RIAUBOOK.COM - Sejak hari pertama menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau (Wagubri) beberpa bulan lalu, salah satu hal yang ditanamkan Edy Natar Nasution kepada jajaran di lingkungan pemerintah setempat adalah mengenai kedisiplinan, baik tentang kinerja, kerpaian dalam berpakaian, dan lain sebagainya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima ini mengatakan, sikap disiplin sejatinya tidak terbatas atau hanya dilihat dari latar belakang pekerjaan seseorang.
"Masalah disiplin bukan masalah TNI atau sipil, jangan salah pengertian, disiplin itu adalah milik semua orang yang ingin maju," kata Wagubri kepada wartawan saat di temui di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/5/2019).
Diakuinya, membangun kesadaran memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, namun juga tidak boleh berhenti.
"Melihatnya itu jangan misalnya hari ini kita buat kebijakan, terus kita lihat hasilnya hari ini juga, tidak bisa seperti itu, jadi melihatnya itu begini, kalau setahun yang lalu kalian lihat misalnya orang tidak pakai sarung (kain songket baju melayu), kemudian dari yang sebelumnya hanya tiga orang (memakai songket) menjadi lima orang, dari lima orang menjadi tujuh orang, berarti ada kemajuan, jadi jangan tidak pernah puas, tidak seperti itu cara pandang kita," tuturnya.
Dikatakan Edy, saat dirinya meninjau langsung ke beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, masih banyak didapati pegawai yang terlambat dan absen tanpa keternagnan.
"Kalau itu pak, besok mungkin kita sistem elektronik, bukan itu persoalannya, bukan finger print, elektronik dan sebagainya, tapi menanamkan kesedaran dia bahwa kalau dia masuk setengah delapan, yang setengah delapan, bukan diakali," tegasnya.
"Memang tidak semudah yang kita bayangkan, tapi itu selalu kita lakukan, sampai ada yang bilang nanti paling dua bulan kendor, saya katakan, 34 tahun saya dinas, saya terus seperti ini (displin) tidak ada maslah bagi saya," demikian Wagubri. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…