RIAUBOOK.COM - Saat anggaran di seluruh dinas di Provinsi Riau mendapat "jatah" rasionalisasi, sebaliknya para wakil rakyat justru seperti menghamburkan anggaran daerah.
Salah satu yang menjadi kabar santer adalah adanya anggarana untuk hohor ajudan merangkap sopir untuk masing-masing anggota DPRD Riau, dan juga biaya plesiran yang katanya kunjungan luar negeri mencapai Rp56,8 miliar.
"Wakil rakyat kok pakai ajudan, ini dimana logikanya, kalau itu tidak menggunakan uang pribadi tidak masalah, tapi kalau menggunakan APBD ini luar biasa," kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau, Usman, kepada RiauBook.com di Pekanbaru, Jumat (7/4/2017).
Namun, lanjut dia, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi detai berkaitan dengan kebutuhan ajudan bagi masing-masing legislator Riau tersebut.
Tapi yang jelas, demikian Usman, ini berkaitan dengan rasionalisasi, dimana seharusnya seluruhnya, baik eksekutif maupun legislator melakukan efisiensi APBD.
Apapun alasannya, lanjut dia, kuasa anggaran yakni Sekretaris Daerrah Provinsi Riau, harus berani untuk tidak mengesahkan kebutuhan legislator yang berlebihan itu.
"Kuasa anggaran jangan takut dengan dewan, jika ada tekanan politik yang salah, ya dilaporkan saja ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," katanya.
Kata Usman, yang jelas untuk hanya seorang anggota DPRD Riau tidak layak mendapatkan pengawalan atau ajudan.
"Wakil rakyat kok pakai ajudan, ini namanya tidak rasional," demikian Usman.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman yang dikonfirmasi mengatakan dirinya akan memberikan penjelasan nanti.
"Sekarang masih di dalam pesawat, nanti... nanti, ya," katanya.
DPRD Riau Boroskan Rp174 Miliar
Sebelumnya FITRA Riau "mencium" terdapat 13 kegiatan APBD Riau yang dinilai mubazir karena tidak bersentuhan dengan masyarakat dan pada akhirnya hanya akan menjadi pemborosan anggaran.
Peneliti kebijakan publik Fitra Riau, Triono Hadi menambahkan, pada APBD 2017 beberapa kegiatan DPRD Provinsi Riau juga berpotensi memboroskan keuangan daerah sebesar Rp174,7 miliar.
Di antaranya, untuk kunjungan kerja dewan dalam/ luar negeri sebesar Rp 56,8 miliar, kunker AKD sebesar Rp 58,5 miliar, dan kegiatan reses sebesar Rp 30,4 miliar.
Lebih parah lagi, tambah Triono, terdapat biaya kunjungan kerja luar negeri pimpinan dan anggota DPRD Riau sebesar Rp28,8 miliar yang naik dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2016, dana tersebut sebesar Rp 12,7 miliar dan pada 2015 sebesar Rp 7,4 miliar.
"Dari total biaya tersebut yang mencapai Rp 49 miliar selama tiga tahun terakhir, tidak terlihat sama sekali hasil yang dibawa pulang oleh anggota DPRD selain dari kegiatan foya-foya di luar negeri," ujar Triono.
Dia menerangkan, secara rinci kunker luar negeri anggota DPRD akan dilakukan untuk satu kali kunjungan. Dari 65 orang anggota, masing-masing akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 444 juta untuk satu kali kunker ke luar negeri.
"Ini jelas merupakan bentuk pemborosan yang dilakukan dewan, bahkan kunjungan luar negeri dewan akhir tahun 2016 lalu sama sekali tidak membawa dampak perbaikan terhadap kinerja dewan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Triono.
Dia menyebut masih banyaknya anggaran yang dialokasi secara berlebihan juga sangat berpotensi menjadi ruang korupsi. Apalagi, anggaran-anggaran tersebut merupakan anggaran habis pakai yang sangat mudah untuk diselewengkan.
"Fitra Riau juga menilai Kementerian Dalam Negeri yang bertugas melakukan verifikasi atas rancanangan APBD pemerintah Provinsi Riau tidak serius dalam melakukan evaluasi. Faktanya, masih banyak anggaran yang dialokasikan secara berlebihan lolos dalam evaluasi tersebut," kata dia.
Maka itu, dikarenakan belum terlambat, Fitra menyarankan kepada Gubenur Riau untuk mengevaluasi kembali perencanaan anggaran APBD 2017, memperketat anggaran perjalanan dinas serta anggaran—anggaran lain yang tidak perlu dilaksanakan pada tahun ini.
"Gubenur Riau harus melakukan realokasi anggaran yang syarat dengan pemborosan tersebut dan dialihkan untuk anggaran-anggaran yang lebih dibutuhkan publik," kata Triono. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau




Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…