Jangan Mati Dulu Sebelum Melihat Ganasnya Ombak Tujuh Hantu di Riau

Riau Book - Pihak Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan kalender wisata atau calendar of event untuk menarik jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, salah satu objek wisata andalan adalah Ombak Bono di hilir Sungai Kampar, wilayah semenanjung Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau

Jika melihat ombak besar di laut, seperti di Bali dan tepian laut nusantara lainnya, itu pemandangan biasa. Ombak besar di sungai, itu fenomena alam luar biasa.

Sungai umumnya memiliki riak atau gelombang kecil, namun di hilir Sungai Kampar, wilayah semenanjung Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, ombak sungai air tawar itu dapat mencapai ketinggian lima meter.

Dahulu kala pada era nenek moyang suku yang bermukim di tepian semenanjung Kampar, gelombang yang disebut dengan "bono" itu merupakan pemandangan mengerikan dan ditakuti.

Maklum saat itu belum ada penjelasan ilmiah sementara berbagai cerita seram dan bencana kerap dikisahkan secara turun temurun oleh orang-orang tua kepada anak dan cucu.

Mitos yang bertahan sampai kini adalah, ombak bono digambarkan sebagai tujuh hantu. Hantu itu berupa ombak tujuh lapis. Ombak besar berada di depan yang diikuti oleh enam ombak kecil di belakangnya.

"Sewaktu saya kecil, kami di sini takut terhadap bono. Orangtua saya menceritakan di setiap bono selalu ada hantu putih perempuan yang berdiri di atasnya. Apalagi kalau bono malam hari, sering muncul penampakan aneh," kata Jantan (40), warga Desa Teluk Meranti dalam perbincangan pers.

Menurut Jantan, semasa dia kecil ombak bono dapat mencapai ketinggian enam sampai tujuh meter terutama pada bulan-bulan basah di akhir tahun.

Kisah Nyata

rb

Sekarang ini ketinggian bono berkurang seiring dibangunnya waduk Pembangkit Listrik Koto Panjang di hulu sungai sejauh 300 kilometer dari semenanjung Kampar, pada tahun 1997.

Kisah bencana yang terjadi akibat diterjang ombak bono memang cukup sering, karena aliran Sungai Kampar masih dipakai sebagai sarana transportasi warga yang bermukim di sepanjang sungai.

Di ujung Sungai Kampar terdapat beberapa pulau kecil seperti Pulau Muda, Pulau Serapung dan yang terbesar Pulau Mendol yang memiliki pemukiman penduduk. Perahu yang tidak kuat saat bono datang sangat gampang dijungkirbalikkan ombak besar yang bergulung.

Dulu, hampir setiap tahun hantu bono meminta korban jiwa.

Bencana terbesar terjadi pada 13 Maret 2005. Sebanyak 13 orang meninggal dunia saat Kapal Motor Tuakal Ekspres yang membawa 74 penumpang terbalik dihantam bono setinggi lima meter.

Sejak tragedi itu, keangkeran bono semakin ditakuti warga. Namun belakangan, kisah seram itu mulai berganti wujud.

Menurut Yul Akhyar, Kepala Seksi Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Riau, pada tahun 2009, bono mulai dieksplorasi oleh Dinas Pariwisata Kampar.

Ekspedisi Selancar

rb

Tahun 2010 bono mencuat di kalangan surfer tatkala perusahaan olahraga Rip Curl dan perusahaan rokok melakukan ekspedisi selancar bono.

Foto dan video bono semakin menarik perhatian. Pada 2011, Kementerian Pariwisata mulai ikut mempromosikan bono sebagai salah satu objek wisata khusus di Indonesia.

Pertemuan arus pasang

rb

Secara ilmiah, bono dapat dijelaskan dengan gamblang berdasarkan teori fisika dasar. Bono adalah pertemuan arus pasang dari laut dengan air surut Sungai Kampar yang memiliki karakteristik alami spesifik di bagian muaranya.

Di muara Sungai Kampar terdapat Pulau Mendol sehingga membentuk selat dan membuat aliran bercabang seperti huruf Y.

Pada saat laut pasang pada bulan-bulan tertentu, terutama pada saat bulan purnama, air pasang masuk dari percabangan selat Mendol dan bertemu dengan arus surut Sungai Kampar.

Semakin besar debit air sungai bertemu arus pasang laut, bono yang ditimbulkannya semakin besar. Bono terjadi dua kali sehari sesuai dengan jadwal pasang laut.

Pernyataan Jantan bahwa setelah pembangunan waduk PLTA Koto Panjang tahun 1997, membuat bono semakin mengecil memang benar adanya.

Dahulu seluruh debit air langsung mengalir ke laut. Debit air surut yang membuncah bertemu pasang besar, membuat bono semakin menjulang.

Sekarang ini, air yang mengalir dikendalikan oleh pengelola waduk PLTA Koto Panjang. Air yang dilepas dari waduk bersifat normal.

Namun sesekali waktu, di musim penghujan, waduk pasti kelebihan air sehingga pengelola PLTA melepas debit dalam jumlah besar. Arus Sungai Kampar akan membesar dan menimbulkan banjir di sepanjang aliran. Pada saat itu, bono yang terbentuk akan semakin membesar.

Ombak bono berbeda dengan ombak laut yang langsung terhempas di pantai. Adapun bono akan mengalir semakin ke hulu.

Panjangnya dapat mencapai 30 kilometer tanpa putus. Di dekat sumber pasang laut, bono dapat mencapai ketinggian lima meter dan semakin berkurang di pedalaman sungai.

Ombak tanpa putus itulah yang menarik untuk ditunggangi para peselancar dunia. Peselancar Inggris Steve King serta James Cotton, Roger Gamble dan Zig Van Der Sluys (ketiganya asal Australia) adalah empat atlet yang menorehkan rekor dunia berselancar terpanjang di "bono" Sungai Kampar.

Sejak masuknya para peselancar asing datang ke semenanjung Kampar dan terlihat bersenang-senang di atas tujuh hantu, kisah seram bono mulai menipis.

Di tangan para atlet profesional itu, hantu bono tidak pernah terlihat lagi. Bahkan para "bule" itu dengan gagah berdiri menunggang bono sambil tertawa. Mereka berhasil mengusir hantu bono.

Peselancar asing pun mengajari penduduk lokal untuk menikmati bono. Tidak heran, kini disetiap kemunculan bono, lebih dari 30-an pemuda lokal menunggu di tengah sungai dengan papan selancar buatan pabrik atau papan seadanya siap berselancar di areal dekat desa.

Jumlah itu semakin membesar karena pada tahun 2013, saat KompasTravel meliput bono, peselancar lokal yang ada baru mencapai belasan orang.

"Hantu" baru di jalan

rb

Kini kisah tujuh hantu bono tidak lagi ditakuti. Semua orang dapat bersenang-senang dengan bono. Sebaliknya, yang ditakuti oleh wisatawan atau pendatang untuk menikmati fenomena bono adalah kondisi jalan yang buruk menuju lokasi.

Bayangkan, sepanjang 55 kilometer menjelang Teluk Meranti (180 kilometer dari Pekanbaru) jalan rayanya masih rusak dari kategori ringan, sedang sampai berat.

Jalan buruk itu membuat tubuh tidak pernah berhenti terguncang selama dua jam. Akibat lelah berkendara menembus jalan jelek, seorang teman sempat berucap, sekarang ini tujuh hantu bono memang sudah hilang, namun 1.000 hantu lobang di jalan buruk masih sangat menakutkan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pelalawan, Zulkifli, perbaikan jalan dan akomodasi di desa Teluk Meranti masih dalam proses perbaikan yang terus berjalan. Mereka senantiasa berbenah.

"Mudah-mudahan, di tahun 2017ini, kondisi jalan dan akomodasi di desa sudah jauh lebih baik lagi," kata Zulkifli.

Semoga saja apa yang disampaikan Zulkifli dapat terwujud. Mitos tujuh hantu maupun anekdot 1.000 hantu, tidak lagi menakuti para peselancar atau wisatawan penikmat fenomena alam luar biasa itu.

Dan, jangan mati dulu sebelum melihat ganasnya ombak "tujuh hantu" yang menggulung di hilir Sungai Kampar, wilayah semenanjung Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. (RB/kpc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Eet: Jangan Hanya Ajang Seremonial

Riau Book - Pemerintah Provinsi Riau me-launching destinasi wisata Riau di Jakarta, Jum'at (17/3/2017) lalu. Selain Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman…

Foto

Menpar Berpantun Pariwisata di Pesona Bumi Lancang Kuning

Roiaubook.com - Pemandangan unik terjadi di acara Pesona Bumi Lancang Kuning, tadi malam (17/3). Bertempat di Ballroom Hotel JW…

Foto

Turis Asing Buta Akan Wisata di Riau

Riau Book-Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia tidak mengetahui adanya objek wisata di Riau dan Sumatera Barat,…

