Kisah Mengerikan di Balik Perayaan Valentine's Day

Riau Book - Banyak orang dari berbagai suku di sejumlah negara mengenal dan sebagian bahkan merayakan hari kasih sayang yang dikenal dengan sebutan Valentine's Day.

Hari Valentine atau Valentine's Day dirayakan setiap tanggal 14 Februari, sejumlah orang memaknainya sebagai perayaan kasih sayang.

Namun tahukah, bahwa sebagian orang lainnya menuding Valentine's Day sebagai peringatan yang sengaja diadakan untuk mendongkrak penjualan kartu, cokelat, bunga, dan barang-barang lain yang dianggap mewakili ungkapan cinta.

Apapun pendapat seseorang tentang Valentine, ada sejarah yang melatarbelakalangi hari itu.

Dari asal usul namanya, Gereja Katolik mengakui ada 3 santo atau orang suci bernama Valentine atau Valentinus. "Dan ketiganya adalah martir," demikian dikutip dari situs Guardian, Jumat 13 Februari 2017. Ketiga pria dari masa 200-an Masehi tersebut tewas secara mengenaskan.

Salah satu kisah menyebut, alkisah Kaisar Romawi Claudius II melarang para tentara muda menikah, agar mereka tak 'melempem' di medan tempur.

Namun,"Uskup Valentine melanggar perintah itu dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Ia dieksekusi mati saat sang penguasa mengetahui pernikahan rahasia itu."

Saat ia di penjara, legenda menyebut bahwa pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'Dari Valentine-mu'.

Valentine yang lain adalah seorang pemuka agama di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis yang buta -- yang kemudian jatuh cinta padanya. Valentine yang itu dieksekusi penggal pada 14 Februari.

Yang ketiga adalah uskup yang saleh dari Terni, yang juga disiksa dan diekselusi selama pemerintahan Claudius II, juga tanggal 14 Februari -- di tahun yang berbeda.

Lepas dari legenda, keterkaitan Santo Valentine dan cinta baru muncul lama kemudian. Dalam puisi Geoffrey Chaucer, penyair Inggris dan penulis buku terkenal, 'The Canterbury Tales'. Demikian menurut Andy Kelly, seorang ahli bahasa Inggris dari University of California, Los Angeles, yang menulis buku 'Chaucer dan Cult of St Valentine'.

Chaucer, menulis sebuah puisi berjudul Parliament of Fowls (1382), untuk merayakan pertunangan Raja Richard II.

Dalam puisi itu, Hari Valentine dirayakan pada 3 Mei, bukan 14 Februari . "Itu adalah hari di mana semua burung memilih pasangannya dalam setahun," kata Kelly. "Tak lama setelahnya, dalam satu generasi, orang-orang mengambil ide untuk merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang."

Valentine yang menjadi referensi Chaucer mungkin adalah Santo Valentine dari Genoa yang meninggal pada 3 Mei. Tetapi orang-orang pada saat itu tidak begitu akrab dengan sosok itu.

Mereka lebih akrab dengan kisah Valentine dari Roma dan Terni yang dieksekusi pada 14 Februari -- yang lantas dikaitkan dengan cinta.

Kisah Hari Valentine juga bisa ditelusuri dari era Romawi Kuno, terkait kepercayaan paganisme. Tiap tanggal 13-15 Februari, warga Romawi kuno merayakan Lupercalia. Upacara dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing.

Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan, mencambuk para gadis muda dengan tali yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan. Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, itu dilakukan orang-orang Romawi lakukan sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritus pemurnian dan kesuburan.

"Upacara diyakini bisa membuat perempuan lebih subur," kata Noel Lenski, sejawaran dari University of Colorado, Boulder, seperti dimuat USA Today.

Puncak Lupercalia pada 15 Februari, di kaki Bukit Palatine, di samping gua -- yang diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus -- pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I melarang Lupercalia dan menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

Komersialisasi Perayaan Cinta?

Valentine identik dengan bunga, coklat, kartu, bahkan Cupid - dewa cinta Romawi yang digambarkan sebagai anak kecil bersayap yang nakal dan montok. Bagaimana asal usulnya?

Kartu Valentine tertua dibuat oleh seorang bangsawan, Duke Charles of Orleans. Dipenjara di Tower of London atau Menara London setelah ditangkap Inggris pada 1415, Charles menulis sebuah surat cinta berima untuk istrinya, Bonne d'Armagnac -- yang kini disimpan di British Library, London.

