RIAUBOOK.COM - Seorang warga jalan Sam Ratulangi Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru bernama Edrian (42), dilaporkan mengalami luka bakar di sekujur tubuh karena dibakar Sabtu (25/11) sekitar pukul 15.30 Wib.
Pelaku diduga berjumlah 4 orang, pembakaran dilakukan lantaran masalah hutang piutang.
Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata saat dikonfirmasi riaubook.com membenarkan bahwa korban dibakar. "Saat ini korban sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis," ujar Edy.
Menurutsaksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa itu terjadi ketika seorang warga hendak pulang ke rumah di Gang Thawalib, Jalan Jenderal Sudirman.
"Saat itu saksi melihat sejumlah orang kira-kira ada 4 pria, sedang berbincang dekat tembok samping Gang Thawalib.‎ Tiba-tiba, saksi mendengar teriakan ada orang dibakar," kata Edy.
Tak ayal, warga sekitar langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi. Namun, korban sudah dalam kondisi terbakar. Sedangkan para pelaku melarikan diri.
"Korban sempat berguling di genangan air di dekat sekitaran lokasi, warga juga turut berusaha membantu," kata Edy.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapat pertolongan. Warga lain menghubungi pihak kepolisian, lalu sejumlah personel Polsek Kota Pekanbaru menuju lokasi.
‎"Menurut informasi, pelaku sebelumnya datang ke rumah korban menggunakan sepeda motor untuk membicarakan masalah hutang piutang. Lalu, korban dibawa ke Gang Thawalib itu, kemudian sempat cekcok mulut. Tiba-tiba saja dibakar," kata Edy.
Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kepada polisi, istri korban menyebutkan bahwa suaminya sempat dibawa oleh orang tak dikenal.
"Petugas masih menyelidiki kasus ini dan mencari identitas para pelaku pembakaran. Dugaan sementara persoalan hutang," pungkas Edy. (RB/San)‎
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…