RIAUBOOK.COM - Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Indra mengatakan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2018 dengan total PAGU Rp 189 miliar, masih ada beberapa OPD yang perlu digesa dalam mempercepat pelaksanaan DAK Fisik sebelum batas waktu yang telah ditetapkan, Selasa (22/5/2018).
"Setelah kita melakukan evaluasi kepada sepuluh pemerima DAK di Pemerintah Provinsi Riau, rata-rata segera memenuhi limit waktu yang diberikan sampai dengan 21 Juli 2018, mungkin ada beberapa OPD yang perlu kita gesa untuk mempercepat prosea kegiatan pelaksanaan DAK itu," kata Indra kepada RiauBook.com di Kantor Gubernur Riau.
Kata Indra, ada tiga mekamisme yang dilalui dalam pelaksanaan DAK Fisik tersebut, yakni pengadaan barang dan jasa di Unit Layanan Pengadaan (ULP), swakelola serta melalui catalog.
"Untuk yang katalog dan swakelola tidak ada persoalan, tapi yang penyedia ini yang perlu kita dorong, sebagian besar yang kita evaluasi sudah masuk ke ULP untuk proses pengadaannya, dan sudah tahap pelaksanaan, contohnya DAK yang diperoleh OPD PUPR, ada dua paket, untuk jalan dan pengairan, itu sudah kontraktual dan sudah masuk tahap pelaksanaan, progresnya malah sudah ada yang mecapai 16 persen dari realisasi di lapangan," Indra menuturkan.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini progres pelaksanaan kegiatan DAK Fisik di Dinas pendidikan masih belum ada yang terealisasi, dari hasil rapat tanggal 14 Maret 2018 kegiatan bersumber dana dari Pusat tersebut masih melakulan persiapan, konsultasi ditingkat kementerian, menunggu petunjuk teknis dan sebagainya.
Begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan DAK Fisik di Dinas Kesehatan, realisasi di OPD tersebut masih nihil karena masih dalam tahap persiapan pengadaan barang dan jasa (PJB), satu item sudah masuk ULP.
Rumah Sakit Petala Bumi telah melakulan PJB di akhir Maret 2018, namun belum ada realisasi.
Untuk kegiatan DAK Fisik di Rumah Sakit Jiwa Tampan sudah masuk ULP, sementara, beberapa kegiatan DAK Fisik di RSUD Arifin Achmad sudah ada yang terealisasi sampai dengan 18 persen dan sudah masuk ULP.
Dua item Kegiatan DAK di Dinas PUPR saat ini sudah terealisasi dan sedang dalam tahap pelaksanaan dilapangan, sedangkan lima kegiatan DAK Fisik di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih dalam tahap perencanaan dan persiapan proses PJB.
Dinas Tanaman Pangan sudah merealisasikan kegiatan DAK Fisiknya mencapai 2,45 persen, Kegiatan DAK Fisik Dinas Kelautan dan Perikanan masih dalam persiapan PJB, sementara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral juga belum melakukan realisasi. (RB/Dwi)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…