadi saya diskusi dengan Camat, Kandis ini meminta jalan baru dibuka untuk memangkas jarak tempuh kalau ke Siak. Saat ini dari Kandis-Siak 3 jam bahkan lebih, semoga nanti adanya jalan baru nanti bisa memangkas waktu itu," kata Syamsuar, saat melakukan silaturahmi sekaligus pamitan dengan masyarakat Kecamatan Kandis menjelang beliau dilantik menjadi Gubernur Riau, Rabu (23/1/19) lalu.

Syamsuar mengatakan, selain itu juga kedepannya masyarakat Kandis juga ingin mempermudah tempat pelayanan kesehatan di wilayahnya.
"Ini akan menjadi PR juga bagi kita untuk mendirikan Rumah Sakit tipe D di Kandis ini. Pasalnya pembangunan Puskesmas dari Provinsi sampai sekarang belum juga selesai-selesai," kata Syamsuar.
Selain itu Syamsuar juga mengatakan, di Kandis ada Rest Area, ia berharap sesuai dengan arahan presiden, supaya tempat tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat disemir untk berjualan makan minum, selain itu juga produksi usaha masyarakat juga bisa diletakan di situ untuk dijual.
"Ada lagi, di Kandis ini masih terdapat 2 dusun yang masih belum terkait listrik, nanti kita akan minta ke pihak PLN untuk menyambung aliran listrik ini ke kedua dusun ini," kata Syamsuar.
Selain itu, Syamsuar juga mengatakan PR baginya kedepan adalah pembangun beberapa jalan yang ada di Kecamatan Kanids. Ia mengatakan jika nanti anggaran Kabupaten tidak cukup untuk pembangunan tersebut, maka ia akan bantu melalui dana Provinsi.
Masyarakat Minas Diminta Bersiap Jemput Multiplier Effect Tol Sumatera
Bupati Siak H. Syamsuar dihadapan masyarakat Minas mengatakan, bahwa tugas melaksanakan pembangunan itu tidak mengenal kata usai. Syamsuar juga menyebut meskipun nantinya telah dilantik menjadi Gubernur Riau, ia akan tetap mengawal progres pembangunan yang ada di Kabupaten Siak.
"Saya sudah berpesan kepada Pak Wakil Bupati H. Alfedri, karena beliau nanti akan mengantikan saya menjadi bupati, saya bilang masa jabatan kita hingga tahun 2021. Saya akan tetap mengawal pembangunan di Kabupaten Siak, supaya apa yang menjadi kepentingan masyarakat bisa di akomodir " jelas Syamsuar, saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Minas, di Gedung Serba Guna Kantor camat Minas, Rabu (23/1/2019).
Lanjut kata bupati dua priode itu, terkait konflik sengketa tanah antara masyarakat dengan perusahaan yang kerap kali terjadi. Ia meminta kepada camat, penghulu dan lurah segera menginventarisir tanah yang masih berada dalam kawasan hutan.
"Saya minta kepada penghulu segera bantu administrasinya. Pendataan lahan harus segera dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik lahan dengan perusahaan, kalau ini sudah selesai baru lah tenang tidur saya," pintanya.
Ia juga berpesan kepada masyarakat Kecamatan Minas untuk tidak mudah menjual aset tanah yang dimiliki, dengan alasan masa depan sebagai alasan pertimbangan.
"Jangan mudah tergiur untuk menjual tanah, tanah tidak bertambah, justru yang bertambah anak cucu kita nanti", sebut Syamsuar.
Diakhir sambutannya Syamsuar, juga berharap rampungnya jalan tol Pekanbaru-Dumai, yang sedang dibangun pemerintah pusat dapat mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Tol Sumatera ini nanti rest areanya (tempat istirahat) akan berada di kecamatan Minas dan Kandis. Ini kesempatan bagi warga sekitar ntuk bisa berjualan. Akan ramai pengendara atau penumpang yang istirahat dan sejenak dalam perjalanan", kata dia.
Kunjungan kerja Bupati Siak H. Syamsuar di Minas selain bersilahturrhmi dan berpamitan dengan masyarakat tersebut, ditutup dengan agenda meresmikan sejumlah proyek pembangunan pemerintah diantaranya Proyek pembangunan Rumah Sakit tipe D, dengan melakukan seremonial penandatanganan batu prasasti.
Camat Minas Hendra Adi Nugraha mengatakan, masyarakat Minas dengan penuh sukacita mengantarkan Bupati Siak dua periode H Syamsuar untuk menjadi Gubernur Riau. Karenanya kata dia, acara kunjungan kerja ini dikemas sekaligus sebagai syukuran atau pesta rakyat.
"Kami masyarakat Minas berbahagia dan siap mendukung bapak menjalankan tugas sebagai Gubernur Riau. Besar harapan kami bapak agar tetap memperhatikan pembangunan di Kecamatan Minas ini" sebut Hendra dalam sambutannya.
Lengkap Sudah, 100 Persen Desa di Siak Teraliri Listrik
Akhirnya, seluruh masyarakat di Kabupaten Siak sudah teraliri listrik, setelah Bupati Siak H Syamsuar hari ini meresmikan 100 persen listrik desa di Kabupaten Siak, Kamis (31/1/2019) di Kampung Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau.
