RIAUBOOK.COM - Bupati Kuantan Singingi, Mursini mengatakan bahwa pendapatan asli daerah berdasarkan perubahan APBD 2017 diperkirakan Rp118,4 miliar. Tapi realisasinya hanya 91,45 persen atau hanya Rp103,3 miliar.
Hal itudisampaikan dalam pidatonya dalam laporan keterangan pertanggungjawaban anggaran 2017 di rapat paripurna DPRD Kuansing, Selasa (17/4/2018).
Masih kata Mursini, belanja daerah berdasarkan perubahan APBD 2017 ditetapkan Rp1,4 triliun namun sampai akhir tahun 2017 realisasi belanja daerah hanya Rp1,3 triliun atau 92,19 persen.
Sementara pembiayaan daerah lanjutnya, di bagi dalam lima pembagian urusan. Di antaranya, urusan wajib sebesar Rp912 miliar dengan rincian, urusan wajib pelayanan dasar Rp848 miliar, non pelayanan dasar Rp64 miliar dan urusan pilihan Rp44 miliar.
"Ada juga urusan penunjang sebesar Rp347 miliar, urusan pendukung Rp131 miliar dan urusan kewilayahan Rp35 miliar," katanya.
Urusan wajib pelayanan dasar di antaranya, Disdik sebesar Rp513 miliar, Diskes sebesar Rp102 miliar, RSUD Taluk Kuantan Rp49 miliar, Dinas PUPR Rp160 miliar.
Sementara urusan pilihan yang menyedot anggaran paling besar adalah Dinas Pertanian Rp29 miliar, Dinas Perikanan Rp5,8 miliar, Dinas Pariwisata Rp4,5 miliar dan Dinas Koperasi Rp4,4 miliar.
"Demikian laporan pertanggungjawaban ini, semoga segala upaya dan kerja nyata yang kita laksanakan membawa perbaikan terhadap kehidupan masyarakat," harapnya.
Rapat paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD, Andi Putra ini juga dihadiri Wakil Bupati, Halim, Forkopimda dan para kepala OPD di lingkungan Pemkab Kuansing serta sejumlah undangan lainnya.(RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…