RIAUBOOK.COMÂ - Menteri BUMN Rini Soemarno menekankan kepada PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V)Â dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) agar bertanggung jawab untuk membeli hasil perkebunan kelapa sawit rakyat (Plasma) khususnya yang ada di Riau, dalam menjalankan proyek pengembangan Biofuel sebagai sumber energi baru terbarukan bersama PT. Pertamina.Â
Hal tersebut disampaikan Rini saat acara penandatanganan MoU Green Rifenery dalam rangka HUT Pertamina di salah satu hotel, Kota Pekanbaru, Selasa (19/8/2019") siang.
"Kami memang menekankan bahwa kita ingin memanfaatkan energi terbarukan yang ada di Riau ini, yaitu kelapa sawit, dengan kerja sama antara BUMN supaya bersama-sama dan berintegrasi,"tutur Rini.
"Kami menekankan agar PTPN III yang di Riau ini, diwakili oleh PTPN V untuk nantinya bukan hanya melakukaan suplly ke Petamina dengan produk mereka sendiri, tapi juga membeli kelapa sawit dari kebun rakyat. Jadi nanti PTPN V dengan RNI yang holdingnya adalah PTPN III, bertanggung jawab membeli sawit dari plasma, sehingga kelapa sawitnya akan dimanfaatkan oleh Pertamina," tambahnya.Â
Dikatakan Rini, dalam pemanfaatan energai baru terbarukan tersebut, nantinya kilang-kilang Rifenery milik Pertamina akan memproses CPO (Cruide Palm Oil) atau minyak kelapa sawit mentah menjadi avtrur untuk bahan bakar pesawat terbang.
"Refinery kita yang di Plaju dan Dumai akan dikonversi untuk memproses minyak kelapa sawit, bukan lagi minyak mentah. Sehingga salah sat produk utamanya adalah avtur dan itu akan dimanfaatkan untuk pesawat, dan kita akan dorong untuk kemudia diproses menjadi B50 atau B 100." tutur Rini.
Rini menyebut, penandatanganan nota kesepahaman anatara PT. Pertamina dengan PTPN III dan RNI hari ini pada dasarnya karena adanya dorongan dari presiden RI Joko Widodo untuk membatu dan mendukung dunia dalam memanfaatkan energi baru terbarukan.
"Indonesia ini salah satu produk yang bisa kita manfaatkan untuk energi baru terbarukan adalah kelapa sawait dan ini jumlahnya sangat besar;" demikian Rini. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…