RIAUBOOK.COM - Satuan Kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mengadakan kunjungan kerja terkait Rencana Strategis DPR tahun 2015-2019, di Gedung Pemprov Riau, Rabu (24/10/2017).
Dalam kunjungannya, BURT DPR RI yang terdiri dari 15 orang anggota DPR RI dari berbagai komisi dan fraksi mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan berbagai 'steak holder' yang ada di Riau, di antaranya adalah para akademisi, tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), kemudian juga dihadiri oleh KomisariS Utama Bank Riau Kepri, Mambang Mit.
Pada pertemuan tersebut, BURT DPR RI yang di ketuai oleh Anthon Sihombing dari Komisi III, Fraksi Partai Golkar menyampaikan beberapa poin terkait Renstra DPR tahun 2015-2019, diantaranya mengenai kondisi umum, identifikasi SWOT, visi dan misi, tujuan, sasaran, strategi utama, nilai-nilai dasar, matrix sasaran, sasaran strategis, arah kebijakan dan target utama.
BURT DPR RI menyampaikan bahwa pada Identivikasi SWOT Renstra DPR 2014-2019 yang telah di susun memiliki kelemahan, yaitu Potensi Konflik Internal pada tugas dan wewenang DPR, tata kelola unsur penunjang belum profesional (komposisi SDM administrasi, teknis dan keahlian yang belum proposional) pada kelembagaannya, serta sarana dan pra sarana yang masih belum mendukung pada pola Representasinya.
Selain itu, BURT DPR RI juga menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi ancaman bagi mereka adalah pencitraan buruk oleh media, sinisme publik terhadap kinerja lembaga yang belum optimal, serta resistentsi publik yang memiliki persepsi negatif terhadap apapun yang dilakukan DPR.
Terkait dengan citra DPR yang cenderung mendapat persepsi negatif, Anthon mengaku bahwa pihaknya menerima hal itu dan akan memperbaiki diri.
"Memang kita menerima itu dan kita akan merubah diri senantiasa agar citra itu jangan negatif, tapi jangan salah ada kelompok-kelompok orang tertentu sekarang yang tidak menyenangi parpol-parpol atau DPR yang berusaha membuat citra kita menjadi buruk di masyarakat," kata Anthon kepada Riaubook.com di gedung Pemprov Riau usai melakukan pertemuan.
Dalam tanggapannya, Edyanus Herman Halim, selaku pengamat ekonomi dan akademisi UNRI melontarkan beberapa keritikan pada pertemuan tersebut.
Di antara keritikan yang disampaikan Edyanus yakni bahwa dalam dunia modern saat ini, justru tidak diperlukan lagi rentang kendali yang luas, dan pemerintah harus menerapkan index kinerja, pegawai harus fokus dalam mengerjakan tugasnya secara profesional dan tersetandarisir, dan target kinerjanya harus terukur.
Secara khusus, Edyanus memberi masukan pada visi Renstra DPR, yang sebelumnya adalah terwujudnya DPR sebagai lembaga perwakilan yang modern, berwibawa, dan kredibel, menjadi terwujudnya DPR sebagai lembaga perwakilan yang moderen, berwibawa, kredibel dan merakyat.
Dalam dinamika masyarakat yang berkembang sangat cepat, upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan skill anggota harus tetap dilakukan, perlu ada strategi untuk itu terutama mengelaborasi dan mengkristalisasi dari banyak perkembangan dan keberagaman yang sangat membutuhkan skill yang baik untuk membaca dan memahaminya, lanjut Edyanus.
Akademisi UNRI tersebut berharap nantinya masukan dan pendapat yang telah diberikan mampu menjadi bahan penyusun dalam Renstra DPR RI untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya.
"Mudah-mudahan masukan kita dapat mereka elaborasi untuk menyusun strategi penguatan DPR, DPR yang kuat itu diperlukan menjadi check and ballence dari pelaksanaan pemerintahan di Indonesia, mudah-mudahan pendapat yang kita berikan tadi dapat disaring meskipun tidak semua pendapat itu benar adanya tapi tentu ada yang bisa di pakai," kata Edyanus kepada Riaubook.com usai menghadiri pertemuan.
Menurutnya, kemampuan mengkristalisasi semua problema yang ada dimasyarakat adalah hal yang paling mendasar untuk bisa diterapkan oleh DPR.
Walaupun tidak semua permasalahan itu bisa ditangani, Edyanus berharap DPR bisa mengambil intisari dari permasalahan yang harus di pecahkan dengan segera, sehingga memiliki efek menyelesaikan permasalah yang lain.
"Kalau masalah intinya sudah selesai ditangani,dengan sendirinya turunan dari masalah-masalah lain dapat teratasi," demikian Edyanus. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…