RIAUBOOK.COM,SUMUT - Salah satu jembatan dengan tebing sungai terdalam di Kabupaten Humbahas, terdapat di Desa Sion Runggu, yakni jembatan penghubung dari Sitapung menuju Desa Sion Utara- Uruk Tolong. Dinamai Jembatan Lae Luhung, Luhung dalam bahasa Dairi artinya jurang dalam.
Dimana kedalam jurang atau tebing sungai tersebut diperkirakan hingga 70 meter, dari jembatan hingga ke permukaan sungai.
Maka jika kendaraan jatuh ke sungai itu, dipastikan akan hancur ringsek dan penumpangnya pun akan kiamat.
Selain derasnya debit sungai tersebut juga dalam.
Kondisi jembatan yang tragis mengundang maut itu sejak lama sudah ditakuti masyarakat.
Karena besi penyangga jembatan yang sekira panjang bentangannya 12 meter tersebut sudah karatan dimakan usia. Demikian juga lantai yang terbuat dari papan itu juga sudah lama lapuk.
Selain itu, yang paling mengkhawatirkan yakni cor pondasi bentangan jembatan sebelah utara juga sudah terlihat retak.
Sehingga sebenarnya melihat kondisi jembatan itu sangat rawan dan semestinya tidak dioerkenankan lagi dilalui kendaraan roda empat atau kendaraan penumpang lainnya, sebelum ada rekomendasi dari tim teknis konstruksi jembatan.
Namun, hingga berita ini diturunkan kondisi tragis tersebut masih saja terjadi. Lalulalang kendaraan penumpang masih terus terjadi, terutama saat hari pekan di Parlilitan yakni disetiap hari Selasa.
Kepala Desa Sion Runggu, terpilih Lasmer Maharaja mengakui kalau persoalan jembatan itu sejak 2012 lalu hingga saat ini terus diusulkan untuk dibangun permanen.
Namun usulan hanya tinggal usulan realisasi tampaknya masih belum terlihat,"aku kades terpilih ini.
Ia pun bertekat masalah atau persoalan jembatan Lae Luhung itu akan terus diperjuangkan hingga kekhawatiran masyarakat dari kedua desa tidak akan pernah terjadi.
Menurut dia, selama kondisi jembatan itu masih terbiar maka tidak menutup kemungkinan satu ketika nanti akan terjadi musibah. Apalagi kendaraan yang kadang lewat dijembatan tersebut sarat penumpang dan juga barang dagangan setiap pekannya.
"Inilah yang kita khawatirkan siang dan malam, berharap agar pemerintah kabupaten bisa membangun jembatan itu dengan konstruksi beton,"ungkap dia.
Harapan serupa juga disampaikan Parningotan Sinaga, Raja Kuta Uruk Tolong mengungkapkan posisi jembatan Lae Luhung bagi masyarakat Sion Utara sangat strategis. Satu-satunya jembatan penghubung terdekat menuju ibukota kecamatan.
Artinya jika sampai jembatan itu putus, maka masyarakat Desa Sion Utara akan terisolir. Dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan tentulah warga Desa Uruk Tolong yang akan mengalami kemalangan.
Untuk menghindari hal itu jangan sampai terjadi, maka kami masyakat disini bahkan dari kedua desa bertetangga berharap agar jembatan itu segera dibangun permanen.
Jadi jangan sampai jatuh korban jiwa dulu baru dibangun, "sebut Sinaga.
Diketahui, beberapa tahun sebelumnya, anggota dewan dari Dapil 3 Papatar sebanyak 5 orang sudah meninjau dan mengetahui bagaimana kondisi jembatan tersebut. Namun harapan masyarakat kepada anggota dewan terhormat itu tampaknya menjadi tawar.
Sebab kunjungan telah dilakukan berkali kali, tapi toh tidak ada realisasi.
Masyarakat pun kecewa dengan kehadiran anggota dewan hingga 5 orang dari Papatar itu, tanpa gebrakan yang memihak bagi masyarakat luas. (rb/jos)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…