RIAUBOOK.COM - Forum Komunikasi (Forkom) Aktivis 98 Riau mengeluarkan pernyataan sikap secara terbuka sebagai
respons situasi nasional setelah Pemilihan Presiden 2019 yang kurang kondusif ditandai dengan adanya gerakan 'people power' di sejumlah daerah, khususnya di kawasan ibu kota Jakarta untuk menolak hasil Pemilu 2019 dan menggunakan cara-cara inkonstitusional dengan gerakan massa.
"Karena itu, kami menyerukan untuk bersama-sama menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan, menghormati hukum dan aturan dalam berbangsa dan bernegara dan melawan segala bentuk provokasi pemecah belah bangsa," kata Sekjend Forkom Aktivis 98 Riau, Chalid Tualeka,S.IP dalam rilis yang dikirim lewat media elektronik, Jumat (24/5/2019) malam.
Kata dia, langkah penolakan hasil perhitungan suara Pilpres pada Senin malam, 20 Mei 2019 kemudian diikuti aksi demonstrasi anarkis disatu pihak merupakan upaya deligitimasi terhadap KPU RI dan pihak lain juga mengabaikan asas rechtsstaat yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebab, lanjut dia, sebagai institusi demokrasi penyelenggara Pemilu, KPU RI telah bekerja secara independen berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
"Atas nama fakta, hati nurani dan akal sehat maka kami atas nama Forum Komunikasi Aktivis 98 Riau menyatakan:
1. Mengutuk keras aksi kekerasan dan kerusuhan yg sedang terjadi di Jakarta dan kota - kota lainnya.
2. Menyerukan kepada semua pihak untuk mengutamakan menjaga persatuan dan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45;
3. Menyerukan agar semua pihak menghentikan aksi kekerasan dan kerusuhan yg sedang terjadi.
4. Meminta Aparat Penegakan Hukum agar Segera Menangkap Aktor Intelektual di balik Aksi Kerusuhan 21 - 22 Mei 2019 sekaligus Penyandana dana yang terlibat.
5. Menyerukan Kepada Seluruh Elemen Masyarakat Riau, Pemerintah Daerah, Tokoh Politik, Tokoh Agama, Ketua Ormas Untuk bersama menjaga Ketentraman, Keamanan serta menolak segala bentuk kekerasan di Bumi Lancang Kuning.
Pekanbaru, 24 Mei 2019
(rls)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…