RIAUBOOK.COM - Selama beberapa hari Siswa SMK Perminyakan PGRI Kota Dumai lakukan mogok belajar, diduga akibat aspirasi beberapa orang oknum guru tidak kesampaian.
Dikatakan wakil kepala kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perminyakan Yayasanan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Dumai, Zakia Harahap, bahwa ratusan siswanya melakukan mogok belajar dikarenakan adanya isu kepala sekolah melakukan pemecatan terhadap beberapa orang guru.
"Selain adanya isu pemecatan beberapa orang guru, terdapat juga bahasa sekolah ini akan ditutup," kata Zakya Harahap, Selasa (25/7/2017).
Zakya mengatakan dengan tegas, bahawa isu yang diterima oleh sebahagian siswa SMK Perminyakan YPLP PGRI Dumai yang mengakibatkan terjadinya mogok belajar tersebut merupakan kabar yang tidak benar dan merupakan propaganda yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum guru.
"Kita sangat sesalkan adanya oknum guru yang membawa siswa kedalam permasalahan internal sekolah," katanya.
Dijelaskannya, sehari sebelum terjadinya mogok belajar pada Rabu (19/7/2017) guru produktif dan sebahagian guru normatif-adaptif melaksanakan rapat, salah seorang oknum guru pada saat itu memberikan selembar kertas kepada kepala sekolah SMK Perminyakan YPLP PGRI Dumai Salamaudin.
Dalam surat tersebut dikatakannya, terdapat beberapa tuntutan diantaraanya berbunyi menaikan kesejahateraan guru produktif dan juga meminta dirinya untuk dicopot dari jabatannya sebagai wakil kepala kurikulum.
Dikatakannya kembali, setelah kepala sekolah membaca poin-poin tuntutan yang ditandatangani lima orang oknum guru tersebut, kepala sekolah terkesan marah dan membubarkan rapat dikarenakan adanya catatan paling bawah bertuliskan akan adanya mogok mengajar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
"Saya duduk dijabatan tersebut dikarenakan hasil keputusan musyawarah yang dihadiri oleh oknum guru tersebut, jika mereka tidak berkenan dengan saya duduk diposisi tersebut silahkan melakukan rapat kembali dan tidak membawa permasalahan ini keluar sehingga mengorbankan murid," katanya menegaskan.
Dirinya juga berharap kepada pihak yayasan dan juga kepala sekolah serta instansi terkait agar melihat dengan jernih terhadap permasalah ini dan cepat diselesaikan.
"Saya juga menegaskan juga terkait adanya isu bahwa kepala sekolah kabur pada rapat dengan wali murid yang dilaksanakan pada hari Sabtu (22/7/2017) tidak benar, karena pak Salamudin ikut melaksanakan rapat tersebut hingga selesai," (RB/Iwan).
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…