RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menghadiri sekaligus membuka rapat kerja daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau serta silaturahmi Ulama dan Umaro tahun 2017 dengan tema menguatkan peran dan fungsi sebagai perekat persatuan dan kesatuan, Jumat (3/11/2017) di Balai Serindit, Gedung Daerah, Provinsi Riau.
Dalam sambutannya, Andi Rachman, atas nama Pemprov Riau menyampaikan ucapan selamat kepada MUI atas terlaksananya acara tarsebut.
Gubri menyampaikan, bahwa Rakerda MUI merupakan awalan untuk menggerak kan seluruh pengurus agar lebih aktif, beliau juga meminta kepada MUI untuk mempersiapkan pengurus baru dalam regenerasi supaya lebih baik kedepannya.
Ia juga menyampaikan tanggapannya kepada ketua MUI Prov. Riau terkait pengurus yang kurang aktiv dalam kepengurusan MUI.
"Tadi pak Ketua menyampaikan pengurus banyak tapi yang hadir sedikit, tapi mudah-mudahan rapat-rapat di MUI kalo bisa di catat pak ketua, yang tidak hadir itu diganti aja, kalau saya seperti itu," kata Gubri saat memberikan tanggapan nya kepada pengurus MUI.
Gubri juga menyampaikan kalau kedepannya program kerja MUI akan semakin kompleks dan tidak seperti dulu, dan kalau ingin duduk di organisasi berarti niatnya memang sudah direlakan untuk organisasi, beliau juga berharap pengurus untuk memegang amanah tersebut.
Saat di temui Riaubook.com, usai membuka acara tersebut, Gubri menyampaikan bahwa rakerda tersebut merupakan konsolidasi organisasi untuk kesiapan dan kelengkapan struktur dan personil organisasi tersebut.
"Konsolidasi juga bisa terjadi di tingkat provinsi, tentu harus sesuai dengan AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga), mana yang gak aktiv-aktiv itu ya diberi tahu, ditulisi surat, abis itu, Revitalisasi, Revitalisasi itu bisa kalu dibolehkan AD/ART, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan daerah," kata Gubri kepada Riaubook.com di Gedung Daerah Provinsi Riau (3/11/2017).
Kata Gubri, tugas MUI kedepan akan semakin banyak untuk kepentingan umat dalam menghadapi perkembangan Riau saat ini, yang dibuktikan dengan berbagai investasi pusat, mulai dari infrastruktur, pembangunan cetak sawah, kesehatan, pariwisata, perhubungan, penerbangan serta keamanan.
Sebelumnya, ketua MUI Provinsi Riau, M. Nazir Karim, dalam laporannya meyampaikan akan mengevaluasi dan meluruska permasalahan yang ada di masa yang lalu.
Nazir jugamenyampaikan bahwa MUI Prov. Riau memiliki 12 komisi yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan umat yang berkembang, yakni, komisi Fatwa, komisi Ukhuwah Islamiyah, komisi Pemberdayaan Perekonomian Umat, komisi Dakwah dan Pengembangan Umat, komisi Pendidikan dan Kaderisasi, komisi Pengkajian dan Penelitian, komisi Pengembangan Hukum dan Perundang-Undangan, komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga, komisi Pembinaan Seni dan Budaya, komisi Kerukunan Umat Beragama, komisi Hubungan Luar Negeri dan Kajian Internasional serta komisi Informasi dan komunikasi.
Acara tersebut juga di hadiri oleh Kapolda Riau, Irjen Nandang, Perwakilan dari Korem 031/Wira Bima, Kepala BIN Daerah Provinsi Riau, Wakil Gubernur Riau, Wan thamrin Hasyim, Sekda Riau, Ahmad Hizazi, ketua-ketua organisasi masyarakat islam di Provinsi Riau, serta pengurus MUI kabupaten/kota se-Provinsi Riau. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…