RIAUBOOK.COM - Arus mudik dalam perayaan Idul Fitri 1438 Hijiriah akan terjadi sebulan mendatang, namun tarif angkutan lebaran diprediksi akan mengalami kenaikan diatas 50 persen lebih.
Kenaikan tarif angkutan yang akan diberlakukan oleh pemilik maupun perwakilan angkutan yang ada di Kota Dumai akan dimulai pada arus mudik dan arus balik pada hari raya Idul Fitri.
Dikatakan Osman pemilik angkutan Man Jaya travel, pihaknya akan menaikkan tarif angkutan sebesar Rp 100 ribu dari harga normal menjadi Rp 260 ribu untuk tujuan kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
"Pada hari biasa harga tiket kita jual sebesar Rp 160 ribu untuk setiap penumpang," kata Osman, Senin (22/5/2017).
Disebutkannya, prediksi kenaiakan harga tiket tersebut sama terjadi pada tahun sebelumnya, dimana naiknya harga tersebut diperuntukkan untuk menutup biaya operasional armadanya yang berangkat tanpa penumpang dari Sumatera Barat menuju ke kota Dumai, Riau.
"Kenaikan tiket ini hanya untuk biaya minyak kendaraan dan juga makan supir dalam perjalanan yang tidak membawa satu orang penumpang, karena penumpang yang akan mudik hanya dari Dumai," katanya.
Disebutkan juga oleh Buyung perwakilan angkutan travel Citra Solok Wisata (CSW), pihaknya juga akan memberlakukan hal yang sama dalam setiap pelaksanaan arus mudik dan arus balik pada perayaan Idul Fitri tersebut.
Dikatakan Buyung, untuk ongkos dari Dumai menuju Kota Solok pada arus mudik mendatang akan menjadi Rp 260 ribu, dimana tarif normalnya Rp 160 ribu, sedangkan untuk tujuan Bukittinggi menjadi Rp 250 ribu dari Rp 250 ribu.
"Tarif bisa saja berubah nantinya jika harga minyak mengalami kenaikan," kata Buyung mengakhiri.(RB/Iwan).
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…