RIAUBOOK.COM - Sebanyak 12 persoil TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan dalam latihan tembak latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017).
Empat orang diantaranya tewas dan delapan orang anggota lainnya terluka. Salah seorang warga Natuna, Herman yang berada di lokasi mengatakan, seluruh korban dibawa dengan mobil ambulans dan kendaraan roda empat lainnya menuju Rumah Sakit Umum Daerah Natuna sekitar pukul 12.00 WIB.
Dia sendiri melihat peristiwa itu sekitar pukul 12.00 wib hingga sebelum anggota TNI mengawal rumah sakit tersebut.
"Saya sempat melihat enam korban dibawa dengan ambulans menuju rumah sakit. Saya juga lihat korban di rumah sakit," ujarnya.
Ia mengatakan, informasi terkait korban dalam latihan PPRC itu berkembang cepat di Natuna.
"Banyak warga penasaran, tetapi akses untuk mendapatkan informasi lanjutan sangat tidak memungkinkan karena dijaga ketat," ucapnya.
Menurut dia, jumlah wartawan di Natuna terbatas. Di rumah sakit tersebut juga tidak ada wartawan yang bisa meliput mendalam karena dikawal ketat anggota TNI AD.
Insiden ini dibenarkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Alfret Denny Tuejeh dikutip dari kompas.com, Kamis (18/5/2017).
"Itu benar telah terjadi kecelakaan. Korban ada 12 orang, yang meninggal empat dan yang luka-luka ada 8 orang," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Alfret Denny Tuejeh dikutip dari kompas.com, Kamis (18/5/2017).
Alfret menyatakan, penyebab tewas dan lukanya sejumlah prajurit TNI AD tersebut saat dilakukan latihan menembak meriam. Diduga karena kesalahan pada alat di meriam, terjadi kecelakaan yang menyebabkan sejumlah prajurit tadi tewas dan terluka.
"Penyebabnya di meriam itu ada pembatas kan, meriam itu kan bisa putar ya. Nah, itu pembatasnya tidak berfungsi. Karena pembatasnya tidak berfungsi, sehingga terjadi kecelakaan itu," ujar Alfret.
Menurut dia, penyebab pasti sedang diselidiki. Sudah ada tim dari Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) setempat yang sedang menginvestigasi.
"Untuk lebih jelasnya kami sedang dilaksanakan investigasi dari Polisi Militer setempat," ujar Alfret.
Para korban meninggal telah dibawa ke rumah duka masing-masing. Sedangkan korban luka dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Latihan PPRC ini merupakan latihan gladi ke dua. Acara puncak rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2017 mendatang. Latihan ini disebut gabungan tiga matra dari Angkatan Darat, Laut dan Udara. (kcm/ant)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…