Riau Book - Seperti peribahasa 'Setinggi-tinggi terbang bangau kembalinya ke kekubangan jua. Peribahasa ini pas disematkan kepada HS tersangka dugaan pembalakan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu (GSK-BB), Kabupaten Bengkalis.
Sempat kabur (terbang tinggi) ke Sumatera Utara, namun kembali lagi (kekubangan) ke Riau tempatnya mencari rupiah dengan membalak kayu alam di CB GSK-BB.
Namun, label tersangka yang disematkan Polres Bengkalis sejak beberapa bulan lalu, dalam perkara dugaan pembalakan di CB GSK-BB membuatnya tak lagi leluasa bergerak. Apalagi kembali melakoni aktivitas sebagai pembalak liar, peluangnya sangat kecil.
Tak lama menginjakan kaki di Riau, tepatnya di Kota Dumai, ia pun diciduk. Dengan demikian, HS pun jadi 'pesakitan' dalam perkara dugaan pembalakan di CB GSK-BB.
Tertangkapnya HS dipublikasikan oleh Kapolres Bengkalis, AKB Hadi Wicaksono, Kamis (2/2/2017).
Menurut Kapolres, HS merupakan pemilik Sawmil di Siak Kecil yang bahan bakunya sangat identik dengan kayu yang ditemukan dalam kawasan GSK-BB.
Menurut Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono, Pelaku diamankan di sekitaran Dumai pada bulan Desember yang lalu. Sebelumnya dia sempat melarikan diri ke Sumatera Utara.
"HS sempat lari ke Sumatera Utara, namun saat mendapat informasi dia kembali ke sini (Dumai) kita langsung melakukan penangkapan," kata Hadi Wicaksono kepada wartawan di Bengkalis.
Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengembangan terhadap perkara ini. Kemungkinan ada keterlibatan pihak lain. (Doang)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…