RIAUBOOK.COM - Kasus hoax Ratna Sarumpaet akan menjerat banyak tersangka minimal enam atau tujuh orang, kata Ketua Umun DPP Projo, Budi Arie Setiadi.
"Saya sudah mendapat informasi soal pengembangan kasus itu," kata Budi dalam pidato sebelum Deklarasi Relawan Jokowi (Projo) Riau di sebuah hotel berbintang di Pekanbaru pada Rabu (10/10/2018) sore.
Pada acara itu, turut hadir sejumlah kepala daerah termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih, Syamsuar dan Edy Natar Nasution.
"Kami juga mengapresiasi kerja kopolisian yang begitu cepat mengungkap kasus hoax Ratna, operasi plastik ngakunya digebukin," kata dia.
Kata dia, dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet, tidak mungkin dia _Ratna_ berdiri sendiri, pasti ini merupakan sebuah rencana bersama yang didesai begitu matang.
"Maka saya yakin, sudah dapat informasi bahwa kasus ini akan berlanjut ke sejumlah orang yang akan menjadi tersangka dalam waktu dekat," dia menambahkan.
Sebelumnya politikus seniorKwik Kian Gie mengungkap kasus hoax Ratna justru ada indikasi kepentingan yang luar biasa, bahkan berkaitan dengan uang senilai Rp1,5 triliun.
Ia mengakui bahkan pernah mengingatkanSandiaga Unountuk mewaspadaiRatna Sarumpaet.
Kwik mengatakan kecurigaannya terhadap Ratna muncul setelah bertemu dan berbincang dengannya pada 6 September lalu.
Kwikmengatakan dalam pertemuan itu Ratna bicara soal dana US$100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun yang ditransfer seseorang dari Inggris untuk kepentingan mereka.
"Waktuitu Ibu Ratna datang dengan beberapa temannya menceritakan tentangdana yang sangat besar, sekitar US$100 juta yang ditransfer dari Inggris untuk kepentingan mereka," kata Kwik pada Jumat (5/10/2018).
Kwik takmenjelaskan lebihjauh mengenai kepentingan yang dimaksud oleh Ratna. Dia melanjutkan berdasarkanpengakuan Ratna, dana itu takbisa dicairkan di Indonesia karena diblokir oleh pihak bank. Kwik lalu menanyakan maksud Ratna menceritakan hal itu kepada dirinya.
"Ratna saat itu menjawab hanya ingin minta saran. Saya bilang saya hanya bisa beri saran kalau saya tahu bukti transfernya mana," kata Kwik. (RB/fzr)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…