RIAUBOOK.COM - Dua orang nelayan tersebut mengaku banyak kapal yang lewat sebelum ditolong Tug Boat Fungiono Perkasa Sejati (FPS), selain itu dirinya hanya bisa berdoa diatas kotak fiber ikan miliknya dengan cuaca yang sangat dingin dan dihantam gelombang.
Dikatakan Mazelan, nelayan asal Dumai yang merupakan awak kapal KM Bahari Abadi GT3 yang tenggelam tersebut menyebutkan banyak kapal yang tidak melihat mereka terombang ambing diatas kotak fiber ikan tersebut.
"Ada 5 kapal yang lewat pada saat kapal kita tenggelam dan kita sempat berteriak minta tolong, namun mereka tidak mendengar dan melihat," kata Mazelan, Jumat (26/5/2017).
Mazelan mengaku, dirinya terpaksa mengikat tangan adiknya ketubuhnya dengan menggunakan tali agar tidak berpisah dibawa arus, dimana sang adik berada diatas tutup viber dan dirinya berada diatas kotak viber.
"Adik saya sudah pucat karena kedinginan, dan saya terus memegang tangannya, dan mengatakan dia harus bertahan sebentar lagi pasti ada kapal yang akan lewat dan menolong kita," katanya.
Sembari menunggu bantuan, Mazelan juga berdoa dan juga memasang niat, jika dirinya dan adiknya selamat maka dirinya akan melepaskan niatnya habis lebaran dengan membuat acara syukuran.
"Alhamdulillah kami bedua selamat, insyallah niat saya akan saya tunaikan habis lebaran," katanya kembali.
Syamsul Bahari mengatakan, dirinya mengalami luka gores dibagian dadanya akibat gesekan tutup fiber yang terombang ambing diperairan tersebut.
"Dada saya sesak juga akibat hempasan, yang penting kami berdua selamat," kata Syamsul Bahari.(RB/Iwan).
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…