RIAUBOOK.COM - Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov Riau, Masperi mengatakan bahwa pembangunan Ruas Tol yang ada di Riau adalah yang terbaik dari pergerjaan 8 ruas tol yang ada di Sumatera.
"Untuk pengerjaan Tol kita, kebetulan ni saya baru rapat di Jakarta, terhadap Tol Provinsi Riau itu terbaik realisasinya dari 8 Ruas Tol yang ada di Sumatera, kita, ruas Tol Pekanbaru-Dumai, itu sudah mencapai 61 persen untuk pembebasan lahannya, sisanya sekitar 40 persen, 35 persen berada didalam kawasan hutan yang pola pembebasannya tergantung kebijakan-kebijakan antar Pemerintah," kata dia kepada RiauBook.com saat ditemui di Kantor Gubernur Riau pada Kamis (22/2/2018) lalu.
Lanjut Masperi, 5 persen atau sekitar 131 peta bidang atau 12 Ha itu berada didalam konsensi milik Chevron dengan SKK Migas, dan itu adalah barang milik Negara yang tidak bisa di ganti rugi untuk pembebasannya.
"Yang bisa kita ganti rugi adalah tanaman atau bangunan yang berada di atasnya dan itu sudah dikuasai oleh masyarakat, nah, terhadap ini nanti bisa dilakukan dengan pendekatan-pendekatan, bisa dilakukan dengan pendekatan persuasif atau konsinansi yang kita titipkan melalui pengadilan, itu dari sisi pembebasan lahannya," kata Masperi.
Sementara untuk fisik, Masperi mengatakan bahwa realisasi sudah berada pada angka 11 persen.
"Jadi kita sudah ada yang pemadatan, sudah sampai kita pada pengaspalan tahap awal, itu pada seksi I dan seksi II Pekanbaru-Minas, jadi sampai sejauh ini, kami belum mendapatkan pemberitahuan atau penjelasan dari proyek-proyek strategis yang ada di Riau mendapatkan penundaan secara nasional," Masperi menuturkan.
Kata Masperi, hingga saat ini, PT Utama Karya masih melakukan pengerjaan pada tingkat lapangan.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk memperketat pengawasan proyek infrastruktur menyusul Kecelakaan yang kembali menimpa proyek infrastruktur, yakni di Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu) pada Selasa (20/2/2018) lalu.
Secara khusus, Jokowi juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghentikan sementara semua proyek jalan layang (elevated), baik proyek yang dikerjakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun yang digarap pihak swasta.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menghentikan sementara proyek-proyek elevated construction seperti LRT, Tol dan Jembatan, atau semua proyek strategis nasional yang membutuhkan pengerjaan berat di atasnya. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…