RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H
Dewasa ini, banyak sekali orang-orang direpublik ini yang mengaku paling cinta terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), paling memiliki dan memahami pemaknaan dari bhineka serta tak luput pula tentang paling merasa dirinyalah atau kelompoknya yang paling Pancasila, sehingga doktrin demikian memudahkan untuk menyatakan selain dari dirinya dan selain dari kelompoknya yang memiliki cara pandang dan aplikasian yang berbeda secara otomatis akan dianggap anti NKRI, anti Pancasila, anti Berbhineka dan inilah saat ini yang trend dan viral terjadi dinegeri ini.
Jika ditinjau lebih, secara bahasa arti kata dari "bhineka" adalah beragam dan keberagaman dan jika diperlambat lagi dengan bahasa "kebinekaan" memiliki pengertian keberagaman. Pemahaman ini dapat dengan mudah kita pahami bahwa inti dari semuanya tersebut diatas adalah lebih dari satu atau dengan bahasa lain beragam.
Nah, dalam tulisan ini yang menjadi batasan pokok permasalahan adalah tentang mengakui yang paling berbhineka dan tentang diakui sebagai yang berbhineka, dan yang harus digaris bawahi adalah semua pengakuan orang terhadap seseorang merupakan pengakuan yang berasal dari eksternal dirinya dengan kata lain penilaian tersebut hasil dari pemahaman seseorang, adapun pengakuan sindiri itu bisa saja dapat dibenarkan jika memang seperti demikian adanya akan tetapi kebenaran ini akan mulai dipertanyakan jika pengakuan tersebut mulai merambah kepada menuduh pihak lain dan membenarkan diri sendiri.
Dalam hal ini menarik kita simak suatu buku dengan judul "Kekuatan Dalam Memulai Hal Bodoh" meyatakan, tentu saja kita tidak sedang membicarakan kesombongan seorang ibu kepada anaknya, atau kebanggan yang anda rasakan untuk negeri anda, atau kebanggaan yang anda alami ketika tim anda memenangi pertandingan besar. Kita sedang membicarakan kesombongan yang membuat orang-orang terbutakan, tertahan dan terasing. Jenis kesombongan yang menghalangi mereka mengalami kesuksesan yang bertahan lama. Orang-orang kesulitan meraih tujuan dan mewujudkan mimpi-mimpi akibat salah satu (atau lebih dari satu) alasan yang berkaitan dengan kesombongan sebagai berikut ini:
a.Mereka terlalu sombong untuk mengambil resiko terlihat bodoh.
b.Kesombongan menyakinkan mereka bahwa mereka sudah cukup berusaha- mereka merasa berhak mendapatkan sesuatu.
c.Kesombongan membuat mereka menyalahkan orang lain (atau situasi mereka) atas kurangnya kesuksesan mereka.
d.Orang-orang sombong memercayai mentalitas kekurangan- "supaya aku berhasil, kau harus gagal."
Semua ini merupakan sedikit cara kesombongan membuat orang-orang terjebak di tempat. Namun orang-orang bodoh tahu bahwa melakukan hal gila-bahkan jika itu berarti bersikap cukup rendah hati untuk meninggalkan segalanya dan memulai lagi dari awal-merupakan resep manjur untuk kesuksesan. (lihat, Richie Norton, Kekuatan Dalam Memulai Hal Bodoh, 132-133:2014).
Sekiranya penulis sampaikan, tulisan diatas sedikit dapat menggambarkan kenapa seseorang dapat dengan mudah menyatakan seseorang salah dan langsung menjastifikasi mereka-mereka yang berlainan dengannya sebagai "anti" dan hal-hal yang bertentangan dan yang berkaitan berikutnya, intinya semua tersebut ada karena kebodohan yang di selimuti oleh kesombongan sehingga yang tanpak yang lain adalah suatu yang salah selain dirinya. Hal senada dengan pernyataan Thomas Jefferson, menyatakan " Kesombongan lebih memakan biaya dari pada kelaparan, kehausaan dan kedinginan. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…