RIAUBOOK.COM - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan wilayah setempat mencapai 2,45 persen atau di bawah angka nasional sebesar 3,13 persen. Ini terakhir disumbang oleh inflasi Desember 2018, 0,23 persen.
"Inflasi Riau di 2018 lebih rendah dari nasional yang 3,13 persen sedangkan Riau hanya 2,45 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Aden Gultom saat rilis di Pekanbaru, Rabu (2/12/2018).
Aden demikian sapaan akrab pria gempal ini menjelaskan penyebab inflasi sejauh ini masih paling besar akibat kenaikan tarif angkutan udara.
Aden menjelaskan salah satu pemicu kenaikan tarif angkutan udara yaitu momen libur akhir tahun dan libur anak sekolah, sehingga banyak masyarakat yang bepergian ke luar daerah.
Adapun komoditas lain yang ikut menyumbang inflasi untuk Riau, yaitu bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, dan udang basah.
Secara garis besar, inflasi Riau pada Desember 2018 berdasarkan kelompok pengeluaran disebabkan kenaikan dari harga bahan makanan serta transportasi.
"Inflasi Riau Desember 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada lima kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,56 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok perumahan, air, Iistrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen. Sedangkan dua kelompok mengalami deHasi, yaitu kelompok sandang sebesar 0,12 persen, dan keIompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen," tutur Aden.
Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi yakni kentang, ikan mujair, petai, telor ayam ras, dan emas perhiasan.
Pada Desember 2018, Riau mengalami inflasi 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,69. Inflasi Tahun Kalender (Januari Desember 2018) 2,45 persen, dan Inflasi Year on Year (Desember 2018 terhadap Desember 2017) 2,45 persen.
Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,18 persen, Dumai 0,22 persen, sedangkan Tembilahan inf1asi 0,70 persen.
Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara Iain: angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, bayam, udang basah, buah anggur, ayam hidup dan lain-Iain. Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain kentang, ikan mujair, petai, minyak goreng, telur ayam ras, emas perhiasan, bawang putih, dan lain-lain.
Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,88 persen, diikuti oleh Batam 1,20 persen, dan Lhokseumawe 1,05 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,02 persen. (RB/ist)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…