Puisi itu terdiri dari 2 baris, dalam Bahasa Prancis. Malangnya, sang istri meninggal sebelum Charles kembali ke Prancis pada tahun 1440.

Namun, ahli Bahasa Inggris dari SUNY-Buffalo State, Ann C. Colley mengatakan, pemberian kartu Valentine baru populer di Inggris pada pertengahan Abad ke-19.

Ada dua pendukung saat itu: layanan pos pertama Inggris, Penny Post didirikan -- membuat mengirimkan surat makin murah dan tersedia bagi setiap orang.

Faktor kedua, untuk kali pertamanya, kartu Valentine diproduksi massal. Mesin pencetak kala itu mampu mengaplikasikan sejumlah metode pencetakan, seperti cetak timbul, desain renda, atau kartu 3 dimensi. Demikian ujar dosen sejarah Amerika dan budaya populer di George Mason University.

Meski budaya memberikan kartu Valentine berawal dari Inggris, pengaruhnya menyebar hingga Amerika Serikat pada tahun 1840-an.

Uniknya, di Inggris, kartu tak hanya diberikan pada orang yang ditaksir, tapi juga pada mereka yang tak disukai.

Cokelat Valentine

Cokelat telah lama dianggap sebagai afrodisiak, pembangkit gairah. Dimulai oada Abad ke-17, saat biji cokelat kali pertama dibawa ke Eropa dari Meksiko dan Amerika Tengah, bangsa Eropa mengaitkannya dengan kisah tentang Montezuma dan istri-istrinya.

Abad ke-19 adalah masa di mana permen dan kudapan manis lebih terjangkau untuk kelas menengah, seiring produksi massal cokelat.

Pada tahun 1868, Richard Cadbury mengeluarkan cokelat Hari Valentine pertama. "Ada gagasan afrodisiak yang membuat cokelat sesuai untuk Hari Valentine," kata Alexandra Leaf, ahli kuliner sekaligus pendiri Chocolate Tours of New York City.

Cupid

Pada Abad ke-5, Eros (inspirasi untuk kata 'erotis'), versi Yunani dari Cupid, digambarkan sebagai sosok pemuda tinggi, atletis, heroik, dan memiliki sayap. Demikian ujar Angeline Chiu, profesor dari University of Vermont kepada USA Today.

Lho, mengapa kini bentuknya mirip bayi?

Menurut Chiu, transformasi Cupid, dari pemuda gagah jadi bayi lucu berasal dari seni era Renaissance.

"Maestro Raphael dan para seniman lain melukis bayi kecil montok di mana-mana," kata Chiu. "Mereka tak bermaksud melukis Cupid. Mungkin untuk menggambarkan cinta secara umum," tambah dia.

Namun, imej Cupid sebagai bayi lucu bertahan hingga saat ini.

Mawar Merah

Pada abad ke-18, Charles II dari Swedia memperkenalkan ide bahwa bunga melambangkan emosi atau pesan tersirat. Demikian menurut ProFlowers.com.

"Saat ini, mawar merah berasosiasi dengan gairah cinta, mawar merah muda untuk persahabatan, putih untuk kemurnian, dan merah-putih adalah persatuan," kata Jennifer Sparks, juru bicara Society of American Florists.

Namun, ia menyarankan, pemberi bunga tak usah pusing memikirkan soal makna. Fokuslah pada bunga yang disukai oleh penerima. (RB/lp6)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Pemprov Riau Kembali Ingatkan ASN untuk Netral dalam Pilkada Serentak

Riau Book - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) bersikap netral dalam Pilkada Pekanbaru yang dihelat…

Foto

Komite IV DPD RI Kunjungi Pemprov Riau Minta Saran dan Masukan dalam Penyusunan RUU Pajak Penghasilan

Riau Book - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengadakan pertemuan dengan DPD RI Komiter IV di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau,…

Foto

12 Orang Asing Asal Tiongkok bakal Dideportasi, Imigrasi Pekanbaru: Perusahaan Tak Urus Izin

Riau Book - Kantor Imigrasi Pekanbaru, Riau, akan mendeportasi 12 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok ke negara asalnya setelah…