Foto

Ragam Wisata Bumi Lancang Kuning, Khas dan Berkarakter

RIAUBOOK.COM - Orang Riau patut berbangga dengan ragam wisata alam yang ada di bumi Lancang Kuning yang khas dan berkarakter.Peluncuran…

Foto

Menpar Launching Calendar of Event Riau 2017

RIAUBOOK.COM - Riau bakal "menyapa dunia" tahun 2017 ini. Tema besar inilah yang akan menjadi tagline dalam launching Calender of…

Foto

Tahun Ini, Dinas Pariwisata Bengkalis Dapat Bantuan APBN Rp3 M

Riau Book - Kementerian Pariwisata tahun ini mengucurkan anggaran APBN Rp3 miliar untuk membangun fasilitas di destinasi wisata di Kabupaten…

Foto

Arsyadjuliandi Rachman akan Tutup Festival Bakudo Bono di Pelalawan

Riaubook - Festival Bakudo Bono yang merupakan salah satu andalan pariwisata di Kabupaten Pelalawan, Riau, rencananya hari ini akan ditutup…

Foto

'Riau Bike Week' Bentuk Ajang Promosi Wisata Riau yang Dilakukan MBC Pekanbaru

Riau Book- Ajang beregengsi dan terakbar yang akan dilaksanakan oleh Motor Besar Club (MBC) Pekanbaru merupakan bentuk promosi wisata Riau…

Foto

Penggila Mancing Padati Kolam Pancing 3 Putri, Rebutkan Ikan Lele Seberat 4 Kg

Riau Book- Ratusan orang ikuti lomba pancing di Kolam 3 Putri Desa Langkat, Kabupaten Bengkalis, Minggu (12/3/17).Acara yang dimulai sekitar…

Foto

Mau Tahu Kapan Waktunya Ombak Bono Capai Ketinggian Maksimal dalam Setahun? Ini Jawabannya

RiauBook - Ombak Bono di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau termasuk fenomena alam yang unik di muka bumi ini. Ombak…

Foto

Pemerintah Provinsi Riau Harus Menggali Potensi Wisata Alam dan Religi

Riau Book-Provinsi Riau harus mendongkrak potensi wisata yang di Riau, pengamat pariwisata mengatakan bahwa provinsi yang bertetangga dengan negeri jiran…

Foto

Masuk dalam Event Nasional, Hari Ini Festival Bekudo Ombak Bono Mulai Digelar

Riaubook - Tidak mau ketinggalan dengan daerah lain yang mempunyai PAD cukup besar dari pariwisata, Kabupaten Pelalawan, Riau pun mulai…

Foto

Telusuri Jejak Sejarah di Kota Pekanbaru, Serunya Begini Loh!

Riaubook - Komunitas penggiat pariwisata warisan sejarah Pekanbaru mengadakan kegiatan "Pekanbaru Heritage Walk", pada hari Sabtu (11/03/2017) pagi, kegiatan yang…

Foto

Mau Tahu Lebih Banyak tentang Pariwisata Riau? Baca Saja Bukunya yang Baru Diluncurkan Gubri

RiauBook- Sejak merosotnya perekonomian disektor migas dan harga minyak kelapa sawit yang bergantung dengan pasar dunia, kini Pemerintah Provinsi Riau…

Foto

Liburan di Bali, Raja Salman Habiskan Uang Rp100 Miliar Lebih

Riau Book- Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) I Ketut Ardana memperkirakan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud menghabiskan…

Foto

Takjub dengan Pesona Alam Nusa Dua, Raja Salman Perpanjang Liburan di Bali

Riau book-Takjub dan terpesona dengan alam di Nusa Dua Bali, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud dan rombongan…

Foto

54 Miliar Rupiah dari APBN Dikucurkan Untuk Wisata Bono

Riau Book- Sebesar Rp 54 Miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikucurkan untuk mendukung potensi wisata Bono, fenomena alam…

Gubri Dorong Pemkab Bengkalis Kembangkan Pariwisata

Riau Book - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis agar mengembangkan sektor pariwisata. Gubri…

Foto

Terpesona Sejarah dan Budaya Melayu Siak, BEM Nusantara se-Indonesia "Serbu" Negeri Istana

Riaubook - Pesona Siak bagaikan magnet yang memiliki daya tarik tinggi bagi Badan Eksekutif Mahasiawa (BEM) Nusantara se Indonesia, yang…

Foto

Pesona Wisata Siak Buat Kepincut Dekan Fakultas Hukum Wilayah Barat Indonesia

Riaubook - Pesona Wisata Siak, menarik minat rombongan Badan Koordinasi Seluruh Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri Republik Indonesia (RI)…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan