RIAUBOOK.COM - Tim Densus 88 kembali lagi melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Bambu Kuning Utara, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/5/2017).
Dalam penggerebekan ini, Densus 88 Antiteror mengamankan dua pria terkait bom bunuh diri Kampung Melayu. Keduanya berinisial AS (40) dan BF alias I (23) dan sama-sama berdomisili di Cipayung, Jakarta Timur.
"Dua orang terduga teroris terkait bom bunuh diri di Kampung Melayu. Keduanya ditangkap di Cipayung pagi. AS (ditangkap, red) pukul 06.30 dan BF alias I pukul 10.30 WIB," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017).
Martinus mengungkapkan, AS sempat bertemu dengan pelaku bom Kampung Melayu Ahmad Syukri, sehari sebelum ledakan. Setelah bertemu Ahmad Syukri, AS menyerahkan motornya kepada seorang perempuan bernama Nenih. Nenih lalu menyerahkan motor AS kepada R alias B, pria yang lebih dulu diringkus di Cibubur, Sabtu pekan lalu (27/5/2017).
"Yang bersangkutan merupakan orang yang ditemui Ahmad Syukri pada 23 Mei," kata Martinus.
Sementara, BF alias I berperan memperkenalkan Ahmad Syukri kepada R alias B. Diketahui R alias B bertemu langsung dan menyerahkan sesuatu kepada Ahmad Syukri, sehari sebelum kejadian. Diduga, R alias B menyerahkan motor kepada Ahmad Syukri
"BF merupakan orang yang mengenalkan Ahmad Sukri kepada B melalui A," ucapnya.
Petugas kini telah memasang garis polisi di sekitar rumah terduga teroris. Dari keterangan warga, diketahui rumah tersebut milik salah seorang bernama Agus, yang ditempati bersama istri serta anaknya yang masih bersekolah dasar.
Tak hanya memasang garis polisi, petugas juga mencari barang bukti yang coba dihilangkan terduga teroris. Bahkan polisi juga meminta bantuan kepada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dalam mencari barang bukti. (sind/dtc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…