Riau Book - Sidang lanjutan perkara dugaan pengeniayaan terhadap korban Apri Hadi alias Adi honorer Dispenda Kabupaten Kepulauan Meranti dengan terdakwa DY, LPN, REM, AS, DSH dan BS, Kamis (19/1/2016) siang, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bengkalis dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.
Dalam sidang lanjutan ini, Jaksa penuntut umum (JPU), dari Kejati dan Kejari Meranti, Fengki Indra, Sabar Gunawan, Hari Naurianto, Syamsu Joni, menghadirkan tiga orang saksi anggota Polres Meranti, masing-masing Aiptu Margono (Polair) Brigadir Dongan Manalu (Polair) dan Mifthaul Zikri (Sabhara).
Dihadapan majelis hakim yang diketuai Dr. Sutarno, SH,MH dengan hakim anggota Wimmi D Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH, MH, Margono, Ziki dan Manalu bergantin memberikan keterangan.
Baik saksi Margono, Zikri dan Manalu sempat gugup menjawab pertanyaan para kuasa hukum terdakwa.
Margono dalam keterangannya mengatakan, Kamis, 25 Agustus 2016 subuh sekitar pukul 3.45 WIB, di diperintah Ipda ADG Simamora atas nama Kapolres Meranti (AKBP Asep Iskandar) menyiapkan speedboat yang tambat di Pos Sandar, Polair Tebing Tinggi.
Setelah speedboat siap, saksi Margono sebagai kapten speedboat, Ipda ADG Simamora, Ipda Muzaki, Brigadir Dongan Manalu dan honorer Yusuf berangkat mencari Apri Hadi, tersangka perkara pembunuhan Brigadir Adil S Tambunan, Kamis dini hari di parkiran Hotel Furama, Selatpanjang.
Titik pencarian pertama ke Sungai Rawa, Kabupaten Siak. Namun, ditengah jalan datang perintah agar langsung ke Meranti Bunting, Pulau Merbau, Kabupaten Meranti, karena tersangka Apri Hadi sudah ditangkap Polsek Merbau.
Sekitar 40-45 kemudian speedboat yang dinakhodai Margono sampai di dermaga Meranti Bunting. Dipelabuhan sudah menunggu Kapolsek Merbau membawa tersangka, Apri Hadi.
Saat dinaikan ke atas dan dibaringan dalam speedboat dalam kondisi tangan kebelakang terikat tali pinggang. Selain itu, dari kaki korban juga mengucur darah segar, akibat luka tembak yang dialami korban.
Setela itu, saksi langsung membawa korban ke pelabuhan rumah makan Nursahada, Selatpanjang.
Sampai dipelabuhan terang saksi, Manalu langsung menahan pinggir speed dengan satu kaki dan mengikatkan tali agar speed tak terlalu goyang dihantam gelombang, karena angin cukup kuat kearah Tanjung Samak.
Sementar Ipda Simamora dan Ipda Muzaki berdiri di samping pintu bagian luar speedboat.
Di pelataran pelabuhan Nursahada telah menunggu beberapa orang anggota Polres, diantaranya tersangka AS, DY, Eka. Setelah saksi merapatkan speedboat dan saksi Manalu menahan tali speedboat agar tenang, beberapa personel Polres masuk. Saat itu, saksi yang masih memegang kemudi, mendengar suara pukulan. Saat melihat kebelakang, saksi melihat AS, DY memukul tersangka. Saksi pun memerintahkan agar tersangka cepat dibawa keluar.
Apri Hadi kemudian diangkat ke atas pelataran dengan diawasi Ipda Simamora dan Ipda Muzaki yang kemudian ikut naik ke darat.
Setelah itu, saksi tak tahu lagi apa yang terjadi. Sebab, saksi Margono, Manalu dan Yusuf membawa speed kembali ke Pos Sandar, Polair Tebing Tinggi.
Mendengar keterangan saksi, kuasa hukum BS, Irwan S Tanjung terlihat kurang puas. Sebab, kuasa hukum Beni menanyakan tentang luka tembak yang dialami korban dan sikap diam para perwira yang ada di atas speed saat terdakwa memukuli korban.
"Ada perwira di atas speed (speedboat)," tanya Irwan dengan suara tinggi kepada Margono. "Ada. Ipda Simamora dan Ipda Muzaki," jawab Margono.
"Apa tindakan perwira tersebut. Apakah dia melarang atau membiarkan pemukulan terjadi," tanya Irwan lagi. "Saya tidak dengar," jawab saksi gugup. "Sebab, saya langsung membawa speedboat ke Pos Sandar Polair," ujar saksi lagi.
Usai mendengarkan keterangan saksi, ketua majelis hakim Dr. Sutarno menunda sidang dan akan dilanjutkan Senin depan.
Sementara untuk sidang lanjutkan atas nama terdakwa AS yang agendanya juga pemeriksaan saksi yang dilaksanakan terpisah dengan lima terdakwa lain, karena perminataan kuasa hukum AS, Abdul Halim dan Feri Tanjung, terpaksa ditunda Senin depan. Sebab, saksi Margono tiba-tiba mengaku sakit kepala. (RB/Doang)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…