RIAUBOOK.COM - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bilang ada tindak pemerasan luar biasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, yang dilakukan para petugas kepada narapidana dan tahanan.
"Pemerasan di dalam (Rutan Sialang Bungkuk) luar biasa, mulai dari kunjungan keluarga dimintai uang, napi atau tahanan yang mau pindak blok atau ruangan juga ada tarifnya. Semua ada tarifnya," kata Yasonna saat jumpa pers di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Minggu (7/5/2017) siang.
Kata Menkum HAM, ini bukan lagi persoalan biasa yang bisa diatasi atau cukup diselesaikan di internal, namun ada tindak pidananya.
"Saya minta pihak kepolisian untuk mengusut persoalan ini (pemerasan) di rutan ini secara pidana, karena ini pidana," katanya.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebutkan, jumlah narapidana se Indonesia saat ini mencapai 202.406 orang. Padahal, rata-rata kapasitas lapas secara nasional hanya untuk 118.000 orang.
Sejumlah rutan dan lapas yang menonjol dalam hal kapasitas yang berlebih menurut dia yakni; Medan, Surabaya, Salemba, Cipinang, Banjarmasin, dan juga Riau.
"Ada yang sampai 700 persen over capacity. Ini yang jadi fokus kami," kata Yasonna.
Tingginya jumlah narapidana tak diiringi dengan jumlah petugas lapas. Perbandingan rata-rata nasional antara petugas dan warga binaan adalah 1:56. Harusnya kapasitas ideal adalah 1:20.
Namun, di beberapa daerah, jumlah kelebihan itu sangat tinggi. Di Lapas Cipinang, misalnya, rasionya mencapai 1:121. Sementara itu, di Rumah Tahanan Cipinang 1:167, Lapas Medan 1:169, dan Rutan Medan 1:233.
Oleh karena itu, penambahan petugas lapas sangat dibutuhkan. Terlebih lagi, jumlah narapidana semakin bertambah, sedangkan jumlah petugas kian berkurang karena banyak sipir yang memasuki masa pensiun.
Sebelum peristiwa Rutan Sialang Bungkuk, Yasonna Laoly sudah sempat mengingatkan, minimnya petugas rutan yang tak sebanding dengan jumlah napi dan tahanan menimbulkan potensi besar terjadinya kerusuhan.
"Saya katakan, kalau ini terjadi keributan dan kerusuhan, petugas-petugas itu jadi tape betulan. Makanya kadang kita kasihan juga," kata Yasonna beberapa waktu sebelum kasus Rutan Sialang Bungkuk.
Yasonna memaparkan, sejak dirinya menjabat Menkumham pada 2014 lalu, penambahan narapidana hingga tahun ini mencapai 40.000 orang.
Jumlah itu diyakini akan terus bertambah hingga potensi kerusuhan di seluruh lapas dan rutan di tanah air sangat besar. Dengan demikian, selain Pekanbaru, kota-kota lainnya juga terancam mencekam. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…