RIAUBOOK.COM - Dari jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Siak sebanyak 110.633 menghasilkan sampah pertahunnya menjadi lebih kurang 39.827.880 Kg atau 39.827,88 Ton.
"Jika tak di tanggulangi, maka akan berdampak bagi lingkungan," kata ketua Komunitas Perempuan Peduli Sampah (Puan Lisa) Kabupaten Siak Fahriza, usai dikukuhkan menjadi pengurus Puan Lisa di Gedung Tengku Mahratu Siak, Minggu (27/8/17).
Dengan begitu banyaknya sampah yang ditimbulkan oleh masyarakat Kabupaten Siak, membuat para ibu-ibu kreatif Siak ini membuat komunitas, yang mana sampah-sampah yang dihasilkan itu akan di jadikan kerajinan tangan dan akan menjadi penghasilan menjanjikan.
Selain sampah, tujuan berdirinya Puan Lisa Siak ini adalah Jumlah penduduk, dan perubahan pola hidup masyarakat, serta kecepatan teknologi dalam menyediakan barang secara melimpah ternyata telah menimbulkan masalah-masalah baru yang sangat serius, yaitu adanya barang yang sudah terpakai dan sudah tidak digunakan lagi sehingga mengakibatkan timbulnya sampah.
"Dua hal tersebut menjadi faktor, dibentuknya Komunitas Perempuan Peduli Sampah atau disingkat Puan Lisa kabupaten Siak. Puan Lisa ini tergabung dari organisasi wanita se Kabupaten Siak. Ini salah satu bentuk kepedulian kaum hawa terhadap pembangunan di Siak," ujar Fahriza.
Fahriza menambahkan, sampah bisa diolah menjadi energi, terutama sampah perkotaan, sebab masalah sampah sudah menjadi masalah yang menimbulkan dampak sosial dengan kerugian sosial, material, hingga kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, dengan dibentuknya komunitas ini, setidaknya bisa mengurangi dampak buruk dari sampah tersebut.
Pengukuhan Puan Lisa tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Rubiati. Tampak hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syafrilenti, Kadis Pariwisata Fauzi Asni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kadri Yafis, serta organisasi wanita se Kabupaten Siak.
Sementara, Staf Ahli Bupati Rubiati mengatakan, melalui komunitas ini diharapkan permasalahan sampah bisa diatasi, melalui cara yang paling mudah untuk mengurangi sampah, diantaranya melakukan 4R, Reduce, Reuse, Recycle dan Replace.
"Untuk mengatasi sampah bisa dilakukan dengan cara 4R. Pertama Reduce, mengurangi sebisa mungkin memakai barang plastik. Kedua Reuse, merupakan sebuah aktivitas mengelola sampah dengan menggunakannya kembali. Ketiga Recycle, merupakan upaya pengurangan sampah dengan cara mendaur ulang. Dan keempat Replace artinya gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama," jelas Rubiati. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…