RIAUBOOK.COM - Fr dan Ay dua gadis berumur 16 tahun melapor ke Polsek Rangsang, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti, mengaku diperkosa empat pemuda. Para pelaku sebagian merupakan teman mereka yang berdomisili tak jauh dari rumahnya.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek mengatakan, keempat pelaku sudah diamankan berkat kerjasama dengan tokoh masyarakat setempat dan pihak keluarga yang menyerahkan ‎para pelaku ke pihak kepolisian.
"Keempat pelaku diserahkan ke polisi pada Senin (9/10/2017) sekitar pukul 14.30 Wib lalu. Mereka di antaranya Na (22), Za (20), AS (29), dan MI (22), yang berdomisili tak jauh dari rumah korban," kata La Ode, Kamis (12/10/2017).
Dikatakan La Ode, keempat pelaku memperkosa kedua korban secara bergiliran. ‎ Kasus ini terungkap berawal dari Bripka Sahat yang menerima laporan melalui telepon dari Bripka Taufik, bahwa telah terjadi tindak pidana pemerkosaan di Desa Gemalasari.
"Atas laporan tersebut, enam orang anggota Polsek yang dipimpin Bripka Romi mendatangi TKP kemudian mendapati keterangan dari korban. Dari pengakuan kedua korban, mereka saat itu nongkrong di pelabuhan Desa Gemala Sari dan berjumpa dengan dua pelaku," kata La Ode.
Seusai Magrib kedua korban diajak pergi memancing ikan. Selanjutnya karena situasi di lokasi banyak orang, mereka meninggalkan pelabuhan Desa Gemala Sari itu bersama salah satu pelaku dan pergi ke sebuah kedai.
Karena kedai yang dituju tutup, kedua korban diajak ke rumah salah satu pelaku inisial Na. Sesampainya di rumah Na, korban duduk dan mengecas handphone. Lalu kedua korban duduk santai di rumah.
Tak lama kemudian, salah satu pelaku langsung menerkam korban dan membuka bajunya, lalu diperkosa. Pelaku lain pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Kedua korban tak berdaya melawan karena kalah tenaga.
Usai melempiaskan nafsu bejatnya, para pelaku membiarkan kedua korban di rumah tersebut hingga akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Mereka melaporkan kejadian yang dialaminya ke orangtua, hingga berujung ke pihak polisi.
Keempat pelaku akhirnya diamankan warga sekitar dan diserahkan ke petugas, saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan. Di samping itu, ada juga upaya mediasi dari para keluarga korban dan pelaku serta tokoh masyarakat setempat.
"Para pelaku saat ini kita tahan. Ada upaya mediasi dari tokoh masyarakat, keluarga korban dan pelaku, solusinya dinikahkan. Tapi ini pelakunya ada 4, bagaimana nantinya, itu yang masih dibicarakan," kata La Ode. (RB/san)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…