RIAUBOOK.COM - beredarnya foto-foto Jennifer Dunn belum lama ini mengguncang publik. Dalam foto tersebut terlihat Jedun bersama beberapa wanita. Diduga foto tersebut diambil saat berada dalam sel tahanan narkoba Polda Metro Jaya menggunakan ponsel. Hal itu kontan saja membuat aparat bertindak cepat melakukan penggeledahan.
Dugaan polisi tak meleset. Satu unit ponsel ditemukan di sel Jedun. Ternyata, ponsel itulah yang digunakan Jedun untuk berfoto.
" Memang sempat ya, yang bersangkutan (Jedun) sempat membawa handphone," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Jumat, 2 Maret 2018.
Argo mengatakan perbuatan Jedun jelas melanggar aturan. Alhasil, Jedun mendapatkan sanksi tambahan.
" Karena itu (bawa ponsel) dilarang, makanya oleh Direktur Tahti (Tahanan dan Barang Bukti) dikasih sanksi dua minggu tidak boleh dibesuk," ucap dia.
Sebelumnya, kuasa hukum Jennifer, Pieter Ell membantah kliennya membawa Ponsel selama menjadi tahanan. " Bukan Jedun yang nyebarin," kata Pietter Ell.
Ikhwal foto tersebut, Pietter mengaku salah satu teman tahanan mengajak Jedun untuk berfoto bersama. Tak menjelaskan siapa teman yang dimaksud, Pietter mengatakan, foto itu kemudian dikirim ke pacar rekannya itu.
Pieter menyayangkan sikap polisi yang langsung menjatuhkan sanksi larangan berkunjung pada kliennya. Alasannya, foto itu disebar bukan atasy keinginan dari Jedun.
" Selaku pengacara saya menyesal. Mereka cuma selesai makan malam kalau ga salah di foto itu. Saya menyesalkan akhirnya kena sanksi 14 hari nggak bisa dijenguk. Pengakuan dia. Bukan dia yang fotoin," katanya.
Jedun ditahan untuk menunggu proses pemberkasan kasusnya yang kini masih diperiksa oleh kejaksaan. Ia ditangkap di rumahnya di kawasan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017 karena kedapatan memiliki narkoba. (sumber:dream)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…