Pemerintah terus mengejar pemerataan pembangunan di seluruh desa di kabupaten Siak, salah satunya dengan peningkatan rasio elektrifikasi ke seluruh kampung (desa). Sampai dengan Desember 2018 Rasio Elektrifikasi (RE) di Kabupaten Siak mencapai 98,98 persen.
"Dari 131 Kampung yang ada, saat ini telah teraliri listrik PLN sebanyak 127 Kelurahan/ Kampung dan 4 (empat) kampung sisanya akan kami resmikan hari ini" ungkap Syamsuar dihadapan masyarakat Kecamatan Sungai Mandau.

Pelayanan infrastruktur dasar, lanjut Syamsuar merupakan program utamanya bersama Wakil Bupati Siak Alfedri pada periode sebelumnya. Infrastruktur dasar ini seperti pembangunan jalan, sarana air bersih, kesehatan, pendidikan dan pemerataan listrik di setiap kampung.
"Alhamdulillah semuanya terlaksana dengan baik, berkat kerja keras dan kerjasama dengan pihak PLN dan Provinsi, kerja cepat PLN ini perlu kita apresiasi" kata Syamsuar lagi.
Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat telah membangun jaringan listrik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 315,48 Kms dan Pembangunan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 506,59 Kms, Trafo 88 unit, pengadaan genset, serta bantuan PLTS dan SHS sebanyak 1.565 unit, serta memasang ratusan PJUTS dibeberapa kampung dan kelurahan, yang bersumber dana dari APBN.
Selain dana APBD/APBN, kata dia, Pemerintah Kabupaten Siak berkerjasama dengan Perusahaan Lokal melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. BSP dalam hal membantu Rumah Tangga Miskin dengan membantu unit perangkat Listrik Mandiri Rakyat. Serta melalui Badan Amil Zakat Kabupaten Siak meluncurkan Program Siak Peduli, yaitu program berkelanjutan pemasangan listrik gratis untuk kaum dhu'afa di Kabupaten Siak.
General Manajer PLN Riau dan Kepulauan Riau M Irwansyah Putra mengatakan, dengan pengoperasian infrastruktur listrik desa tersebut dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dirinya mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan energi listrik secara optimal sehingga bisa meringankan pekerjaan rumah tangga.
"Kerjasama dengan Pemkab Siak, PLN telah menyelesaikan pembangunan 35,7 Kms jaringan tegangan menengah, 19,3 Kms jaringan tegangan rendah dan 722 Kva travo distribusi dengan nilai investasi sebesar Rp 19,3 Milyar" tutur Irwansyah.
Dia menjelaskan untuk tahun depan, pihaknya sudah menargetkan seluruh desa di Riau akan mendapatkan pelayanan listrik PLN. Dengan peningkatan jaringan listrik sampai ke desa, artinya perekonomian menjadi semakin baik.
"Pada hari ini dapat diselesaikan 4 desa terakhir yang ada di kabupaten Siak, artinya sudah 100 persen listrik sudah teraliri di kabupaten Siak" jelasnya.
Pada kesempatan itu secara bersama-sama dilakukan penekanan tombol sirine tanda seluruh desa di kabupaten Siak sudah teraliri listrik.
Kemudian dilakukan penandatangan sejumlah prasasti diantaranya pembangunan gedung futsal Muara Kelantan. Penyerahan 1 unit Ambulance dari dana desa untuk kampung Bencah Umbai dan penyerahan bantuan PLN peduli berupa 100 paket sembako untuk masyarakat fakir miskin dan dhuafa dengan total Rp 15 juta.
Penyerahan penghargan PLN UP3 oleh GM PLN Riau Kepri kepada Bupati Siak atas dukungannya menjadikan kabupaten Siak tertib bayar rekening listrik tahun 2018.
Selanjutnya Bupati Syamsuar berbicara dengan Penghulu Tasik Betung Khairul Anas dan penghulu Teluk Lanus melalui video conference terkait listrik desa.
Pamitan dengan Masyarakat Tualang
Dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Siak, Kecamatan Tualang juga selama ini mendapat porsi yang berlebih dari Kecamatan lain. Saat beliau melakukan pamitan di Tualang, disambut ratusan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan Syamsuar silaturahmi di Kecamatan yang dijuluki kota Industri itu.
Tampak hadir sejumlah anggota DPRD Siak dapil Tualang, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Beliau saat itu juga melakukan peresmian Rumah Sakit tipe D, rumah sakit tersebut sangat la perlu bagi Masyarakat, karena Kecamatan Tualang dengan masyarakat yang ramai juga salah satu k catatan yang jarak tempuh ke pusat Ibu Kota juga termasuk jauh.
Pamitan di Dayun, Syamsuar Dipakai Blangkon dan Bicara Pengelolaan Ladang Minyak CPP Block Dikelola Daerah
Bupati Siak H Syamsuar kembali melakukan silaturahmi ke setiap Kecamatan di Kabupaten Siak, kali di Kecamatan Dayun, Syamsuar disambut dengan Reog dan dipakai Blangkon oleh masyarakat, Jumat (25/1/19).
Acara dipusatkan di lapangan Sepak Bola Kampung Banjar Seminai, Syamsuar didampingi istri serta sejumlah OPD dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Siak sebelumnya meresmikan Puskesmas Kecamatan Dayun.
"Alhamdulillah, suatu kehormatan bagi kami bisa memakai blangkon, saya juga termasuk keluarga dari suku Jawa, karena mertua saya orang Jawa," kata Syamsuar.
Dihadapan masyarakat dalam sambutannya, Syamsuar mengatakan tak dapat membayangkan seandainya pengelolaan ladang minyak CPP Blok tidak dikelola oleh perusahaan milik daerah PT Bumi Siak Pusako (BSP). Andai hal tersebut terjadi kata dia, tentu masyarakat akan ikut terkena dampaknya.
"Saya tidak terbayang jika ladang minyak CPP Blok ini dikelola oleh perusahan lain, sementara di BSP ada 85 persen anak Riau yang mengabdikan diri termasuk anak Kabupaten Siak, mungkin diantaranya termasuk anak kita asal Dayun yang bisa terkena PHK," ucapnya.
Untuk itu, kesempatan yang diberikan pemerintah pusat kepada BSP untuk mengelola sendiri ladang minyak di daerah perlu disyukuri, agar daerah semakin dapat merasakan berkah dari kekayaan dalam perut bumi sendiri.
Syamsuar juga bercerita, saat melaksanakan ibadah umroh beberapa waktu lalu didepan Ka'bah ia berdoa agar Kabupaten Siak diberikan jalan oleh Allah untuk meningkatkan kesejahteraan daerah.
"Alhamdulillah doa kita diijabah, Presiden melalui Menteri ESDM memberikan kesempatan agar ladang minyak yang ada di daerah ini bisa kita kelola secara mandiri" kenangnya.
Kata dia, kesempatan ini seterusnya akan mendatangkan berkah bagi masyarakat di Kecamatan Dayun, yang tinggal berdekatan langsung dengan PT BSP.
"Saya ingin pimpinan PT BSP memberikan kesempatan kepada putra putri di Kecamatan Dayun, agar mereka bisa mengabdikan diri di BSP, karena ladang minyak ini langsung berhadapan dengan tempat tinggal mereka" pintanya.
Syamsuar yang tampil dengan penampilan khas kemeja putih lengan panjang dan celana hitam itu juga mengatakan, selama lima tahun dirinya memimpin Siak telah berupaya membangun jalan poros desa yang seringkali terkendala persoalan anggaran daerah.
Namun kata Gubernur terpilih ini berkat bantuan pemerintah pusat yang dikucurkan lewat dana DAK, sebagian besar dari seluruh kecamatan kini sudah bisa menikmatinya.
"Tahun lalu kami telah menyelesaikan jalan poros sepanjang 4 km, yang anggarannya bersumber dari dana DAK pusat. Selanjutnya peningkatan jalan poros Kampung Berumbung Baru sepanjang 3,4 Km sedang dalam proses tender. Begitu juga peningkatan jalan di Suka Mulya Pangkalan Makmur sepanjang 3,24 km dan peningkatan jalan Buana Makmur Sri Gading Kampung Lubuk Dalam sepanjang 500 meter, kesemuanya menggunakan dana Alokasi Khusus (DAK) APBN," kata Syamsuar
Siak Sri Indrapura jadi Kecamatan ke-13 Dikunjungi Syamsuar
Bupati Siak H Syamsuar, (1/2/19) saat berkunjung ke Kecamatan Siak Sri Indrapura menyampaikan keberhasilan beliau di dalam membangun Kabupaten Siak, ia menyampaikan salah satu contoh dalam bidang pariwisata, dulu orang yang berkunjung ke Kota Istana itu hanya hitungan ribuan dalm setahun, kini dari data yang diperoleh jumlah orang datang ke Siak untuk berwisata sudah sampai angkat 300 ribu lebih, hal itu sejalan dengan visi misi beliau yang di ruang di dalam RPJMD 2016-2021, untuk menjadi Kabupaten Siak sebagai pusat pariwisata tertinggi se Sumatera.

Bunga Raya Kunjungan Terakhir, Syamsuar Sampaikan banyak Orang Luar Ingin Belajar Bertani di Siak
Kecamatan Bunga Raya menjadi Kecamatan terakhir yang dikunjungi Syamsuar, Syamsuar menyampaikan saat ini orang luar banyak ingin belajar tentang pertanian di Siak, karena petani Bunga Raya selalu sukses dan berhasil menanam padi.
"Siak kini sudah menjadi barometer Riau, banyak orang luar yang ingin belajar menanam padi di Bunga Raya ini, tentu ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kita," kata Syamsuar, ketika itu.

Syamsuar saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Masyarakat, selalu menyempatkan diri untuk bernyanyi dengan istrinya, terpantau saat berkunjung setiap Kecamatan, Syamsuar selalu membawa lagi Favoritnya yang berjudul "Sandiwara Cinta, Aku Takut, Aku yang Terkait dan Jujur". (RB/Agus)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…