RIAUBOOK.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak melaksanakan sidang paripurna terkait pengunduran diri Syamsuar sebagai Bupati Siak masa jabatan 2016-2021, dalam paripurna tersebut Syamsuar menyampaikan sejumlah prestasi yang ia raih selama memimpin Kabupaten berjuluk Kota Istana itu selama periode pertama dan periode kedua.
Sidang dipimpin ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Senin (4/2/19), didampingi wakil ketua I dan II Sutarno dan Hendri Pangaribuan, juga hadir Wakil Bupati Siak H Alfedri serta unsur Forkopimda Siak serta OPD dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Siak.
Syamsuar dalam pidatonya menyampaikan permohonan maaf, jika selama ia memimpin Kabupaten Siak 8 tahun terakhir banyak terdapat kepala dan dan belum terakomodir aspirasi dari masyarakat. Namun dia berharap pada penggantinya nanti Alfedri agar pembangunan sesuai dengan visi misi mereka yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021 dapat dilanjutkan.
"Sebagaimana diketahui bersama, tujuan pembangunan jangka menengah Kabupaten Siak adalah ingin menjadi masyarakat Kabupaten Siak, yang maju dan sejahtera, berdasarkan visi yang tertuang di RPJMD siak tahun 2016-2021," kata Syamsuar.
Meskipun maju dan sejahtera, indikator yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, namun bila dilihat dari keunggulan kooperatif kabupaten Siak telah menjelma sebagai Kabupaten yang maju di Riau .
"Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator perdamaian serta kerja kita bersmaa. Kabupaten Siak Insha Allah akan dipimpin Alfedri, kami yakin Siak akan semakin unggul dan maju," kata Syamsuar.
Syamsuar mengatakan, Kabupaten Siak telah membuktikan menjadi terbaik disemua bidang, seperti dalam kelola keuangan, telah mampu memperoleh WTP 7 kali berturut turut.
"Selain itu, dalam rangka untuk memberikan pelayanan publik yang terpadu satu pintu, bukan saja terbaik di Riau tetapi termasuk salah satu terbaik nasional ," kata Gubernur Riau terpilih itu.
Dalam akuntabilitas lanjut Syamsuar , kinerja instansi pemerintah meskipun Kabupaten Siak mendapatkan nilai B. Namun terhadap penilaian tersebut, tetapi kabupaten Siak masih mendapat yang terbaik dalam SAKIP di Riau.
Bidang keagamaan, pada MTQ XXXVII Riau di Pekanbaru kemarin, kabupaten Siak peroleh peringkat 3 besar, perhelatan itu mengandalkan anak Siak asli dengan dilakukan pembinaan jauh hari.
Pada bidang olahraga Syamsuar, pada Porprov Riau di kampar lalu, posisi Siak masuk 5 besar dengan peroleh peringkat ke-4.
"Demikian pula dalam hal personal, anak-anak Siak sekarang sudah disegani di Riau, baik itu bidang olahraga , kompetisi pendidikan dan ilmu pengetahuan, bahkan anak Siak telah mampu mengukir prestasi di level internasional," tutur mantan Camat Siak itu.
Pada sektor pendidikan, tahun 2017-2018, terdata 38 siswa SD dan SMP yang berprestasi baik prestasi dibidang O2SN, baik provinsi maupun nasional serta bidang FLS2EN.
"Pada sektor kesehatan, kabupaten Siak telah dianugerahkan swasti saba pandafa sebagai prestasi kabupaten Siak, kemudian sebagai peraih 10 top inovasi tahun 207 dalam kategori Alarm bersalin," tuturnya.
Sementara tingkat kesejahteraan masyarakat. Indek Pembangunan Masyarakat (IPM) 73,18, merupakan IPM tertinggi khusus Kabupaten tertinggi di Riau dan ketiga tertinggi di Riau dibawah Kota Pekanbaru dan Dumai
"Bila pendapatan belum dapat menjelaskan disparitas antara keluarga kaya dan miskin maka angka kemiskinan sebagai pelengkapnya. Angka kemiskinan di Kabupaten Siak adalah 5, 44 Persen terendah di Riau dibawah Pekanbaru dan Dumai," kata Syamsuar.
Demikian untuk pengangguran terbuka di Siak sebanyak 4,13 persen, Siak menempati Kabupaten nomor 2 paling sedikit menganggur di Riau dibawah Indragiri Hilir.
Mengenai keinginan Siak sebagai tujuan wisata se sumatera, sudah mulai terlihat penghubung datang ke Siak kata Syamsuar. Jika dulu wisatawan datang ke Siak hanya berjumlah ribuan, tahun 2018 lalu wisatawan yang datang sudah sebanyak 387.038, itu karena Siak telah membuat beberapa iven pariwisata yang bertarap nasional maupun internasional. Dengan banyaknya tempat wisata di Siak, maka akan menjadikan pariwisata Siak semakin berjaya dimasa akan mendatang.
Sementara bidang Ekonomi kreatif, kabupaten Siak dan Bekraf telah menjalin kerjasama dalam hal riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif dan tim kolaborasi nusantara. Hal dari kolaborasi ini sudah dapat menghasilkan inspirasi kepada seniman pelaku usaha UK UMKM. Sehingga saat ini tumbuh karya kreatif yang menunjang kreativitas seperti pasar mohon di bawah jembatan Siak, Film karya anak Siak yang berjudul syair pengikat.
"Kemudian makanan khas Siak yang telah di kolaburasi, namun tidak menghilangkan ciri khas tempatan," kata Syamsuar
Dari prestasi tersebut kata Syamsuar, perlu diingat Siak saat ini ekonominya masih tergantung pada sektor pertambangan, industrasi pengolahan dan industri pertanian. Pada saat sektor pertambangan keuangannya mengalami penurunan harga, ekonomi Siak tumbuh sangat kecil, sehubungan hal tersebut, dalam mewujudkan ekonomi yang mandiri, Kabupaten Siak harus cepat melakukan pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Usaha ini telah didukung pemerintah pusat dengan ditetapkan nya KITB sebagai salah satu proyek strategis nasional sesuai Perpres no 58 tahun 2017.
Sebagaimana diketahui, Syamsuar pada 19 Februari ini akan dilantik menjadi Gubernur Riau 2019-2024 oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, beliau bersama wakilnya Brigjend TNI Edi Natar Nasution akan memimpin Riau 5 tahun kedepan.
Posisi Syamsuar kedepannya akan dijabat Alfedri yang saat ini menjadi wakil Bupati. Sidang paripurna tersebut juga beragendakan usulan wakil Bupati Siak menjadi Bupati definitif masa jabatan 2016-2021. (RB/Agus)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…