OPINI

Menghakimi yang Zahir: Lagi Pula Niat Ahok Siapa yang Tahu?

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.

(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)

"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati..." (Muhammad SAW)

Tertanggal 13 Desember lalu, kasus Ahok disidangkan untuk kali pertamanya. Banyak hal yang dapat kita soroti. Salah satunya adalah lagi-lagi Ahok kembali menyangkal bahwa ia tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan Surat Al-Maidah 51 itu.

Hujan air matapun tak terelakkan. Ahok beralasan, bahwa ia punya orang tua angkat yang beragama Islam. Kata Ahok, mereka adalah muslim yang taat. Orang tua kandungnya dan orang tua angkatnya telah bersumpah untuk menjadi saudara. Ia begitu menghormati orang tua angkatnya itu. Ia begitu menyayangi mereka. Bahkan menziarahi kuburnya tanpa pakai alas kaki. Karena itu, tak mungkin ia melecehkan Al-Quran, kitab suci orang tua angkatnya itu.

Ahok pun juga menambahkan, bahwa ia juga bayar zakat. Ia bersedekah. Ia sisihkan 2,5 persen. Ia umrahkan orang Islam. Ia menggaji guru ngaji. Ia bangun pesantren. Ia begitu toleran dengan orang Islam, terutama jadwal kantor di bulan Ramadhan, pulangnya agak lebih cepat dari hari biasanya. Ia didukung Gusdur dan ia pun punya rekaman dukungan itu, sehingga memohon kepada hakim untuk memutar rekaman tersebut, dan seterusnya.

Terlepas itu semua, kalau Ahok bilang tak ada niat untuk melecehkan Al-Quran, begitu juga kuasa hukumnya yang mereka beri nama "Bhinneka Tunggal Ika", pertanyaannya adalah, siapa yang tahu niat Ahok itu? Bagaimana pula membuktikan berniat atau tidaknya? Tak ada, bukan? Ya, tak ada.

Ingatlah ketika Nabi Muhammad SAW berucap bahwa, "Kalian menyerahkan persengketaan kalian kepadaku. Namun bisa jadi sebagian dari kalian lebih lihai dalam berargumen daripada yang lain. Maka barangsiapa yang karena kelihaian argumennya itu, lalu aku tetapkan baginya sesuatu hal yang sebenarnya itu adalah hak dari orang lain. Maka pada hakekatnya ketika itu aku telah menetapkan baginya sepotong api neraka. Oleh karena itu hendaknya jangan mengambil hak orang lain". (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, Tirmidzi, dan lainnya).

Karenanya, dalam Islam, hakim dalam menghakimi suatu kasus, sesungguhnya adalah menghakimi apa yang tampak saja (zahir). Bukan berdasarkan niat atau hati (batin). Karena lagi-lagi yang tadi, tak ada satu pun yang tahu dengan niat seseorang. Niat atau hati hanya Allah yang tahu. Sehingga, apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kesempatan yang lain bahwa sesungguhnya setiap amalan tergantung niat, adalah penilaian Allah, bukan manusia.

Andaikata berpatokan pada niat, kosong semua penjara nantinya. Dan, hakim pun tak perlu orang-orang cerdas. Siapa saja bisa jadi hakim kalau begitu konsepnya. Tak perlu sekolah formal di fakultas hukum atau fakultas syariah. Terlebih lagi untuk hakim MK. Untuk apa hakim MK diwajibkan minimal bergelar doktor? Hakim tinggal tanya. Apakah kamu punya niat atau tidak? Saya yakin, semua terdakwa atau termohon akan mengaku tidak ada niat. Terdakwa yang dituduh dalam kasus pencurian tentu saja akan mengatakan di depan persidangan itu bahwa sama sekali ia tak ada niat. Yang membunuh juga mengatakan tak ada niat untuk membunuh. Yang memeras mengaku tak ada niat. Yang memalsukan mengaku tak ada niat. Yang menipu mengaku tak ada niat. Yang menganiaya mengaku tak ada niat. Yang korupsi pun mengaku tidak ada niat untuk itu. Dan seterusnya.

Oleh karenanya, adili Ahok secara adil. Adililah Ahok berdasarkan sesuatu yang tampak saja. Bukan berarti dalam hal ini mengabaikan keadilan substansial atau hanya mencari keadilan prosedural belaka. Hakim tetap wajib berijtihad. Hakim tetap melakukan penemuan hukum. Hakim tetap mencari keadilan yang hakiki. Hakim tetap mendasarkan putusannya pada "DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA". Tapi yang pastinya, masalah niat atau hati, itu urusan Allah. Hakim tidak masuk ranah itu. Dan, hakim jangan sampai masuk ranah itu. Hakim sampai kapan pun tak akan tahu menahu apa niat atau kondisi hati seorang terdakwa. Termasuk juga niat atau kondisi hati Ahok ketika itu, walaupun Ahok berapi-api mengatakan ia mencintai Islam dan mencintai orang Islam melalui bantuan-bantuan yang bersifat materi yang ia sebutkan ketika sidang perdana itu.***

Tentang Penulis

Wira Atma Hajri, lahir di Bangkinang (Riau), 11 Maret 1990. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang (2008). Meraih gelar Sarjana Hukum Kajian Ketatanegaraan dari Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) sebagai lulusan terbaik (2012), dan Magister Hukum kajian yang sama dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dengan predikat Pujian (Cumlaude) dalam waktu 13 bulan (2013). Saat ini adalah Dosen Tetap Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Riau pada Fakultas Hukum UIR. Di samping itu juga dipercayakan oleh Rektor UIR sebagai Pengelola UIR Press. Sampai saat ini tercatat sebagai Anggota Majelis Dakwah Islamiyah Kota Pekanbaru dengan Nomor Indeks/Keanggotaan 628.

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Masyarakat Padati Halaman Kantor Gubernur Riau, Nobar dengan Gubri

Riau Book - Ribuan masyarakat memadai halaman kantor Gubernur Riau untuk menyaksikan laga panas antara Timnas Indonesia melawan Thailand di…

Foto

Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai NKRI

Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi kesan…

Foto

Perdamaian Lintas Agama Menyatu dalam Bineka Tunggal Ika

SEPERTI dalam agama-agama Abrahamik lainnya, perdamaian adalah konsep dasar dalam pemikiran Islam. Istilah bahasa Arab "Islam" itu sendiri biasanya diterjemahkan…

Foto

Allah Berikan Hadiah Melalui Al-Maidah 51

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Kajian Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)Umat Muhammad itu…

Foto

Mar'ie Muhammad, Berpulangnya 'Mr. Clean'

Riau Book - Saya masih menyimpan foto dari upacara kecil tiga belas tahun lalu ini, akad nikah saya di pagi…

Foto

Saatnya Pejabat Profesional di OPD Baru

RENDAHNYA serapan anggaran belanja daerah Provinsi Riau dibawah 70 persen pada tahun 2015, 2016 sehingga mencatat silPa Rp 3 triliun…

Foto

Perginya George Junus Aditjondro

Riau Book - Perginya George Junus Adidjondro mengingatkan kembali tulisannya yang merangkai aneka fakta berjudul ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK TRAGEDI…

Foto

30 Jam Menanti Cahaya Listrik PLN, Padam Tak Berkesudahan

Riau Book - Pulau Kijang bagai kota mati, terlihat gelap gulita di malam hari. Ya ibukota dari Kecamatan Reteh (salah…

Foto

Mengupas Aksi 4 Desember: Sebuah Aksi Tandingan

Oleh: Wira Atma HajriSeusai aksi damai umat Islam tertanggal 2 Desember lalu, aksi lainpun tak ketinggalan yaitu parade budaya kita…

Foto

Ini Terkait Ahok, Hukum Adil Demi Persatuan Bangsa

Riau Book - Nusantara Bersatu yang digelar di Lapangan Blang Padang ini bertujuan untuk menjaga Nusantara tetap Bersatu, kita bangga…

Foto

Catatan Gagalnya Ketuk Palu APBD Riau Tahun 2017

Oleh : Bagus Santoso, anggota DPRD Provinsi RiauRabu, tanggal 23, minggu keempat bulan November, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama 4…

Foto

Islam dan Indonesia Butuh FPI

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang…

Foto

Kejamnya Politik, Semakin Tinggi Jabatan Bisa Berarti Meninggikan Tempat Jatuh!

Riau Book - Ade Komaruddin berencana tak hadir di rapat badan musyawarah pimpinan DPR dan fraksi yang digelar hari ini.…

Foto

Belajar Kedamaian Lewat Tari Kecak di Pulau Dewata

LEBIH 71 tahun umur bangsa ini, berbagai terpaan masalah telah dilalui, dan kini kembali dihadapkan dengan kondisi politik yang carut…

Foto

Musim Interupsi di Masa Septina Primawati

ADA dua hal yang perlu dicermati sekaligus juga menarik untuk disimak kalau membuka catatan sejak dilantiknya Septina Primawati sebagai ketua…

Foto

Opini - Mimpinya Kesejahteraan, Diskriminasi dalam Kenyataan

Riau Book - Di sebuah koran harian ternama pada tahun 2009, Kunjana Rahardi (2012) menulis sebuah artikel opini dengan tema…

Foto

Gajah Datang Bertarung, Pelanduk Mati Terjepit!

Riau Book - Gajah-gajah yang bertarung, pelanduk yang mati terjepit. Itulah nasib 63 pekerja pasukan oranye Jakarta Pusat yang dihukum…

Foto

Beda Jokowi dan Tito dengan Umar bin Khattab

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)"Wahai masyarakat! Orang-orang sebelum kita telah melakukan kekeliruan…

Foto

Pokir Buat Getir, Reses Bikin Stres

Oleh : Bagus Santoso(Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Riau, email: kang.bagus@gmail.com)ISTILAH Pokir (pokok pikiran) dan Reses yang…

Foto

Masih Ingat dengan Trio Macan 2000?

Riau Book - Pagi ini, membacai kabar-kabar yang melintas di lini masa dan grup-grup perbincangan whatsapp, sepertinya utak-atik dan mantera-mantera…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan