RIAU BOOK- Bupati Siak Syamsuar menyadari keluhan warga terhadap listrik. Baik itu pemadaman maupun belum mengaliri semua kampung. Untuk pemadaman, ia kerap kali di SMS warga akan adanya pemadaman. Lucunya, lagi warga melaporkan padanya, tentang pemadaman listrik yang seharusnya dialamatkan pada PLN.
"Yang namanya pemimpin tetap jadi tanggung jawab saya walaupun bukan kewenangannya," jelas Syamsuar, di hadapan warga dan jamaah Masjid Al-Makmur Kampung Merempen Hilir, Kecamatan Mempura dalam safari perdananya bersama rombongan, Rabu (8/6) malam. Hadir, Sekda Drs H Tengku Said Hamzah, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan SE, Kejari Zondri SH, Perwira Penghubung Dandim 0303 Bengkalis Kapten Sumarno, Asisten II Dr H Syfarienti MSi, Asisten III Drs H Jamauddin MSi, Kepala BKD Lukman SSos MPd, Plt Sekwan Amrul, Kasatpol PP Hadi Sanjoyo AP MSi, Kadisdikbud Drs H Kadri Yafis MPd, Kakan Kemenag Muharom, Kakankesbangpol Yurnalis Basri,
Persoalan listrik ini, bukan saja terjadi di Siak, namun juga kabupaten/kota di Riau. Bahkan secara keseluruhan Riau defisit listrik. Persoalan listrik ini, sudah empat kali dibahasnya pada tahun ini, pertama bersama PT PLN WRKR, kedua bersama Gubri, Forkopimda provinsi dan kemarin bersama PLN WRKR lagi.
''Kondisinya saat ini memang tak ada masalah. Kita paksa terus tapi sumber energi tak ada, apa mau dilakukan. PLN sendiri siap membeli jika ada yang menjual daya,'' urai Syamsuar.
Jika dibandingkan kondisi kelistrikan di Siak, jauh lebih baik dari daerah lain. Rasio elektrifikasi sudah mencapai 62 persen. Daerah lain di bawah itu, bahkan ada yang lebih parah lagi.
Dalam mencermati sesuatu persoalan tentunya dikaji dan dilihat sesuatu keadaan jangan lihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah. Kalau memandang ke atas tak akan ada batasnya.
Pemkab juga terus mencari solusi terhadap permasalah listrik. Dari pertemun dengan GM PLN WRKR dilakukan pembangun gardu induk di Perawang, di Siak dan di Koto Gasib, sehingga interkoneksi listrik kita bisa se-Sumatera yang dimulai 2017 mendatang.
Selain itu, keberadaan mesin 14 buah yang ada di Sungai Rawa tersebut semuanya bagus, mungkin kita tidak akan kerepotan masalah listrik. "Akan tetapi ternyata karena tidak ada gas, jadi hanya satu mesin yang bisa hidup," kata dia.
Selain menjelaskan masalah listrik, Ia juga menjelaskan agar penghulu kampung bisa membangkitkan kembali gotong-royong di kampung-kampung. Dalam safari ini, ada dua rombongan, Bupati dan Wabup. Setiap tahun dilaksanakan, apa yang jadi kebiasaan, tempat kunjungan berganti-ganti kampung dan masjid.
Safari ini, selain meningkatkan siaturahmi bersama masyarakat, juga membahas persoalan-persoalan yang ada di msyarakat dan memberikan bantuan kepada pengurus masjid, anak yatim dan sertfikat tanah pada warga miskin.
Sementara, safari Ramadan Wabup Alfedri ke Dusun Sri Mersing Kampung Jati Baru, Kecamatan Bungaraya. Di hadapan warga, Alfedri mengatakan, banyak hal yang perlu dilakukan lagi di masa yang akan datang untuk kemajuan Dusun Sri Mersing Kampung Jati Baru.
"Kedepan kita akan menghitamkan jalan dan memprioritaskan masalah listrik untuk kampung ini," janji dia. Kondisi keuangan 2016 ini sangat memprihatinkan, sejumlah program yang telah dirancang terpaksa ditunda dikarenakan akibat harga minyak dunia turun yang berimbas kepada APBD. Oleh karena itu, banyak program yang belum bisa berjalan, Dengan adanya permasalahan tersebut pemerintah mengambil kebijakan bahwa pertanian menjadi prioritas saat ini.(RB)
| Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…