RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa saat ini pendapatan provinsi Riau yang sedang mengalami penurunan.
Ia berharap dengan memberdayakan masyarakat dan dunia usaha dalam menumbuhkan ekonomi akan berdampak pada pemerintah.
Hal tersebut disampaikannya kepada RiauBook.com pada kamis (27/12/2017) usai menggelar rapat evaluasi serapan anggaran tahun 2017 di Kantor Gubernur Riau.
"Misalnya PAD (Pendapatan Asli Daerah), kalau ekonomi bergulir berartikan daya beli masyarakat naik, itu ada dampaknya terhadap PAD," kata Gubri.
Beliau juga mengatakan bahwa disisi Dinas/Badan harus mengoptimalkan pendapatan.
"Dari masing-masing Dinas/Badan itu harus berkontribusi terhadap pendapatan daerah, intinya, kita inikan membangun tidak berhenti, malah bertambah, kebutuhan masyarakat bertambah karena jumlah penduduk meningkat, industry, jalan, infrastruktur harus ditingkatkan, harus dibuka jalan baru, deaerah-daerah terisolir dibuka, hubungan dengan kabupaten/kota harus lebih baik, hubungan dengan provinsi tetangga harus terbuka, harus memanfaatkan proyek strategis secara optimal, nah kita perlu pendanaan lagi," kata dia.
Beliau juga mengatakan bahwa Pemprov Riau harus melanjutkan proyek-proyek strategis yang telah dibangun.
"Kita harus melanjutkan Durolis, kita harus melanjutkan Spam-Spam yang ada di Selatan, melanjutkan Rumah layak huni, Rusunawa, Jembatan, Puskesmas, ini harus kita bangun, kita tidak bisa berhenti," ujarnya.
Kata dia, tentunya pihaknya harus memiliki strategi untuk meningkatkan pendataan dalam menampung kebutuhan masyarakat yang memerlukan dana.
"Kita berharap harga Migas makin membaik, dan juga kenaikan harga komoditi perkebunan makin membaik, indutri pengolahan tumbuh,
manufacturetumbuh, inilah yang kita harapkan," disampaikan Gubri.
Seperti yang diketahui, berdasarkan Draft refleksi 2017 dan target 2018, bila dilihat nilai anggaran yang telah dihabiskan Pemprov Riau dalam membangun jalan mulai dari tahun 2015-2017 sudah mencapai Rp 3,6 triliun dengan total panjang jalan 665,73 Km.
Sementara, untuk pembangunan jembatan mulai dari 2014-2017 telah menghabiskan dana Rp 609,1 miliar dengan total jembatan yang dibangun sebanyak 32 jembatan.
Untuk Spam Regional Durolis Provinsi Riau, menargetkan 120.000 sambungan rumah dengan kapasitas 1.650. Lt/detik mengucurkan total investasi sebesar Rp 882,01 miliar berdasarkan dana sharing APBN dan APBD.
Dalam bidang pendidikan, dari 2016-2017, provinsi Riau melalui APBDnya telah membangun 170 ruang kelas baru, 11 unit sekolah baru, 7 kali merehabilitasi sekolah, dan membangun 7 perpustakaan, disamping itu, dana bantuan keuangan yang telah diberrikan ke Kab/Kota pada tahun 2015-2017 sebesar Rp 1,65 triliun.
Kalau dilihat dari indikator makro, pertumbuhan ekonomi provinsi Riau sampai dengan triwulan tiga tahun 2017 baru mencapai 2,85% dengan tingkat penduduk miskin per Maret 2017 mencapai angka 7.78%, laju inflasi sebesar 0.38% (November 2017) dan Sahre PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sampai Triwulan tiga 2017 tercatat pada angka 5,00%. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…