RIAUBOOK.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut ada empat faktor yang bakal mempengaruhi ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mendatang.
Pertama, ungkap Sri Mulyani adalah bagaimana negara dapat menangani pandemi covid-19. Dia menjelaskan, keberhasilan penanganan pandemi virus corona akan mempengaruhi roda perekonomian pada 2021 mendatang.
Kedua, kondisi pemulihan kinerja perekonomian global. Ini khususnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan China dan kasus penularan virus corona di dunia.
"Pemulihan kinerja ekonomi global, terutama dipengaruhi penanganan pandemi virus corona, faktor geopolitik pasca pemilu AS, dinamika hubungan AS dan China, serta harga komoditas," ungkap Sri Mulyani dalam video conference, sepeti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (2/9/2020).
Ketiga, upaya reformasi struktural untuk meningkatkan kemudahan usaha dan menarik investasi. Keempat, dukungan kebijakan fiskal melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 4,5 persen sampai 5,5 persen. Menurutnya, target itu cukup realistis.
"Ini cukup realistis dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut dan baseline pertumbuhan ekonomi yang rendah pada 2020," ujar Sri Mulyani.
Ia menyatakan penanganan pandemi virus corona yang menyeluruh menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional dan mengembalikan ekonomi menjadi positif. Untuk itu, pemerintah kembali mengalokasikan dana pemulihan ekonomi nasional untuk 2021 sebesar Rp356,5 triliun.
"Alokasi ini terutama untuk penyediaan dan distribusi vaksin sebagai salah satu prioritas pemerintah dan bantuan sosial untuk mendukung, serta mempertahankan daya beli masyarakat menengah bawah," jelas Sri Mulyani.


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…