Foto

Luar Biasa, Pekan Depan Seluruh Pegawai dan Honorer Setdakab Siak Wajib Berbahasa Melayu

Riau Book - Mulai pekan depan para pegawai dan honorer di lingkungan Kabupaten Siak, Riau, diwajibkan untuk menggunakan tanjak dan…

Foto

Persoalan Hibah Lahan antara PT SIR dengan Pemkab Siak, Thomas:  Jangan Meminta secara Lisan Dong

Riau Book - Buntut persoalan penghibahan lahan di PT Surya Intisari Raya (SIR) Perawang dengan Pemerintah Kabupaten Siak belum selesai.…

Foto

Pengisian 9 Jabatan Pemprov Riau dengan Seleksi Terbuka, Berikut Jadwalnya

Riau Book - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah membuka seleksi terbuka untuk pengisian sejumlah jabatan setingkat eselon II yang saat…

Foto

Dinas Kebudayaan akan Gelar Kenduri Budaya.

Riau Book - Dinas Kebudayaan Provinsi Riau akan menggelar Kenduri Budaya pada 13 Februari 2017 yang rencananya diisi dengan berbagai…

Foto

Misteri Gaib Harta Karun dari Mimpi Eyang Guru

Riau Book - Kisah keberadaan harta karun kerap menjadi kisah menarik dalam dunia film, namun yang satu ini adalah kisah…

Foto

Sukiman Diselempangkan Ulos Saat Hadiri Pelantikan DPC PSSAB

Riau Book-Plt Bupati Rokan Hulu H Sukiman, Selasa (8/2/2017) menghadiri acara pelantikan ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Parsadaan…

Foto

Dinas PUPR Rohil Bakal Data Izin Mendirikan Bangunan di Rohil

Riau Book-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hilir akan meninjau ulang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) secara menyeluruh.…

Foto

Simak Kutipan Pramoedya Ananta Toer yang Melegenda

Riau Book - Pramoedya Ananta Toer adalah seorang sastrawan yang paling berpengaruh dalam perkembangan dunia sastra di Indonesia. Pria ini…

Foto

Hadir di Kempas, Bupati Wardan Resmikan Program DMIJ Tahun 2017

Riau Book - Bupati Inhil HM Wardan Meresmikan Program DMIJ Tahun 2017 untuk Kecamatan Kempas sekaligus mengukuhkan Asosiasi Kepala Desa,…

Foto

Tingkatkan Daya Saing jadi Tema HUT Kampar ke 67, Ini Pesan Gubernur Riau

Riau Book - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar menggelar Rapat Paripurna Istimewa Masa sidang I tentang Hari Ulang…

Foto

Jadi Tuan Rumah Hari Kelapa Dunia 2017, Indragiri Hilir Istimewa

Riau Book- Kabupaten Indragiri Hilir akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Kelapa Dunia (Word Coconut Day)pada bulan September 2017 mendatang.…

Foto

Patah Hati? Ini Obatnya

Riau Book - Mungkin semua orang pernah merasakan patah hati, apakah ditinggalkan sang kekasih atau dilukai perasaan karena dibohongi, dan…

Foto

Gubri Pesankan Pentingnya Memulai Langkah yang Sama dalam Pembangunan

Riau Book - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menghadiri Sidang Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar dalam rangka Hari…

Foto

Hari Jadi Kampar, Ini Pesan Gubri

Riau Book - Kabupaten Kampar sudah memasuki usai 67. Ucapan selamat dan juga harapan berdatangan dari berbagai tokoh, salah satunya…

Foto

Gerindra Riau Rayakan HUT ke 9, Seorang Warga dapat Motor Hasil Jalan Santai

Riau Book - Bertebaran hadiah yang diberikan kepada ribuan peserta jalan santai dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai…

Foto

Resmikan Gedung Kanker RSUD Arifin Ahmad, Gubri : 12 Persen APBD untuk Kesehatan

Riau Book - Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman menghadiri acara Hari Kanker Sedunia sekaligus meresmikan Gedung Kanker Terpadu Seruni RSUD…

Foto

SPS Riau Terbaik se Indonesia, Ini Komentar Zulmansyah

Riau Book - Malam Penghargaan 70 tahun Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang diselenggarakan, Jumat (3/2/2017) di Hotel Millenium Jakarta menpbatkan…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan