"Mereka Langsung Masuk Menyerbu", Cerita Kivlan Zein soal Penangkapannya atas Tuduhan Makar

Riau Book- Mantan Danjen Kopassus, Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein (69) mengenang proses penangkapannya yang terjadi Jumat (2/12) pagi yang lalu. Saat itu sekitar pukul 04.45 WIB, dirinya baru selesai menunaikan ibadah salat Subuh.


Namun, saat hendak berangkat ke Silang Monas mendampingi Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, rumahnya yang berada di Gading Griya Lestari, Blok H1 Nomor 15 Kelapa Gading, Jakarta Utara didatangi 20 anggota polisi.

Saat itu, hanya ada Kivlan, seorang pembantu dan staf di rumahnya. Sementara, istri Kivlan tengah membesuk anak yang tengah sakit dan dirawat di Surabaya, Jawa Timur.

"Mereka langsung masuk menyerbu. Di depan pintu rumah saya sudah ada tiga orang berdiri," ujar Kivlan.

Ia mengaku awalnya kaget dengan kedatangan para polisi ke rumahnya kala pagi buta itu. Namun, dalam benaknya ia menduga dirinya hendak diproses oleh polisi terkait dugaan makar.

Ia mengaku berusaha tenang karena ia sudah mengira apa yang menyebabkan sekelompok polisi tersebut mendatangi rumahnya, yakni tuduhan makar.

"Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita bahwa polisi sudah menargetkan saya. Anak saya juga sudah cerita, karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu," ujarnya.

Kivlan mempersilakan para polisi untuk duduk di ruang tamu rumahnya. Lantas, seorang polisi menyodorkan surat penggeledahan rumah. Ia tak melawan karena polisi membawa surat tersebut.

"Saya bilang, 'Kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan untuk makar, silakan (ambil)," ujarnya.

Beberapa polisi langsung membuka lemari dan laci meja. Mereka memeriksa sejumlah berkas, buku catatan, lembaran tiket pesawat perjalanan selama 5 sampai 10 tahun terakhir, hingga data dalam komputer jinjing atau laptop dan telepon genggamnya.

Namun, polisi tidak menemukan bukti petunjuk terkait rencana makar dari penggeledahan dan pemeriksaan tersebut. Polisi juga tidak menemukan senjata api maupun senjata tajam.

Polisi hanya menemukan beberapa berkas berisi karya tulisnya perihal kritik terhadap UUD 1945 perubahan dan ketatanegaraan.

Para polisi tersebut hendak membawa Kivlan dari rumahnya setelah penggeledahan. Namun, Kivlan tak begitu saja menuruti.

Sebab, ia merasa masih berstatus sebagai tentara cadangan yang seharusnya diproses oleh Polisi Militer TNI jika disangkakan melakukan tindak pidana tertentu.

Akhirnya, Kivlan manut setelah tiga personel PM TNI, termasuk Kasie Intel Kodam Jaya berpangkat Kapten, ternyata ikut dalam rombongan pihak kepolisian ini.

Kivlan mengaku tertawa saat mengalami proses penangkapannya itu. Sebab, ia pun pernah melakukan hal yang sama sewaktu menjadi Kepala Staf Kostrad pada 1998.

"Saya melihat itu, enggak apa-apa, saya ketawa saja. Saya sudah tahu.Dulu saya juga begini waktu saya dinas, waktu saya nangkapin orang begini juga, ya sudah sekarang saya ditangkapin orang, ya sudah," ujarnya.

Kivlan teringat dirinya sewaktu menjabat Kepala Staf Kostrad bersama Kodam Jaya dan Polri, pernah memerintahkan penangkapan terhadap beberapa jenderal TNI dan mantan menteri yang melakukan pertemuan makar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, pada 12 November 1998.

Menurut dia, kelompok tersebut ditangkap karena sudah jelas dan ada bukti permufakatan makar. Di antaranya telah memproklamirkan pemerintah koalisi nasional, menentukan kabinetnya hingga susunan MPR-nya.

"Ada Jenderal Kemal Idris, Toto S, dan banyak jenderal, termasuk ada Sri Bintang Pamungkas, Edi Sularsono. Yah, dulu juga kita perintahkan menangkap mereka karena mau makar pada masa Presiden Habibie," ucap Kivlan.

Kivlan mengaku tergelitik teringat pengalamannya itu dan apa yang dialaminya saat ini. Oleh karena itu, ia dapat memahami dan menghormati penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada dirinya.

"Cuma saya ketawa saja," ujarnya. (Baca juga: Kivlan Zein: Saya Tidak Ditangkap, Saya Diundang)

Menurut Kivlan, tidak ada ketegangan antara dirinya maupun para penyidik kepolisian saat menjalani proses pemeriksaan di Mako Brimob.

Ia pun tidak merasa sebagai seorang pesakitan yang hendak dicecar pertanyaan. Justru perbincangan santai disertai guyonan terjadi.

"Saya malah ketawa-ketawa. Karena kata mereka (penyidik), 'Bapak dulu kan mengajarkan kami begitu, untuk menangkapi orang'. Saya bilang, ya sudah enggak apa-apa, silakan saja, saya juga begitu," kata Kivlan seraya tertawa karena teringat perkataan penyidik tersebut.(ria/kpc)


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Pagi Ini, Pencarian Korban Pesawat Polri Jatuh Kembali Dilanjutkan

Riau Book- Pencarian korban pesawat milik Polri, M-28 Skytruck P-4021, yang jatuh di perairan Kepulauan Riau, dilanjutkan hari ini. Sebanyak…

Foto

Massa Aksi 212 Lebih Lima Juta Orang, Begini Penghitungannya

Riau Book- Sulit menentukan berapa jumlah pasti yang ikut dalam aksi 212, ada yang menyebut angka 7 juta, 4 juta…

Foto

Alek Manao: Kami Berdoa AKP Tonce Ditemukan Selamat, Pilot Pesawat Skytruck

Riau Book- Alek Manao, ayah dari Ajun Komisari Polisi (AKP) Tonce Manao berharap anaknya kembali ditemukan dalam kondisi selamat. AKP…

Foto

Tenda Aksi 412 Roboh Diterjang Angin

Riau Book- Aksi parade kebudayaan bertajuk 'Kita Indonesia' di Jakarta, Ahad (4/12), telah selesai digelar dengan meninggalkan serakan sampah dan…

Foto

Aksi 412 Merusak dan Memalukan, Itu Kata Politikus Partai Golkar

Riau Book- Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia gusar dengan aksi 412 yang menurutnya aksi ini hanya merusak dan memalukan.…

Foto

Tiga Pimpinan Partai Pidato di Aksi 412, Berikut Pidatonya

Riau Book- Ratusa massa aksi 412, sejakpukul 07.00 WIB sudah mulai berkumpul dengan warga yang datang ke Car Free Day…

Foto

Lebih 40 Ribu Pejuang Kemerdekaan RI Dibantai

Riau Book-Pemerintah Belanda mengumumkan hasil penyelidikan terbaru terkait pembantaian ribuan rakyat Indonesia oleh tentara kolonial Belanda yang berlangsung hingga 1949.…

Foto

Peserta Aksi Kita Indonesia Mengaku Dibajak Pengurus Parpol

Riau Book - Peserta aksi Kita Indonesia tak hanya dari wilayah Jabodetabek saja. Ribuan orang dari Lampung Tengah yang merupakan…

Foto

SAR Temukan Tiga Jasad Polisi Pesawat Jatuh di Lingga, Dibawa ke RSUD Batam untuk Diautopsi

Riau Book-Tim SAR gabungan yang beroperasi mencari pesawat Polri tipe M-28 Skytruck P-4201, menemukan tiga jenazah dari 13 korban yang…

Foto

Plt Gubernur DKI: Tak Boleh Ada Atribut Parpol di Acara Car Free Day

Riau Book- Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarno meminta panitia parade budaya Kita Indonesia dapat menertibkan peserta agar tak mengenakan atribut…

Foto

Sampah Berserakan Usai Aksi 412, Taman Bundaran HI Rusak Parah

Riau Book- Usai aksi massa 421, parada Kebhinnekaan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016) sekitar pukul 11.00 WIB…

Foto

Terkait Listrik Sering Padam, Ini Komentar Camat Siak Kecil

Riau Book - Ternyata masyarakat Sungai Pakning dan Siak Kecil yang Jum'at (2/12/2016) malam menggeruduk kantor PLN sub ranting Sungai…

Foto

Listrik Sering Padam, Ratusan Masyarakat Minta Kepala PLN Ranting Sungai Pakning Dicopot

Riau Book - Ratusan massa yang mengeruduk kantor PLN sub Ranting Sungai Pakning, Jum'at (2/12/2016) malam, mendesak managemen Perusahaan Listrik…

Foto

Lihat Aksi Demo 212 Detik Perdetik, Ganti Chanel Anda dengan Saluran Youtube Sineas Muslim

Riau Book- Sebanyak 50 sineas Muslim akan menayangkan siaran langsung aksi 2 Desember lewat Youtube dan Facebook. Siaran…

Foto

Forum RT/RW Berikan Kesaksian di Kantor Polisi, Terkait Tuduhan Ahok Demo 411 Adalah Demo Bayaran

Riau Book- Komunitas Forum RT/RW se-Jakarta diperiksa polisi terkait laporan mereka terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menuding massa demo…

Foto

Giliran Ribuan Warga Bogor Berjalan Kaki ke Jakarta, Menghadiri Aksi Damai 212

Riau Book- Menyusul ribuan warga dan santri dari Ciamis yang berjalan kaki ke Jakarta, Kamis (1/12/2016) giliran ribuan umat Islam…

Istri Mendagri Puji Makanan Khas Bengkalis

Riau Book - Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Erni Gundarti Tjahjo Kumolo memuji makanan khas…

Foto

Kapolri Curhat, Gajinya Sama dengan Gaji Pegawai KPK yang Terendah

Riau Book- Ditengah riuh-rendahnya aksi Super Damai 212, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian curhat, kalau gaji anggota…

Foto

Kapolda Metro Jaya: Jakarta Aman Terkendali

Riau Book- Kepala Polisi Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan memastikan Jakarta akan tetap aman meskipun Gerakan Nasional Pengawal…

Foto

#KapolriIngkarJanji Jadi Trending Topik

Riau Book- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjadi bahan pembicaraan para netizen di Twitter pada Rabu 30 November 2016 hingga…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan