RIAUBOOK.COM - Sekretaris Daerah Bengkalis, H Bustami HY mengatakan, penundaan kegiatan hingga 40 persen terpaksa dilakukan guna menghindari defisit anggaran.
Hal ini dianggap penting karena defisit anggaran APBD 2016-2017 lalu sudah cukup untuk memberikan pelajaran.
Kegiatan yang ditunda bisa saja pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, kegiatan konsultasi, koordinasi, pelatihan, sosialisasi serta seminar yang dinilai tidak atau belum urgen dilaksanakan.
"Guna menghindari kembali terjadinya defisit, tahun ini langkah yang diambil adalah menunda sejumlah kegiatan diseluruh OPD dengan kisaran 30-40 persen. Langkah ini diambil adalah untuk penyelamatan keuangan daerah pasca terjadinya defisit 2 tahun berturut-turut sehingga Pemkab Bengkalis harus membayar utang kepada pihak ketiga pada tahun anggaran berikutnya,'' terang Bustami.
Ditanya kenapa kegiatan di OPD ditunda, tidak dikurangi atau dirasionalisasi, Sekda memberi alasan bahwa masih terbuka kemungkinan pemerintah pusat mentransfer sisa dana bagi hasil migas (DBH) tahun 2016 dan 2017 yang masih tertunggak kepada beberapa daerah penghasil migas termasuk Kabupaten Bengkalis.
Sedangkan soal rasionalisasi atau pemangkasan anggaran baru bisa dilaksanakan pada APBD Perubahan, termasuk kemungkinan ditransfernya sisa DBH tahun 2016 dan 2017 yang mencalai ratusan miliar.
"Kalau memang jelang akhir tahun atau pengesahan APBD Perubahan tidak ada pembayaran sisa DBH dua tahun anggaran sebelumnya terpaksa kegiatan yang ditunda di OPD mencapai 40 persen menjadi dipangkas. Namun sebaliknya apabila sisa DBH dibayar kegiatan yang ditunda bisa dilaksanakan menjelang akhir tahun berjalan," urai Bustami.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bengkalis yang membidangi keuangan daerah, Firman, mendesak supaya rasionalisasi atau pemangkasan maupun penundaan kegiatan yang akan dilakukan jangan sampai sembarangan.
Harus ada skala prioritas kegiatan mana yang akan ditunda dan itu biasanya pada dana rutin. Diharapkan, penundaan atau pemangkasan pembiayaan yang sudah dianggarkan menyangkut kebutuhan masyaakat jangan sampai dipangkas, seperti pembangunan infrastruktur pedesaan, pendidikan dan kesehatan. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…